Bukan Sekadar Papan Tulis! Guru Mulai Pakai AI untuk Bikin Kelas Lebih Interaktif

Must read

Kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) mulai membuka cara baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. Guru tidak hanya menggunakan perangkat tersebut untuk menampilkan materi, tetapi juga mengeksplorasi berbagai fitur digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk membuat bahan ajar lebih interaktif.

Para guru mendapatkan pengalaman tersebut saat mengikuti Advokasi Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran yang digelar Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Bandung Barat.

Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan perangkat digital yang tersedia di sekolah.

Digitalisasi Sekolah Tak Cukup dengan Pengadaan Perangkat

Kemendikdasmen menilai keberadaan perangkat digital perlu berjalan bersama dengan peningkatan kompetensi guru. Tanpa kemampuan yang memadai, teknologi di ruang kelas sulit memberi dampak maksimal terhadap proses belajar.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto mengatakan teknologi seharusnya memperkuat peran guru, bukan menggantikannya.

“Teknologi tidak menggantikan peran guru. Justru teknologi harus memperkuat kemampuan dan peran guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid,” ujar Gogot.

Menurutnya, guru perlu terus belajar dan berkolaborasi agar penggunaan perangkat digital tidak berhenti pada aktivitas menampilkan materi di depan kelas.

Karena itu, Gogot ingin PID benar-benar masuk ke dalam aktivitas belajar sehari-hari.

“Kami ingin Papan Interaktif Digital tidak berhenti menjadi perangkat di ruang kelas. Perangkat ini harus hidup dalam proses pembelajaran,” katanya.

Ia berharap guru dapat menggunakan PID untuk menjelaskan konsep secara lebih menarik, membuka ruang interaksi, dan mendorong kreativitas siswa.

Guru Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan AI

Salah satu guru yang merasakan manfaat kegiatan tersebut ialah Sumirah, guru Matematika SMPN 1 Atap Rimbakarya, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam pelatihan, Sumirah mempelajari berbagai pemanfaatan PID. Materinya mencakup penyusunan perencanaan, pembuatan media pembelajaran interaktif, hingga pengembangan Learning Management System (LMS) dengan bantuan AI.

“Kami belajar memanfaatkan papan interaktif digital di sekolah. Mulai dari menyusun perencanaan, membuat media pembelajaran interaktif, hingga mengembangkan Learning Management System menggunakan kecerdasan artifisial,” ujar Sumirah.

Setelah pelatihan, Sumirah berencana mengolah kembali materi yang ia dapatkan. Ia ingin menyesuaikan perencanaan, bahan ajar, dan media pembelajaran dengan kondisi siswa di kelas.

Guru Ingin Bikin Pelajaran Matematika Lebih Menarik

Bagi Sumirah, teknologi digital juga membuka peluang untuk membuat pembelajaran Matematika lebih aktif.

Ia berharap siswa yang sebelumnya pasif dapat lebih terlibat saat mengikuti pembelajaran. Dengan media yang lebih variatif, Sumirah ingin membuat materi Matematika terasa lebih menarik bagi siswa.

“Banyak siswa yang tadinya pasif bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, terutama di pelajaran Matematika yang tadinya mungkin membosankan dan mumet, jadi lebih antusias,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas cara mengajar sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa.

Guru Mulai Kenali Fitur PID Lebih Dalam

Dewa Romshani, guru SMP PGRI 385 Puteran, juga merasakan manfaat pelatihan tersebut. Ia mengaku menemukan sejumlah fitur PID yang sebelumnya belum ia ketahui.

Beberapa fitur tersebut antara lain penggunaan lima jari, pengoperasian dua layar, hingga penerjemahan otomatis ke Bahasa Inggris.

“Saya baru tahu bahwa papan interaktif ini juga mendukung Bahasa Inggris, termasuk fitur terjemahan otomatis,” kata Dewa.

Bagi Dewa, pengalaman itu mengubah cara pandangnya terhadap penggunaan media dalam pembelajaran.

Ia menyadari bahwa proses belajar tidak hanya bergantung pada materi. Karena itu, guru perlu memilih media yang membantu siswa memahami sekaligus mengembangkan materi pembelajaran.

“Saya jadi memahami bahwa belajar bukan hanya soal materi. Guru juga perlu mengembangkan media belajar dengan bantuan AI dan papan interaktif ini,” ujarnya.

Dewa Siapkan Berbagi Pengetahuan dengan Guru Lain

Dewa ingin membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan guru di sekolahnya. Ia berencana membagikan pengalaman tersebut kepada rekan-rekan guru di sekolah.

Selain itu, ia akan kembali mengeksplorasi berbagai materi pelatihan untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih beragam.

“Yang pertama tadi sudah saya sebutkan akan share kembali kepada guru-guru rekan-rekan saya di sekolah. Kemudian yang kedua, tentunya kepada siswa yang menjadi tujuan utama dari pelatihan advokasi ini adalah mengembangkan kembali media-media ajar,” katanya.

Menurut Dewa, penggunaan PID juga dapat mendorong siswa untuk lebih kreatif saat mengikuti pembelajaran.

Dewa Minta Pelatihan Menjangkau Lebih Banyak Guru

Dewa berharap kegiatan advokasi serupa dapat menjangkau lebih banyak guru. Saat ini, peserta pelatihan berasal dari perwakilan sekolah.

Menurutnya, perluasan peserta akan membantu lebih banyak guru memahami dan memanfaatkan perangkat digital secara langsung.

“Mungkin ke depannya bisa lebih banyak lagi untuk guru-guru yang lain untuk bisa mengikuti pelatihan advokasi ini,” tutur Dewa.

Ia juga menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi guru yang mengajar di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan.

PID Jadi Awal, Bukan Akhir Digitalisasi Pembelajaran

Pengalaman Sumirah dan Dewa menunjukkan bahwa pemberian perangkat digital baru menjadi langkah awal. Setelah itu, guru perlu terus mencoba, mengeksplorasi fitur, dan menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan siswa.

Karena itu, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam digitalisasi pembelajaran. Dengan dukungan tersebut, PID dan AI dapat semakin dekat dengan aktivitas belajar sehari-hari.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan bukan hanya terlihat dari banyaknya perangkat yang tersedia di sekolah. Ukurannya juga terletak pada kemampuan guru memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan setiap siswa.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img