EDUCARE.CO.ID – Pecinta makanan manis kembali punya alasan untuk berburu dessert di Jakarta. Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 hadir dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Memasuki penyelenggaraan ke-8, JDW mengangkat tema “Dangdut”. Tema ini membawa unsur musik khas Indonesia ke dalam dunia dessert.
JDW memilih dangdut karena musik tersebut dekat dengan kehidupan masyarakat. Nuansanya juga identik dengan suasana meriah, hangat, dan penuh kegembiraan.
Lewat konsep ini, JDW 2026 ingin mempertemukan pengalaman kuliner dengan budaya populer Indonesia.
JDW Jadi Panggung bagi Pelaku Dessert
Co-Founder Jakarta Dessert Week 2026, Gupta Sitorus, menjelaskan konsep tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (1/9/2026).
Menurut Gupta, JDW sejak awal ingin membuka ruang bagi pelaku industri dessert. Mereka ingin memperkenalkan bisnis dessert kepada masyarakat secara lebih luas.
Festival ini juga membuka kesempatan bagi berbagai skala usaha. Pelaku bisnis rumahan hingga perusahaan besar bisa ikut memperkenalkan produk mereka.
Kehadiran JDW pun memberi warna tersendiri bagi industri pastry dan dessert di Indonesia. Masyarakat bisa menemukan lebih banyak merek serta kreasi makanan manis selama festival berlangsung.
Empat Program Ramaikan JDW 2026
JDW 2026 menghadirkan empat program utama. Masing-masing program menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pelaku industri dan pengunjung.
Empat program tersebut terdiri dari City Takeover, Dessert Markt, Industry & Media Gathering, dan Golden Swirl Awards.
City Takeover Ajak Berburu Dessert
Program City Takeover melibatkan 42 brand dengan puluhan outlet di berbagai wilayah Jakarta.
Program ini berlangsung hingga 20 September 2026. Selama periode tersebut, peserta menghadirkan menu spesial untuk JDW 2026.
Berbagai jenis bisnis ikut meramaikan program ini. Pilihannya mencakup bakery, restoran, hingga pelaku usaha dessert lainnya.
Konsep tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba berbagai menu di sejumlah lokasi.
Dessert Markt Buka Ruang untuk Brand Baru
JDW juga menghadirkan Dessert Markt. Program ini menyasar merek dessert yang belum memiliki jaringan outlet besar.
Melalui Dessert Markt, brand bisa bertemu langsung dengan pencinta makanan manis. Pengunjung pun bisa menemukan produk dari berbagai pelaku usaha dalam satu lokasi.
Dessert Markt berlangsung di Atrium fX Sudirman, Jakarta.
Industry & Media Gathering Perkuat Jejaring
Program berikutnya ialah Industry & Media Gathering. Agenda ini mempertemukan pelaku industri dengan jaringan media.
Pertemuan tersebut dapat membuka ruang komunikasi dan memperluas jejaring di antara berbagai pihak yang terlibat dalam industri dessert.
Golden Swirl Awards Beri Apresiasi
JDW 2026 juga menyiapkan Golden Swirl Awards sebagai penutup rangkaian festival.
Penghargaan ini memberikan apresiasi kepada pelaku dessert dan pastry yang berkontribusi terhadap perkembangan industri sepanjang tahun.
Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyoroti karya dan kreativitas para pelaku industri makanan manis.
Dessert-Hopping Jadi Cara Baru Menikmati JDW
Tema dangdut tidak hanya hadir melalui konsep acara. Sejumlah brand juga menerjemahkan tema tersebut ke dalam kreasi menu.
Pengunjung bisa melakukan dessert-hopping selama festival. Mereka dapat berpindah dari satu outlet ke outlet lain untuk mencicipi berbagai menu spesial.
Konsep ini membuat pengalaman JDW terasa seperti berburu kuliner. Setiap outlet menawarkan kreasi yang berbeda dengan sentuhan tema dangdut.
Cake Mandi Madu Bawa Nostalgia Dangdut
Salah satu kreasi menarik hadir dari restoran TAMU. Brand tersebut menghadirkan cake bernama “Mandi Madu”.
Menu ini mengambil inspirasi dari lagu hits Elvy Sukaesih pada 2005. Kreasi tersebut memadukan unsur nostalgia musik dangdut dengan dessert modern.
Pengunjung pun tidak hanya mendapatkan pengalaman mencicipi cake. Menu ini membawa cerita budaya populer ke dalam sajian makanan manis.
Ginger Nuts Hadirkan Podeng Ronde
Kreasi lain datang dari Ginger Nuts melalui menu Podeng Ronde.
Menu tersebut memadukan es podeng dengan topping ronde berisi kacang. Perpaduan itu menghadirkan kombinasi rasa manis dan gurih.
Tekstur ronde juga memberikan sensasi berbeda ketika berpadu dengan es podeng. Kreasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana brand menerjemahkan tema JDW ke dalam menu.
JDW 2026 Gabungkan Dessert dan Budaya Populer
Jakarta Dessert Week 2026 menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar mencicipi makanan manis.
Tema dangdut membuat festival ini membawa unsur budaya populer Indonesia ke dalam industri dessert. Pengunjung juga mendapat kesempatan mengenal berbagai brand melalui konsep dessert-hopping.
Sementara itu, para pelaku usaha memperoleh ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat. Brand kecil maupun bisnis yang sudah besar bisa mengambil bagian dalam ekosistem festival.
Dengan empat program utama dan puluhan brand peserta, JDW 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan bagi pencinta dessert dan pelaku industri makanan manis.
Festival ini berlangsung hingga 20 September 2026 melalui berbagai program dan outlet peserta di Jakarta.
Penulis: Putri Faathiman Niara

