Cegah Stunting Sejak Dini, Pemerintah Dorong Pendekatan ABCDE
educare.co.id, Surakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui berbagai program pencegahan yang lebih terintegrasi dan menyeluruh. Kondisi kekurangan gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan anak ini masih menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan nasional.
Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta faktor sosial ekonomi yang tidak mendukung. Menurut Dr. Revi Gama Hatta Novika, S.ST., M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dampak stunting tidak hanya tampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak di masa depan.
“Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menetapkan berbagai langkah untuk mencegah stunting sejak dini, terutama dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu pendekatan yang ditekankan Kemenkes RI adalah metode ABCDE,” terang Dr. Revi dalam siaran tertulis uns (3/6).
Pendekatan ABCDE yang dimaksud mencakup lima langkah utama:
- A – Aktif Minum Tablet Tambah Darah (TTD): Remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet per minggu, sementara ibu hamil satu tablet per hari selama kehamilan (minimal 90 tablet) untuk mencegah anemia yang berdampak pada pertumbuhan janin.
- B – Bumil Teratur Periksa Kehamilan: Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, dengan dua kali pemeriksaan dilakukan oleh dokter menggunakan USG, penting untuk memastikan kesehatan ibu dan perkembangan janin.
- C – Cukupi Konsumsi Protein Hewani: Konsumsi harian protein hewani seperti ikan, telur, daging ayam, dan sapi dianjurkan untuk ibu hamil dan anak usia di atas enam bulan guna mendukung tumbuh kembang optimal.
- D – Datang ke Posyandu Setiap Bulan: Orang tua diimbau rutin membawa anak ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang serta mendapatkan imunisasi yang diperlukan.
- E – Eksklusif Air Susu Ibu (ASI) 6 Bulan: ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat penting, disusul pemberian MPASI bergizi seimbang hingga usia dua tahun.
Selain pendekatan ABCDE, menurut Dr. Revi, pola asuh keluarga juga berperan penting. Gaya pengasuhan yang baik mendukung perilaku makan anak, termasuk kuantitas, kualitas, dan variasi makanan sesuai kebutuhan gizi.
Faktor sanitasi dan akses terhadap air bersih juga tak kalah penting. Lingkungan yang bersih, penggunaan jamban sehat, dan ketersediaan air bersih mampu mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak.
Langkah pencegahan stunting juga melibatkan pemberian imunisasi lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari penyakit menular. Upaya ini sejalan dengan tujuan ketiga dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang di segala usia.
