Kemendikdasmen Dorong Karakter dan STEM untuk Hadapi Tantangan Masa Depan

Must read

EDUCARE.CO.ID-Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa upaya menyiapkan generasi unggul tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Sebaliknya, keluarga, masyarakat, dan media juga memegang peran penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta mengembangkan kompetensi anak sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Atip saat menghadiri kegiatan yang digelar SDIT Al-Hidayah Logam di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, Atip menilai pendidikan dasar menjadi fase penting dalam membangun fondasi Generasi Emas Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan sebuah generasi tidak hanya terlihat dari pencapaian saat ini. Namun, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan menghadirkan generasi penerus yang lebih baik pada masa depan.

Karena itu, sekolah dasar perlu menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Ukuran kesuksesan suatu generasi adalah ketika mampu menghadirkan generasi penerus yang lebih baik dari generasi sebelumnya,” ujar Atip.

Karakter Anak Tumbuh dari Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

Selain menekankan kualitas pembelajaran, Atip juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter sejak dini.

Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak hanya mengejar nilai akademik. Sebaliknya, pendidikan juga harus membentuk kemandirian, tanggung jawab, serta kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Program tersebut mengajak sekolah dan keluarga untuk membangun perilaku positif secara konsisten.

Atip menjelaskan bahwa karakter tidak muncul secara instan. Sebaliknya, karakter tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Selain itu, sebagian besar proses pembiasaan berlangsung di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.

“Ketika pembiasaan dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter,” jelasnya.

Pembelajaran Mendalam Perlu Guru yang Menguasai Materi

Sementara itu, Kemendikdasmen juga terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Menurut Atip, guru harus menguasai materi ajar sebelum menentukan metode pembelajaran yang tepat.

Dengan penguasaan materi yang kuat, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi peserta didik.

Selain itu, guru juga lebih mudah menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan setiap siswa.

“Guru yang menguasai materi ajar akan lebih mudah menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” kata Atip.

STEM Jadi Bekal Penting Menghadapi Masa Depan

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Atip juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Menurutnya, kemampuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21.

Namun demikian, sekolah perlu menghadirkan pembelajaran STEM secara menarik dan menyenangkan.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didik dapat mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Selain itu, suasana belajar yang positif akan mendorong anak lebih tertarik mempelajari bidang-bidang tersebut.

Bangun Ekosistem Pendidikan yang Mendukung Anak

Kegiatan yang melibatkan peserta didik, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai bagian dari catur pusat pendidikan.

Melalui penguatan karakter, pembelajaran mendalam, serta kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap lahir generasi Indonesia yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article