Kasus Flu Anak Meningkat, Orangtua Wajib Tahu Bedanya Influenza A dan B

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kasus influenza pada anak belakangan ini terus menunjukkan peningkatan. Keluhan tentang kondisi tersebut juga ramai muncul di media sosial Threads, seperti terpantau pada Minggu (13/9/2026).

Tren tersebut membuat banyak orangtua khawatir. Virus influenza dapat menyebar dengan cepat, terutama di tempat yang mempertemukan banyak anak.

Sekolah dan tempat bermain menjadi beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian. Interaksi yang tinggi dapat membuka peluang penularan virus dari satu anak ke anak lain.

Influenza memiliki beberapa tipe. Namun, influenza A dan influenza B menjadi dua tipe yang paling sering menyerang manusia.

Keduanya memang sama-sama menyebabkan influenza. Meski begitu, karakteristik kedua virus tersebut berbeda.

Karena itu, orangtua perlu memahami perbedaan influenza A dan B. Pengetahuan tersebut dapat membantu keluarga mengenali gejala dan menentukan langkah berikutnya ketika anak sakit.

Influenza A Dapat Menular dari Hewan ke Manusia

Influenza A memiliki kemampuan penyebaran yang lebih luas. Virus ini juga memiliki karakteristik yang membuatnya berpotensi memicu wabah besar.

Spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH menjelaskan bahwa influenza A tidak hanya menyebar antarmanusia.

Virus tersebut juga dapat menginfeksi hewan. Kondisi ini memungkinkan virus berpindah dari hewan ke manusia.

“Influenza A adalah virus flu yang bisa menular dari hewan ke manusia, sehingga berpotensi memicu pandemi besar seperti H1N1 tahun 2009,” jelas dr. Mesty saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (1/10/2025).

Kemampuan berpindah antarspesies membuat influenza A memiliki potensi menghasilkan varian baru. Virus dari hewan seperti babi atau unggas dapat mengalami perubahan genetik.

Jika varian tersebut mampu menular dengan mudah antarmanusia, dampaknya dapat meluas. Karena itu, influenza A mendapat perhatian besar dalam pemantauan penyakit menular.

Influenza B Hanya Menyebar Antarmanusia

Sementara itu, influenza B memiliki karakteristik yang berbeda. Virus ini beredar melalui penularan antarmanusia.

Influenza B tidak memiliki siklus penularan yang melibatkan hewan seperti influenza A. Virus tersebut juga cenderung lebih stabil.

Namun, orangtua tetap perlu mewaspadai influenza B. Infeksi ini tetap dapat menimbulkan kondisi serius, terutama pada kelompok rentan.

“Influenza B hanya beredar antarmanusia, lebih stabil, tapi jangan diremehkan. Beban total influenza musiman di dunia diperkirakan 290.000 sampai 650.000 kematian per tahun,” ujar dr. Mesty.

Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika mengalami influenza. Lansia dan orang dengan penyakit penyerta juga perlu lebih waspada.

Dengan demikian, perbedaan karakteristik influenza A dan B tidak berarti influenza B selalu ringan. Kedua tipe tersebut tetap dapat menimbulkan komplikasi.

Influenza Berbeda dengan Batuk Pilek Biasa

Orangtua juga perlu membedakan influenza dengan common cold atau batuk pilek biasa. Keduanya memang dapat menimbulkan beberapa gejala yang mirip.

Namun, penyebabnya berbeda. Virus influenza menyebabkan penyakit flu, sedangkan common cold dapat muncul akibat virus lain.

“Yang perlu dipahami, flu tidak sama dengan common cold (batuk pilek biasa). Flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan common cold bisa disebabkan oleh virus lain, seperti rhinovirus atau adenovirus,” kata dr. Mesty.

Batuk pilek biasa umumnya menimbulkan keluhan yang lebih ringan. Anak juga biasanya tidak mengalami demam tinggi atau kelemahan fisik yang berat.

Sebaliknya, influenza dapat muncul secara mendadak. Demam dan rasa lemah juga dapat terasa lebih kuat.

Karena itu, orangtua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak. Gejala yang muncul tiba-tiba dan terasa berat membutuhkan perhatian lebih.

Gejala Influenza A dan B Sulit Dibedakan

Influenza A dan B memiliki gejala yang hampir serupa. Karena itu, orangtua tidak dapat memastikan jenis virus hanya dari gejala.

“Flu karena influenza A atau B biasanya datang mendadak dengan demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, lemah, dan pada anak bisa disertai muntah atau diare,” jelas dr. Mesty.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • demam,
  • batuk,
  • nyeri otot,
  • sakit kepala,
  • tubuh terasa lemah,
  • muntah pada anak,
  • dan diare.

Gejala tersebut dapat muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini menjadi salah satu ciri yang membedakan influenza dari common cold.

Meski begitu, gejala saja tidak cukup untuk menentukan jenis influenza. Anak perlu menjalani pemeriksaan medis jika dokter membutuhkan kepastian diagnosis.

“Pola tiba-tiba, demam lebih tinggi, badan terasa nyeri yang lebih khas influenza dibanding common cold. Tetapi gejala saja tidak cukup akurat, jadi konfirmasi terbaik tetap dengan tes,” tambah dr. Mesty.

Tes Membantu Memastikan Jenis Influenza

Secara klinis, influenza A dan B sulit dibedakan hanya melalui keluhan. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab infeksi.

Tes juga membantu membedakan influenza dari penyakit lain dengan gejala serupa. Hasil pemeriksaan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan.

Karena itu, orangtua sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan gejala. Segera konsultasikan kondisi anak kepada tenaga medis jika keluhan semakin berat.

Vaksinasi Jadi Salah Satu Perlindungan Anak

Selain mengenali gejala, orangtua juga dapat mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai bagian dari perlindungan anak.

Vaksinasi membantu tubuh membangun perlindungan terhadap virus influenza. Orangtua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksinasi sesuai kondisi dan kebutuhan anak.

Di sisi lain, orangtua juga perlu memperhatikan kondisi anak ketika muncul keluhan. Istirahat yang cukup dan pemantauan gejala dapat membantu keluarga mengenali perubahan kondisi.

Orangtua Perlu Lebih Sigap Menghadapi Influenza

Influenza A dan influenza B sama-sama dapat menyerang anak. Namun, keduanya memiliki karakteristik penularan yang berbeda.

Influenza A dapat melibatkan hewan dalam siklus penularannya. Sementara itu, influenza B menyebar antarmanusia.

Meski demikian, orangtua tidak perlu menentukan jenis influenza hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan tenaga medis dapat membantu memastikan diagnosis.

Karena itu, kenali gejala sejak awal dan perhatikan perubahan kondisi anak. Jika keluhan muncul mendadak, semakin berat, atau membuat anak tampak sangat lemah, segera cari pertolongan medis.

Dengan pemahaman yang tepat, orangtua dapat mengambil langkah lebih cepat. Kewaspadaan tersebut penting untuk membantu menjaga kesehatan anak, terutama ketika aktivitas di sekolah dan ruang publik meningkat.

 

Penulis: Putri Faathiman Niara

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article