EDUCARE.CO.ID – Pasangan taekwondo Indonesia Muhammad Rizal dan Kinara Abbabiel meraih medali perak pada kategori Pair Under 30 di Chuncheon 2026 World Taekwondo Poomsae Championships, Korea Selatan.
Rizal dan Kinara harus mengakui keunggulan Thailand pada partai final, Minggu (20/9/2026). Indonesia mencatat skor 9,090, sedangkan Thailand meraih 9,160.
Selisih 0,070 poin membuat Indonesia gagal merebut emas. Meski begitu, Rizal dan Kinara berhasil melewati lima pasangan sebelum mencapai partai puncak.
Berdasarkan laporan mengenai hasil Chuncheon 2026 World Taekwondo Poomsae Championships, perjalanan Indonesia dimulai dari 47 pasangan yang mengisi bagan kompetisi.
Rizal/Kinara kemudian melewati wakil Austria, Denmark, Amerika Serikat, Hong Kong (China), dan Türkiye sebelum bertemu Thailand.
Rizal-Kinara Mulai dari Babak 64 Besar
Perjalanan pasangan Indonesia dimulai pada Round of 64. Austria menjadi lawan pertama yang mereka hadapi.
Rizal/Kinara berhasil melewati pertandingan tersebut dan melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
Pada Round of 32, Denmark menunggu mereka. Menurut drawsheet, Denmark tidak menjalani pertandingan pada Round of 64 sehingga baru tampil pada babak tersebut.
Indonesia tetap mampu mengatasi Denmark. Bahkan, pertandingan melawan Denmark menghasilkan selisih skor terbesar bagi Rizal/Kinara selama perjalanan mereka di Chuncheon.
Setelah itu, tingkat persaingan semakin ketat.
Amerika Serikat Beri Ujian Terberat
Babak Round of 16 mempertemukan Indonesia dengan Amerika Serikat.
Amerika Serikat sebelumnya mengalahkan Kanada dan India. Karena itu, pertandingan ini menjadi salah satu ujian penting bagi Rizal/Kinara.
Kedua pasangan bersaing dengan skor yang sangat ketat. Selisih akhir menjadi yang paling tipis dalam enam pertandingan Indonesia di Chuncheon.
Rizal/Kinara tetap mampu keluar sebagai pemenang. Mereka pun melangkah ke perempat final.
Menang atas Hong Kong, Indonesia Amankan Medali
Pada perempat final, Indonesia bertemu Hong Kong (China).
Hong Kong sebelumnya melewati Peru dan Kolombia. Namun, perjalanan mereka berhenti setelah Rizal/Kinara mengamankan kemenangan.
Hasil tersebut memastikan Indonesia masuk ke zona medali. Dalam sistem kompetisi poomsae, dua semifinalis yang kalah akan berbagi posisi ketiga dan menerima medali perunggu.
Artinya, setelah kemenangan atas Hong Kong, Rizal/Kinara sudah memastikan medali.
Namun, mereka belum berhenti.
Türkiye Jadi Penghalang Menuju Final
Semifinal mempertemukan Indonesia dengan Türkiye.
Türkiye sebelumnya memulai perjalanan dari Round of 32. Mereka mengalahkan Jerman, Inggris Raya, dan Belanda untuk mencapai empat besar.
Rizal/Kinara kembali menunjukkan konsistensi. Mereka mengatasi Türkiye dan mengamankan tiket menuju final.
Kemenangan itu sekaligus mengubah target Indonesia. Medali perunggu sudah berada dalam genggaman. Kini, Rizal/Kinara memiliki peluang membawa pulang perak atau emas.
Türkiye akhirnya menempati posisi ketiga bersama Iran.
Thailand Tunggu di Partai Puncak
Thailand datang dari sisi kanan bagan. Sementara itu, Indonesia menempati sisi kiri.
Kedua pasangan baru dapat bertemu pada partai final.
Thailand mencapai final setelah melewati Spanyol pada perempat final dan Iran pada semifinal.
Menariknya, Thailand dan Indonesia sama-sama memulai kompetisi dari Round of 64. Dengan demikian, kedua finalis harus menjalani enam pertandingan untuk merebut gelar dunia.
Indonesia berhasil melewati lima pertandingan. Thailand menjadi satu-satunya pasangan yang mampu menghentikan langkah mereka.
Selisih 0,070 Poin Pisahkan Emas dan Perak
Final berlangsung ketat. Thailand akhirnya mencatat skor 9,160.
Sementara itu, Rizal/Kinara meraih 9,090.
Selisihnya hanya 0,070 poin.
Angka tersebut memisahkan posisi juara dan runner-up. Thailand membawa pulang emas, sedangkan Indonesia mengamankan perak.
Ada catatan menarik dari perjalanan Rizal/Kinara. Skor 9,090 pada final menjadi skor tertinggi mereka sepanjang kompetisi.
Menariknya lagi, skor 9,090 juga sama dengan skor Thailand pada semifinal. Thailand kemudian meningkatkan perolehan skornya menjadi 9,160 pada partai final.
Perak Chuncheon Tambah Catatan Podium Indonesia
Prestasi Rizal/Kinara menambah catatan Indonesia di panggung dunia poomsae.
Pada Goyang 2022, Indonesia sebelumnya meraih dua medali perunggu. Salah satunya datang dari beregu putra Recognized Under 30 yang diperkuat Muhammad Rizal, Muhammad Alfi Kusuma, dan Muhammad Hafidz.
Medali lainnya datang dari Andi Sultan pada nomor freestyle individual putra Under 17.
ANTARA dan Kompas sebelumnya melaporkan pencapaian Indonesia pada kejuaraan di Goyang tersebut. Sementara itu, PBTI menyebut kejuaraan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games Vietnam.
Kini, Rizal kembali naik podium dunia. Bersama Kinara, ia membawa Indonesia meraih perak pada nomor pasangan.
Perjalanan Rizal-Kinara Menuju Perak Dunia
Rizal dan Kinara menjalani enam pertandingan dalam perjalanan menuju podium.
| Babak | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| Round of 64 | Austria | Menang |
| Round of 32 | Denmark | Menang |
| Round of 16 | Amerika Serikat | Menang |
| Quarterfinal | Hong Kong (China) | Menang |
| Semifinal | Türkiye | Menang |
| Final | Thailand | Kalah, 9,090–9,160 |
Podium akhir kategori Pair Under 30 menempatkan Thailand sebagai juara. Indonesia berada di posisi kedua.
Sementara itu, Iran dan Türkiye berbagi posisi ketiga.
Rizal/Kinara mengawali kompetisi bersama 46 pasangan lainnya. Mereka kemudian melewati lima lawan sebelum mencapai final.
Pada akhirnya, satu pertandingan memisahkan mereka dari emas. Selisih 0,070 poin membuat Thailand berada di posisi teratas.
Meski gagal merebut gelar, perjalanan enam pertandingan tersebut membawa Indonesia pulang dengan medali perak dunia dari Chuncheon 2026.


