EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Dwi Rahma Aulia berhasil meraih Juara II Kategori Vocal Pop C & D dalam ajang Asian Ethnic Got Talent 2026 yang berlangsung di Hall Usmar Ismail, Jakarta, pada 26–27 Juni 2026.
Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa ISI Padangpanjang bersaing dengan peserta dari berbagai negara Asia. Selain itu, capaian ini semakin memperkuat komitmen kampus dalam mencetak seniman muda yang kreatif dan berdaya saing global.
Berdasarkan sumber ISI Padangpanjang, Asian Ethnic Got Talent 2026 menghadirkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, hingga Timor Leste. Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan seni sekaligus mempererat pertukaran budaya antarnegara.
Tampil Maksimal Berkat Latihan dan Pendampingan
Dwi Rahma Aulia mempersiapkan penampilannya melalui latihan yang intensif selama menjalani pendidikan di ISI Padangpanjang. Selanjutnya, dosen pembimbing Della Rosa, M.Sn., memberikan pendampingan pada aspek teknik vokal, interpretasi lagu, hingga ekspresi artistik.
Melalui proses tersebut, Dwi mampu menyuguhkan penampilan yang meyakinkan di hadapan dewan juri. Hasilnya, ia berhasil membawa pulang gelar Juara II pada kategori Vocal Pop C & D.
Kampus Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Sementara itu, Wakil Rektor III ISI Padangpanjang, Dr. Susas Rita Loravianti, M.Sn., mengapresiasi keberhasilan yang diraih Dwi Rahma Aulia.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya membanggakan mahasiswa dan dosen pembimbing. Lebih dari itu, capaian ini juga menunjukkan kualitas pembelajaran dan pembinaan talenta seni yang terus berkembang di lingkungan kampus.
“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan berani berkompetisi pada berbagai ajang nasional maupun internasional. ISI Padangpanjang akan terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan prestasi di bidang seni,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Soroti Mental dan Kreativitas
Di sisi lain, Della Rosa, M.Sn., menilai keberhasilan tersebut lahir dari latihan yang konsisten, komitmen yang kuat, serta semangat belajar yang tinggi.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi internasional tidak hanya menguji kemampuan teknis. Peserta juga harus memiliki mental yang tangguh, kreativitas yang baik, dan kemampuan beradaptasi dengan standar penilaian yang beragam.
“Kompetisi internasional tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga mental, kreativitas, dan kesiapan dalam beradaptasi dengan standar penilaian yang beragam. Alhamdulillah, Dwi mampu menunjukkan performa terbaiknya sehingga berhasil membawa pulang prestasi yang membanggakan,” ungkap Della Rosa.
Perkuat Daya Saing Seniman Muda Indonesia
Keberhasilan Dwi Rahma Aulia semakin menegaskan peran ISI Padangpanjang dalam membina mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kampus terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.
Selain meningkatkan kualitas akademik, langkah tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan seni Indonesia kepada masyarakat internasional.
Dengan prestasi ini, ISI Padangpanjang berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung nasional maupun internasional.



