EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Universitas Kristen Maranatha membawa inovasi kecerdasan buatan (AI) ke panggung internasional. Joshua Christopher Gunawan dan Annabelle Callista Zayne berhasil meraih Gold Medal dan Excellence Award dalam ajang International Early Childhood Care and Education Conference (IECCCE) di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, pada 17 Oktober 2026.
Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC), Universitas Kristen Maranatha.
Dalam kompetisi tersebut, mereka memperkenalkan LittleStory, platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang membantu pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memantau perkembangan anak sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran.
Prestasi ini memiliki arti tersendiri karena Joshua dan Annabelle mengikuti kompetisi melalui jalur umum. Mereka harus berhadapan dengan peserta dari kalangan praktisi, peneliti, dan profesional dari berbagai negara, bukan hanya sesama mahasiswa.
LittleStory Bantu Guru Pantau Perkembangan Anak
LittleStory hadir untuk menjawab tantangan guru PAUD dalam mengelola administrasi dan mengevaluasi perkembangan peserta didik. Platform ini membantu pendidik merekap data serta memantau kemajuan anak secara real-time dan terstruktur.
Sistem tersebut mencakup empat aspek utama perkembangan anak. Pertama, aspek kognitif yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, penalaran, dan pemahaman konsep dasar.
Kedua, aspek bahasa yang mencakup kemampuan literasi, komunikasi verbal, serta penguasaan kosakata. Ketiga, aspek sosial emosional untuk melihat interaksi sosial, pengelolaan emosi, dan empati anak.
Keempat, aspek fisik yang mencakup perkembangan motorik halus dan motorik kasar.
Tidak hanya mengumpulkan data perkembangan, LittleStory juga memanfaatkan algoritma AI untuk menghasilkan rekomendasi tindak lanjut. Rekomendasi tersebut membantu guru menentukan pendekatan dan intervensi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Dengan dukungan teknologi ini, pendidik dapat memperoleh gambaran perkembangan peserta didik secara lebih terarah. Guru juga memiliki bahan pertimbangan untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kemampuan dan kebutuhan anak.
Bersaing di Jalur Umum, LittleStory Raih Dua Penghargaan

Inovasi LittleStory menarik perhatian juri IECCCE di UPSI Malaysia. Platform tersebut berhasil membawa pulang dua penghargaan, yakni Gold Medal dan Excellence Award.
Gold Medal menjadi pengakuan atas capaian inovasi tim dalam kompetisi internasional tersebut. Sementara itu, Excellence Award mengapresiasi kontribusi LittleStory dalam mendukung modernisasi pemantauan perkembangan anak usia dini melalui teknologi digital.
Keikutsertaan melalui jalur umum membuat pencapaian ini semakin menarik. Joshua dan Annabelle tidak hanya bersaing dengan peserta dari lingkungan akademik, tetapi juga praktisi dan profesional yang memiliki pengalaman di bidangnya.
Berdasarkan sumber Universitas Kristen Maranatha, LittleStory dikembangkan sebagai solusi digital untuk mendukung pekerjaan pendidik PAUD. Inovasi tersebut menggabungkan pemanfaatan AI dengan kebutuhan pemantauan tumbuh kembang anak secara terstruktur.
Dapat Bimbingan dari Dua Perguruan Tinggi
Pengembangan LittleStory juga melibatkan kolaborasi lintas institusi. Joshua dan Annabelle mendapat pendampingan dari Oscar Karnalim dari Universitas Kristen Maranatha serta Andrisyah dari IKIP Siliwangi.
Keduanya memberikan arahan teknis dan metodologis selama proses pengembangan platform. Pendampingan tersebut membantu tim mematangkan inovasi hingga siap mengikuti kompetisi di tingkat internasional.
Kolaborasi ini turut memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan karya mahasiswa. Dukungan dosen dan kerja sama antarkampus dapat membuka ruang bagi lahirnya solusi teknologi yang menjawab kebutuhan sektor pendidikan.
Perkuat Kiprah Mahasiswa Maranatha di Bidang AI
Prestasi Joshua dan Annabelle menambah catatan pencapaian mahasiswa Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas Universitas Kristen Maranatha di tingkat internasional.
Melalui Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, kampus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan kecerdasan buatan.
LittleStory menjadi salah satu contoh penerapan keilmuan tersebut dalam sektor pendidikan, khususnya PAUD. Inovasi ini tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga berangkat dari kebutuhan pendidik dalam memahami perkembangan setiap anak.
Raihan Gold Medal dan Excellence Award di Malaysia sekaligus memperlihatkan potensi mahasiswa Indonesia untuk menghadirkan solusi digital yang mendapat pengakuan dalam forum internasional.

