Belajar Deforestasi Lewat VR, Inovasi Mahasiswa UMS Raih Gold Medal IIEX 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Deforestasi tidak hanya mengurangi tutupan hutan. Alih fungsi hutan alami menjadi perkebunan sawit juga mengubah habitat satwa dan ekosistem.

Mahasiswa Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengangkat persoalan tersebut melalui teknologi Virtual Reality (VR).

Mereka mengembangkan GreenGuard VR, sebuah media pembelajaran yang mengajak pengguna melihat perubahan kondisi hutan secara virtual.

Pengguna dapat membandingkan hutan alami dengan area yang mengalami deforestasi. Pengalaman tersebut membantu pengguna memahami dampak alih fungsi hutan secara lebih interaktif.

Tim pengembang terdiri atas Danu Lanarjati, Ayu Mufti Rizqiana, Meysa Anggit Aqila, Sela Dewi Mailani, dan Raffi Raditya Helga.

Mereka mengembangkan inovasi bertajuk GreenGuard VR: Sistem Simulasi dan Edukasi Pencegahan Deforestasi Berbasis Realitas Virtual.

Dosen Pendidikan Geografi UMS Siti Hadiyati Nur Hafida, S.Pd., M.Sc., Ph.D. membimbing pengembangan inovasi tersebut.

GreenGuard VR berhasil meraih Gold Medal Achievement kategori Environmental dalam Indonesia International Invention Expo (IIEX) 2026.

GreenGuard VR Gambarkan Dampak Deforestasi

Danu menjelaskan alasan tim memilih isu alih fungsi hutan alami menjadi perkebunan sawit.

Menurutnya, deforestasi membawa dampak luas dan dapat berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, tim ingin menghadirkan media yang membuat pengguna melihat perubahan lingkungan secara langsung.

“Hal tersebut membuat kami mengambil isu lingkungan yakni alih fungsi hutan alami menjadi perkebunan sawit jadi kami membuat replika hutan alami dan kebun sawit supaya pengguna bisa melihat secara langsung dampak yang ditimbulkan dari deforestasi,” kata Danu, Kamis (16/9/2026).

Tim kemudian membuat dua lingkungan virtual. Lingkungan pertama menggambarkan hutan alami. Lingkungan kedua menampilkan area perkebunan sawit.

Perbandingan tersebut membantu pengguna memahami perubahan lingkungan akibat deforestasi.

GreenGuard VR Jadi Media Edukasi Deforestasi

GreenGuard VR mengajak pengguna menjelajahi lingkungan hutan melalui teknologi virtual reality.

Pengguna dapat melihat kondisi hutan yang masih asri. Mereka juga dapat membandingkannya dengan kondisi hutan setelah mengalami deforestasi.

Tim melengkapi pengalaman virtual tersebut dengan materi edukasi. Materinya terdiri atas video, poster, dan kuis.

Materi tersebut membahas penyebab deforestasi, dampaknya terhadap lingkungan, serta berbagai upaya pencegahannya.

Tim juga menguji kelayakan GreenGuard VR sebagai media pembelajaran. Mereka melibatkan ahli materi dan ahli media dalam proses validasi.

Hasil validasi menunjukkan bahwa GreenGuard VR layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Tim juga telah memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan untuk inovasi tersebut.

Danu mengatakan GreenGuard VR menawarkan cara belajar yang lebih nyata dan interaktif.

“GreenGuard VR menawarkan solusi melalui pendekatan edukasi berbasis Virtual Reality yang memungkinkan pengguna memahami persoalan deforestasi secara lebih nyata dan interaktif,” ujar Danu.

Selanjutnya, tim ingin melakukan uji coba dengan cakupan yang lebih luas. Mereka akan melibatkan siswa dan pendidik dalam proses tersebut.

Uji coba itu bertujuan melihat efektivitas GreenGuard VR dalam kegiatan pembelajaran.

Mahasiswa Pendidikan Geografi Pelajari Teknologi VR

Pengembangan GreenGuard VR juga menghadirkan tantangan bagi mahasiswa Pendidikan Geografi UMS.

Tim harus mempelajari Unity untuk membangun sistem virtual reality. Mereka juga mempelajari cara membuat lingkungan tiga dimensi.

Selain kemampuan teknis, tim perlu menguasai cara mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam pengalaman virtual.

Tantangan terbesar tidak hanya terletak pada tampilan visual. Tim juga harus memastikan GreenGuard VR tetap memiliki nilai edukasi.

Materi tentang deforestasi harus tersampaikan dengan jelas. Pengguna juga perlu memahami pesan lingkungan setelah mengikuti simulasi.

Proses tersebut membuat anggota tim mempelajari berbagai keterampilan baru. Mereka tidak hanya mengembangkan materi Pendidikan Geografi, tetapi juga memadukannya dengan teknologi digital.

IIEX 2026 Jadi Ruang Pengembangan Inovasi

Keikutsertaan dalam IIEX 2026 menjadi bagian penting dalam perjalanan GreenGuard VR.

Melalui ajang tersebut, tim dapat memperkenalkan karya mereka kepada publik. Mereka juga memperoleh masukan untuk pengembangan inovasi selanjutnya.

Pengalaman itu memberi kesempatan bagi mahasiswa Pendidikan Geografi UMS untuk menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran lingkungan.

Prestasi Gold Medal pada kategori Environmental juga menjadi pencapaian bagi tim setelah melalui proses pengembangan dan persiapan.

Tim tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Mereka berencana terus mengembangkan GreenGuard VR agar manfaatnya semakin luas.

Mereka juga ingin membawa inovasi tersebut ke ajang kompetisi lainnya.

Danu berharap GreenGuard VR dapat membantu generasi muda memahami pentingnya menjaga hutan.

“Kami berharap GreenGuard VR dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan,” kata Danu.

GreenGuard VR menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkaya pembelajaran Pendidikan Geografi. Melalui simulasi virtual, mahasiswa mencoba menghadirkan persoalan deforestasi dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.

Inovasi tersebut juga membuka peluang bagi pembelajaran lingkungan yang lebih interaktif. Siswa dan pendidik nantinya dapat menggunakan pengalaman virtual untuk memahami perubahan hutan serta pentingnya menjaga ekosistem.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article