Cloud Coconut Mango dan Sea Salt Choco, Kreasi Mahasiswa UBM Tembus Ritel

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Hospitality dan Pariwisata Universitas Bunda Mulia (UBM) mendapat kesempatan menguji kemampuan mereka langsung di industri melalui kolaborasi bersama Ichitan dan Lawson.

Dalam kolaborasi tersebut, mahasiswa mengembangkan dua kreasi minuman yang kemudian masuk ke jaringan ritel Lawson. Mereka menggunakan produk Ichitan sebagai bahan dasar, lalu mengolahnya menjadi minuman dengan konsep baru yang siap diperkenalkan kepada konsumen.

Dua kreasi tersebut yaitu Cloud Coconut Mango, yang menggunakan Ichitan Mango Coconut, serta Cloud Sea Salt Choco, yang dikembangkan dari Ichitan Signature Chocolate.

Mahasiswa UBM Terlibat dari Konsep hingga Produk

Kolaborasi ini tidak hanya mengajak mahasiswa membuat minuman. Mereka juga terlibat dalam proses pengembangan produk sejak tahap awal.

Mahasiswa perlu memahami karakter bahan, menentukan konsep, meracik komposisi, hingga menghasilkan minuman yang sesuai untuk konsumen.

Proses tersebut memberi pengalaman berbeda dari pembelajaran yang hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah ide berkembang menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Berdasarkan sumber Universitas Bunda Mulia, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman industri kepada mahasiswa Program Studi Hospitality dan Pariwisata.

Ichitan Jadi Bahan Dasar Kreasi Mahasiswa

Dalam kolaborasi tersebut, Ichitan menyediakan produk minuman sebagai bahan dasar.

Mahasiswa kemudian mengembangkan produk tersebut menjadi dua kreasi baru. Produk pertama memadukan Ichitan Mango Coconut dengan konsep Cloud Coconut Mango.

Sementara itu, Ichitan Signature Chocolate menjadi dasar kreasi Cloud Sea Salt Choco.

Mahasiswa tidak hanya memperhatikan rasa. Mereka juga perlu mempertimbangkan konsep produk dan pengalaman konsumen saat menikmati minuman tersebut.

Lawson Perkenalkan Produk kepada Konsumen

Kolaborasi ini melibatkan tiga pihak dengan peran yang berbeda.

Ichitan menyediakan produk sebagai bahan dasar. Selanjutnya, mahasiswa UBM mengembangkan dan meracik produk menjadi kreasi baru.

Sementara itu, Lawson menjadi mitra ritel yang memperkenalkan hasil kreasi mahasiswa kepada konsumen.

Skema tersebut membuat mahasiswa dapat melihat proses pengembangan produk secara lebih utuh. Mereka tidak berhenti pada tahap eksperimen, tetapi juga mengenal bagaimana produk masuk ke lingkungan ritel.

UBM Dorong Pembelajaran Berbasis Industri

Rektor UBM Doddy Surja Bajuadji mengatakan kolaborasi bersama Ichitan dan Lawson memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa dapat memahami proses pengembangan produk mulai dari menyusun konsep, melakukan peracikan, hingga memperkenalkan produk kepada konsumen melalui jaringan ritel.

“Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran Program Studi Hospitality dan Pariwisata UBM yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui keterlibatan langsung bersama industri,” ujar Doddy dalam rangkaian kegiatan kolaborasi di Alta Tower, Rabu (23/9/2026).

Pengalaman Industri Jadi Bekal Mahasiswa

Keterlibatan langsung dalam pengembangan produk memberi mahasiswa ruang untuk mengasah kompetensi yang mereka pelajari selama kuliah.

Mereka dapat belajar mengenai pengembangan produk, kreativitas, pengolahan minuman, hingga cara memperkenalkan produk kepada konsumen.

Pengalaman tersebut juga membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri hospitality dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, mahasiswa dapat melihat bahwa industri tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kreativitas, kemampuan bekerja sama, pemahaman konsumen, dan kemampuan mengembangkan ide juga menjadi bagian penting dalam dunia profesional.

Kolaborasi Kampus dan Industri Buka Pengalaman Baru

Kolaborasi UBM, Ichitan, dan Lawson memperlihatkan bagaimana pembelajaran dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan industri.

Mahasiswa mendapat ruang untuk menguji pengetahuan melalui proyek nyata. Industri juga dapat berinteraksi langsung dengan calon talenta yang masih berada di bangku kuliah.

Melalui pengalaman seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk. Mereka juga belajar memahami perjalanan sebuah produk dari konsep hingga sampai kepada konsumen.

Bagi mahasiswa hospitality dan pariwisata, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier di industri makanan dan minuman serta ritel.

Pada akhirnya, kreasi Cloud Coconut Mango dan Cloud Sea Salt Choco menjadi contoh bagaimana pembelajaran berbasis proyek dapat menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik industri.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article