EDUCARE.CO.ID – Kecintaan terhadap kopi membawa Eko Wibowo, pemuda asal Pangandaran, Jawa Barat, hingga ke Brunei Darussalam. Setelah mengikuti kursus barista di Yogyakarta, Eko kini bekerja sebagai barista di Coffee Culture Brunei.
Perjalanan tersebut bermula dari keinginan Eko untuk mendalami dunia kopi. Ia kemudian memilih mengikuti pelatihan barista di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Duta Persada, Yogyakarta.
Berdasarkan sumber Ditjen Dikmen Diksus, Eko tidak hanya mempelajari teknik meracik kopi. Pelatihan juga membekalinya dengan kemampuan komunikasi, bahasa Inggris, hingga persiapan menghadapi wawancara kerja.
Bekal tersebut membuat Eko lebih percaya diri ketika mengejar peluang kerja di luar negeri.
Dari Pangandaran Mengejar Mimpi ke Yogyakarta
Bagi Eko, kursus barista menjadi langkah penting untuk mengembangkan kecintaannya terhadap kopi.
Ia mengikuti berbagai praktik untuk menguasai teknik brewing dan latte art. Instruktur juga mengajarkan standar pelayanan yang berlaku di industri.
“Saat kursus, saya tidak hanya diajarkan teknik brewing atau latte art, tapi juga mentalitas sebagai pekerja profesional dan standar pelayanan internasional,” ujar Eko.
Selain keterampilan teknis, Eko mendapat pembekalan soft skills. Ia belajar berkomunikasi dengan baik dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Persiapan wawancara kerja juga menjadi bagian dari proses pelatihannya. Menurut Eko, seluruh pengalaman tersebut membantu dirinya lebih siap menghadapi dunia kerja.
Berangkat ke Brunei untuk Pertama Kalinya
Kesempatan kerja di luar negeri akhirnya datang. Eko berhasil melewati proses seleksi dan berangkat ke Brunei Darussalam.
Kini, ia bekerja sebagai barista di Coffee Culture Brunei, salah satu kedai kopi yang dikenal di negara tersebut.
Pengalaman itu menjadi pencapaian besar bagi Eko. Sebelumnya, ia bahkan belum pernah bepergian ke luar negeri.
“Akhirnya bisa berangkat dan bekerja di Coffee Culture Brunei, sebagai salah satu coffee shop ternama. Ini adalah lompatan besar dalam hidup saya!” cerita Eko.
Perjalanan Eko menunjukkan bahwa keterampilan dari pendidikan nonformal dapat membuka peluang karier yang lebih luas.
Kursus barista tidak hanya memberinya kemampuan meracik kopi. Pelatihan tersebut juga membangun kepercayaan diri untuk menghadapi lingkungan kerja dengan standar internasional.
Industri Kopi Buka Peluang Kerja Global
Perkembangan tren kopi ikut mendorong kebutuhan terhadap tenaga barista profesional. Peluang tersebut tidak hanya muncul di Indonesia, tetapi juga di pasar kerja internasional.
Brunei Darussalam menjadi salah satu negara yang menawarkan peluang bagi tenaga kerja dengan keterampilan di bidang food and beverage (F&B).
Karena itu, lembaga kursus perlu menyiapkan peserta dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Direktur LKP Duta Persada, Avianty Kartikasari, mengatakan persiapan yang matang menjadi kunci agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Fokus kami adalah mencetak lulusan yang 100% siap kerja. Di program keahlian Barista maupun F&B Service, siswa berlatih menggunakan mesin-mesin modern yang sama persis dengan yang digunakan di industri aslinya,” terang Avianty.
Menurut Avianty, kemampuan teknis saja belum cukup. Peserta juga perlu memahami karakter kerja dan standar pelayanan industri.
Tak Hanya Meracik Kopi, Karakter Juga Jadi Bekal
LKP Duta Persada menempatkan kemampuan praktik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Peserta berlatih menggunakan peralatan yang sesuai dengan lingkungan industri.
Di sisi lain, lembaga tersebut juga menekankan pentingnya karakter kerja. Peserta perlu memahami konsep service excellence dan menjaga standar kebersihan atau hygiene.
Mentalitas pekerja keras juga menjadi bagian dari persiapan peserta. Bekal tersebut membantu lulusan beradaptasi ketika memasuki lingkungan kerja baru.
Avianty menilai keberhasilan Eko melewati seleksi kerja di Brunei menjadi salah satu bukti dari pendekatan pembelajaran yang mereka terapkan.
“Keberhasilan Eko Wibowo menembus ketatnya seleksi di Brunei Darussalam membuktikan bahwa metode Learning by Doing kami sukses mencetak SDM berkualitas yang diakui oleh pihak pengguna (user) di luar negeri,” jelas Avianty.
Kursus Barista Bisa Jadi Jalan Menuju Karier Internasional
Kisah Eko memperlihatkan bahwa pendidikan keterampilan dapat menjadi pintu masuk menuju pasar kerja yang lebih luas.
Kemampuan teknis, komunikasi, bahasa Inggris, dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen menjadi satu paket penting bagi calon pekerja.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan pentingnya pembelajaran yang dekat dengan praktik industri. Peserta dapat memahami pekerjaan secara langsung, bukan hanya melalui teori.
Bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kopi dan F&B, keterampilan barista dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun karier.
Dengan kompetensi yang tepat dan persiapan yang matang, peluang kerja tidak harus berhenti di daerah asal atau bahkan di dalam negeri.
Perjalanan Eko dari Pangandaran, mengikuti kursus di Yogyakarta, hingga bekerja di Brunei Darussalam menjadi gambaran bahwa skill yang kuat dapat membawa lulusan kursus menembus dunia kerja internasional.


