EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (UNP), menorehkan prestasi nasional melalui dua inovasi teknologi asistif. Kedua tim meraih penghargaan dalam ajang Kompetisi Mahasiswa Pendidikan Khusus (KOMPAK) 2026 yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Negeri Padang, tim pertama meraih Juara 1 melalui AQUASENSE, perangkat dispenser air otomatis yang membantu penyandang tunanetra mengambil air dengan lebih aman. Sementara itu, tim kedua meraih penghargaan Harapan 2 melalui Braille Audio Room Identifier, inovasi yang memadukan huruf Braille dan audio untuk membantu pengguna tunanetra mengenali ruangan.
AQUASENSE Bantu Tunanetra Mengambil Air dengan Aman
Tim yang dipimpin Ashfiyanisa mengembangkan AQUASENSE sebagai solusi untuk membantu penyandang tunanetra saat menggunakan dispenser. Bersama Maria Oktavia Sidabutar dan Khairani Dara Sandi, mahasiswa angkatan 2024 ini merancang perangkat yang memanfaatkan sensor dan buzzer.
Kedua komponen tersebut membantu pengguna mengenali kondisi saat mengambil air. Inovasi ini berupaya meningkatkan keamanan dan kemandirian penyandang tunanetra dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dr. Johandri Taufan, M.Pd., membimbing tim tersebut selama proses pengembangan inovasi. Melalui AQUASENSE, mereka menunjukkan bagaimana teknologi asistif dapat menjawab kebutuhan aksesibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
Braille Audio Room Identifier Permudah Pengenalan Ruangan
Tim kedua menghadirkan Braille Audio Room Identifier untuk membantu penyandang tunanetra mengenali ruangan dan menentukan arah. Arini Nisaul Khaira memimpin tim ini bersama Ananda Wijaya, mahasiswa angkatan 2023.
Inovasi tersebut menggabungkan informasi berbasis huruf Braille dengan petunjuk audio. Kombinasi ini membantu pengguna memperoleh informasi mengenai identitas ruangan melalui dua bentuk akses yang saling melengkapi.
Dr. Safaruddin, M.Pd., mendampingi tim dalam mengembangkan inovasi tersebut. Mereka merancang perangkat ini untuk mendukung orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra, terutama saat mencari ruangan di lingkungan yang belum familiar.
UNP Raih Pengakuan dalam Kompetisi Nasional
Kedua tim menerima penghargaan melalui Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa UNP, Dr. Elsa Efrina, M.Pd. Yosa Yulia Nasri, M.Pd., selaku pembina Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa (HMD PLB), turut mendampingi penyerahan penghargaan.
Penyerahan penghargaan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Bandung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Temu Kolegial Dosen Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus se-Indonesia.
Selain meraih dua penghargaan, Departemen Pendidikan Luar Biasa UNP juga tercatat sebagai institusi dengan jumlah peserta terbanyak kedua dalam KOMPAK 2026. Capaian ini menunjukkan partisipasi aktif mahasiswa UNP dalam kompetisi yang mendorong pengembangan gagasan dan inovasi di bidang pendidikan khusus.
Dorong Mahasiswa Kembangkan Teknologi Inklusif
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., menyampaikan apresiasi atas prestasi para mahasiswa. Ia berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Prestasi kedua tim juga memperlihatkan peran teknologi asistif dalam mendukung aksesibilitas dan kemandirian penyandang disabilitas. Melalui AQUASENSE dan Braille Audio Room Identifier, mahasiswa UNP menghadirkan gagasan yang berangkat dari kebutuhan nyata pengguna.
Pengembangan inovasi semacam ini dapat memperluas peluang terciptanya lingkungan yang lebih inklusif. Selain mendukung aktivitas sehari-hari penyandang tunanetra, karya mahasiswa juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong solusi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

