FISIP UNAIR Gelar Pelatihan Gemini untuk Mahasiswa, Dorong Penggunaan AI yang Etis

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kecerdasan artifisial (AI) semakin dekat dengan aktivitas belajar mahasiswa. Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut sekaligus menjaga etika dan integritas akademik.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR) merespons kebutuhan tersebut melalui Pelatihan Gemini bagi mahasiswa.

FISIP UNAIR menggelar pelatihan pada 22–25 September 2026. Mahasiswa dari berbagai departemen mengikuti rangkaian kegiatan tersebut untuk mengenal sekaligus mempraktikkan sejumlah fitur AI.

Berdasarkan sumber rilis FISIP Universitas Airlangga, pelatihan tersebut membahas penggunaan Google Gemini, Google for Education, hingga NotebookLM. Mahasiswa mempelajari pemanfaatan berbagai platform itu untuk mendukung kegiatan akademik.

Mahasiswa Kenali Gemini dan NotebookLM

Pelatihan mengajak mahasiswa mengenal berbagai fungsi AI yang dapat mereka gunakan dalam proses pembelajaran.

Peserta mempraktikkan penggunaan Google Gemini, Google for Education, dan NotebookLM. Mereka juga mempelajari cara memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari literatur, mengolah informasi, serta menyelesaikan tugas perkuliahan secara lebih efisien.

Selain mengenal fitur, mahasiswa juga berlatih menerapkan teknologi sesuai kebutuhan akademik. Dengan demikian, mereka tidak sekadar mengetahui fungsi AI, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara tepat.

NotebookLM turut menarik perhatian peserta karena dapat membantu mahasiswa bekerja dengan berbagai sumber informasi.

Belajar Prompting agar Hasil AI Lebih Tepat

Pelatihan juga membahas teknik prompting. Kemampuan menyusun instruksi dengan jelas dapat membantu pengguna memperoleh respons yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Mahasiswa belajar menyusun perintah secara lebih terarah. Mereka juga memahami pentingnya memberikan konteks agar AI dapat menghasilkan respons yang relevan.

Naomi, salah satu peserta, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai Gemini. Ia tidak hanya mempelajari fitur, tetapi juga memahami aspek privasi dan keamanan data.

“Acaranya seru dan insightful banget! Lewat sesi ini, aku jadi paham sejauh mana Gemini menjaga privasi serta keamanan data pribadi pengguna. Selain itu, nggak cuma diajarin fitur-fiturnya aja, tapi kita juga diajarkan teknik prompting yang benar supaya bisa dapat jawaban dan hasil yang jauh lebih optimal!” ungkapnya.

Materi tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa penggunaan AI membutuhkan keterampilan sekaligus kehati-hatian.

Mahasiswa juga perlu mengevaluasi hasil AI sebelum menggunakannya dalam kegiatan akademik. Dengan begitu, mereka tetap memegang kendali atas proses berpikir dan hasil pekerjaan.

NotebookLM Bantu Mahasiswa Eksplorasi Riset

Selain Gemini, NotebookLM menjadi salah satu materi yang menarik perhatian peserta.

Platform tersebut dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber. Karena itu, mahasiswa dapat mengenalnya sebagai salah satu alat pendukung kegiatan belajar dan riset mandiri.

Vela, peserta lainnya, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.

“Bener-bener terbantu sama materi hari ini! Banyak fitur baru yang sebelumnya belum aku tahu. Setelah ikutan pelatihan ini, aku jadi makin paham potensi Gemini dan NotebookLM untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat mahasiswa melihat AI dari sudut pandang yang lebih luas. Mereka tidak hanya menggunakannya untuk mencari jawaban, tetapi juga mengeksplorasi cara baru dalam mengolah informasi.

FISIP UNAIR Tekankan Etika Penggunaan AI

FISIP UNAIR juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan AI secara bertanggung jawab.

Pelatihan tersebut mengikuti kebijakan tata kelola AI yang berlaku di lingkungan Universitas Airlangga. Sebelumnya, UNAIR menetapkan Peraturan Rektor Nomor 24 Tahun 2026 tentang Etika dan Tata Kelola Pemanfaatan Kecerdasan Buatan.

Peraturan tersebut memberi pedoman bagi sivitas akademika ketika menggunakan teknologi AI. Mahasiswa perlu mempertimbangkan aspek etika, keamanan, serta integritas akademik dalam setiap penggunaan teknologi.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai fitur AI. Mereka juga perlu memahami batas penggunaan teknologi dalam tugas, penelitian, dan aktivitas akademik lainnya.

AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Berpikir

Pelatihan Gemini mendorong mahasiswa menggunakan AI secara proporsional.

Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk mencari informasi, mengembangkan gagasan, mengolah bahan, atau membantu memahami materi. Namun, mereka tetap perlu memeriksa informasi dan menilai kembali setiap hasil yang muncul.

Proses tersebut membuat mahasiswa tetap menjalankan kemampuan berpikir kritis. Mereka juga dapat menghindari ketergantungan terhadap jawaban yang dihasilkan AI.

Dengan pendekatan tersebut, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi belajar tanpa mengambil alih peran mahasiswa dalam memahami dan mengolah pengetahuan.

Pelatihan Berlanjut ke Sertifikasi Gemini

Rangkaian kegiatan FISIP UNAIR tidak berhenti pada sesi pelatihan.

Fakultas akan menutup rangkaian tersebut melalui agenda sertifikasi Gemini bagi para peserta. Agenda ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi AI.

Sertifikasi tersebut juga melengkapi pengalaman mahasiswa setelah mengikuti materi dan praktik selama pelatihan.

Dorong Mahasiswa Jadi Pengguna AI yang Kritis

Perkembangan AI menghadirkan banyak peluang dalam dunia pendidikan. Namun, mahasiswa tetap perlu mengimbanginya dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran etis.

Melalui Pelatihan Gemini, FISIP UNAIR memperkenalkan cara memanfaatkan teknologi secara lebih terarah. Mahasiswa juga mendapat ruang untuk mencoba berbagai perangkat AI yang relevan dengan kegiatan akademik.

Di sisi lain, kebijakan universitas memberikan landasan bagi mahasiswa untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat memanfaatkan AI sebagai pendukung proses belajar dan riset. Mereka tetap perlu memeriksa informasi, menjaga integritas akademik, serta bertanggung jawab atas setiap karya yang mereka hasilkan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article