EDUCARE.CO.ID – Kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, kini memiliki ikon wisata religi baru. Masjid Apung An-Nur yang berdiri di kawasan Pantai Ria Ancol resmi dibuka untuk masyarakat setelah melalui proses pembangunan selama beberapa tahun.
Bangunan masjid yang berdiri di atas permukaan laut ini tidak hanya menawarkan tempat ibadah bagi umat Islam. Kehadirannya juga menambah daya tarik kawasan pesisir Jakarta dengan konsep arsitektur yang memadukan nilai keislaman dan keindahan lingkungan laut.
Gagasan pembangunan masjid ini bermula pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pengelola kawasan Ancol kemudian memulai pembangunan melalui prosesi peletakan batu pertama pada November 2019.
Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat pengerjaan proyek tersebut. Setelah kondisi berangsur pulih, pengelola kembali melanjutkan pembangunan fisik pada Mei 2024 hingga rampung pada akhir Juli 2026.
Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur pada Jumat (16/10/2026). Peresmian tersebut sekaligus menandai penggunaan masjid melalui pelaksanaan salat Jumat perdana bersama masyarakat dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan masjid yang sempat menghadapi kendala. Ia memilih nama An-Nur yang berarti cahaya sebagai harapan agar masjid tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Penuh cahaya dan mudah-mudahan ini membawa berkah bagi masyarakat Jakarta. Saya yakin ini akan menjadi landmark baru wisata keagamaan,” kata Pramono saat meresmikan masjid tersebut.
Nama An-Nur mencerminkan harapan agar masjid ini menjadi ruang ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melihat potensinya sebagai salah satu penanda baru wisata religi di Ibu Kota.
Pembangunan Masjid Apung Ancol Telan Anggaran Rp50 Miliar
Pembangunan Masjid Apung An-Nur menghabiskan anggaran sekitar Rp50 miliar. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selaku pengelola kawasan membiayai seluruh kebutuhan proyek melalui kas korporasi.
Dengan demikian, proyek pembangunan masjid ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan tersebut menjadi bagian dari dukungan pengelola Ancol terhadap pengembangan fasilitas kawasan wisata.
Masjid ini memiliki kapasitas untuk menampung ratusan hingga ribuan jemaah. Selain menyediakan ruang ibadah, pengelola juga menyiapkan kawasan masjid sebagai ruang publik bagi berbagai aktivitas masyarakat.
Proyek ini menghabiskan sekitar Rp50 miliar dari kas korporasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pembangunannya berlangsung dalam beberapa tahap sejak peletakan batu pertama pada November 2019 hingga penyelesaian fisik pada Juli 2026.
Arsitektur Masjid Apung Ancol Mengusung Filosofi Bahtera Iman
Arsitek Indonesia Andra Matin merancang Masjid Apung An-Nur dengan filosofi “Bahtera Iman”. Konsep tersebut menghadirkan bentuk bangunan menyerupai kapal yang sedang berlayar di atas laut.
Desain masjid menampilkan permainan bentuk geometris dan ornamen yang memuat unsur nilai-nilai keislaman. Perpaduan tersebut menciptakan karakter bangunan yang berbeda dari masjid pada umumnya.
Posisi bangunan di kawasan pesisir juga memperkuat hubungan antara desain arsitektur dan lingkungan sekitarnya. Pengunjung dapat melihat masjid sebagai bagian dari lanskap laut Ancol sekaligus menikmati suasana kawasan ibadah yang berada di atas permukaan air.
Konsep Bahtera Iman juga menghadirkan makna simbolis. Bentuk kapal dapat dimaknai sebagai gambaran perjalanan spiritual yang mengajak umat untuk terus menjaga keimanan.
Masjid Apung An-Nur Tambah Destinasi Wisata Religi Jakarta
Kehadiran Masjid Apung An-Nur memperluas pilihan wisata religi di Jakarta. Masyarakat kini dapat mengunjungi kawasan tersebut untuk beribadah sekaligus menikmati arsitektur masjid di lingkungan pesisir.
Pengelola juga menyebut kawasan masjid sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan spiritual, literasi digital, dan rekreasi budaya. Fungsi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan masjid dalam berbagai aktivitas positif.
Selain menjadi fasilitas ibadah, keberadaan masjid juga memperkaya daya tarik wisata Ancol. Pengunjung dapat mengenal sisi lain kawasan wisata pesisir yang selama ini identik dengan rekreasi keluarga dan hiburan.
Dengan konsep arsitektur yang khas serta lokasi di atas laut, Masjid Apung An-Nur menambah pilihan ruang keagamaan bagi warga Jakarta dan wisatawan. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bagaimana fasilitas ibadah dapat berperan dalam pengembangan ruang publik dan wisata religi di Ibu Kota.

