EDUCARE.CO.ID – Empat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara III Project iDEA 2026 melalui inovasi Breathe & Screen. Tim lintas fakultas bernama Farkes Fun tersebut menawarkan pendekatan skrining kanker paru yang lebih praktis dengan mengadaptasi teknologi aeoNose.
Project iDEA 2026 digelar oleh AstraZeneca. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan.
Tim Farkes Fun terdiri dari Fayza Kaleya Zulkarnaen dan Syarifah Aminah Alatas dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR. Sementara itu, Nadia Ayu Lutfiya Kurniawan dan Tiara Lana Putri Sugiarmoko berasal dari Fakultas Farmasi (FF) UNAIR.
Melalui Breathe & Screen, keempat mahasiswa tersebut ingin memperluas akses skrining sekaligus mendorong deteksi dini kanker paru di Indonesia.
Berawal dari Masalah Akses Skrining
Ide Farkes Fun bermula ketika Fayza menemukan informasi Project iDEA 2026 melalui unggahan LinkedIn AstraZeneca.
Ia kemudian mengajak Aminah, teman sekelasnya di FKM UNAIR, untuk mengikuti kompetisi tersebut. Setelah itu, Fayza mengundang Lana dan Nadia dari Fakultas Farmasi untuk bergabung.
Kolaborasi lintas fakultas tersebut mempertemukan sudut pandang kesehatan masyarakat dan farmasi. Dari diskusi itu, tim mulai mencari persoalan kesehatan yang membutuhkan solusi praktis.
Farkes Fun kemudian menyoroti akses skrining kanker paru. Selain keterbatasan akses, stigma di masyarakat juga menjadi salah satu tantangan dalam mendorong pemeriksaan lebih awal.
Dari persoalan tersebut, tim mengembangkan pertanyaan utama:
“What if Lung Cancer Screening Were Just a Breath Away?”
Pertanyaan itu kemudian menjadi dasar pengembangan Breathe & Screen. Tim mengadaptasi teknologi aeoNose untuk membuat proses skrining lebih sederhana dan cepat.
Fayza mengatakan tim ingin menghadirkan solusi yang realistis dan mudah diterapkan di masyarakat.
“Kami ingin membuat produk yang dapat meningkatkan skrining di Indonesia dengan cara yang lebih cepat, mudah, dan murah. Kami sangat mempertimbangkan aspek praktikalitas dan kelayakan di masyarakat, bagaimana produk kami dapat digunakan apabila terlaksana secara nyata,” tutur Fayza.
Breathe & Screen Dorong Deteksi Dini Kanker Paru
Farkes Fun mengembangkan Breathe & Screen untuk mendukung proses deteksi dini kanker paru.
Tim tidak hanya mempertimbangkan teknologi. Mereka juga memikirkan cara masyarakat menerima dan menggunakan solusi tersebut.
Karena itu, Farkes Fun mempertimbangkan keterlibatan tokoh masyarakat dalam proses edukasi. Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus penerimaan masyarakat terhadap skrining kanker paru.
Langkah ini terutama menyasar kelompok yang masuk dalam target early screening.
Tiara menjelaskan bahwa tim ingin menghadirkan teknologi yang dapat membantu memperluas akses skrining.
“Kami ingin mendukung proses skrining dini kanker paru melalui teknologi yang lebih mudah dan praktis. Kami berharap inovasi ini dapat turut mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, terutama melalui perluasan akses terhadap skrining awal,” jelas Tiara.
Mahasiswa UNAIR Pikirkan Kelayakan di Lapangan
Pengembangan inovasi tidak berjalan tanpa tantangan. Farkes Fun harus memastikan Breathe & Screen dapat menjawab kondisi nyata masyarakat Indonesia.
Salah satu tantangan terbesar muncul dari keterbatasan akses terhadap skrining kanker paru. Karena itu, tim harus menghitung biaya, menyusun strategi pendekatan, dan mencari bentuk solusi yang mudah digunakan.
Nadia mengatakan tim harus memastikan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai gagasan kompetisi.
“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah memastikan solusi ini benar-benar applicable bagi masyarakat Indonesia yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap skrining kanker paru. Kami harus memikirkan strategi pendekatan, biaya yang realistis, serta ide yang praktis dan sederhana agar mudah diakses dan dijalankan di lapangan,” tutur Nadia.
Pertimbangan tersebut membuat Farkes Fun tidak hanya fokus pada aspek teknologi. Tim juga memperhatikan faktor biaya, aksesibilitas, penerimaan masyarakat, dan kemungkinan penerapan di lapangan.
Juara III Jadi Bukti Kekuatan Kolaborasi
Perolehan Juara III Project iDEA 2026 memberikan pengalaman baru bagi empat anggota Farkes Fun.
Mereka melihat perbedaan latar belakang akademik sebagai kekuatan. Perspektif kesehatan masyarakat dan farmasi justru membantu tim melihat persoalan dari sisi yang berbeda.
Aminah mengatakan proses kolaborasi tersebut mengajarkan tim untuk mengolah berbagai gagasan menjadi satu solusi.
“Kami belajar bahwa penggabungan dari perbedaan pemikiran itu adalah sebuah kekuatan untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Kami menggabungkan berbagai pemikiran yang kami miliki dan terciptalah Breathe & Screen. Sebuah inovasi yang tampak sederhana tetapi dapat menjawab permasalahan nyata masyarakat Indonesia,” ungkap Aminah.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan inovasi kesehatan.
Setiap anggota membawa pengetahuan dari bidang masing-masing. Mereka kemudian menggabungkannya untuk menemukan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Farkes Fun Siapkan Pengembangan dan Pilot Project
Setelah meraih Juara III, Farkes Fun tidak ingin berhenti pada kompetisi.
Tim berencana mengembangkan Breathe & Screen lebih lanjut. Mereka juga mempertimbangkan pelaksanaan pilot project di sejumlah wilayah.
Tahap tersebut dapat membantu tim mengumpulkan bukti sekaligus mengevaluasi penerapan inovasi sebelum memperluas penggunaannya.
Proses evaluasi juga penting untuk melihat apakah konsep yang mereka kembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, Farkes Fun dapat memperbaiki solusi berdasarkan temuan di lapangan, bukan hanya berdasarkan asumsi.
Mahasiswa UNAIR Diajak Berani Bawa Ide ke Kompetisi
Pengalaman mengikuti Project iDEA 2026 juga menjadi pesan bagi mahasiswa lain di UNAIR.
Nadia mendorong mahasiswa agar tidak ragu membawa gagasan ke berbagai kompetisi. Menurutnya, sebuah inovasi tidak selalu harus berawal dari konsep yang rumit.
Ide sederhana pun dapat berkembang ketika mahasiswa mampu melihat persoalan nyata dan mencari solusi yang relevan.
Perjalanan Farkes Fun melalui Breathe & Screen menunjukkan bahwa kolaborasi lintas fakultas dapat melahirkan gagasan untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat.
Dengan pengalaman tersebut, keempat mahasiswa UNAIR kini memiliki ruang untuk mengembangkan inovasi mereka lebih jauh. Rencana pilot project menjadi salah satu langkah berikutnya untuk menguji kelayakan Breathe & Screen di masyarakat.
Pada akhirnya, prestasi Farkes Fun di Project iDEA 2026 tidak hanya menghadirkan penghargaan. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat menggabungkan ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial untuk menghasilkan inovasi kesehatan.
Penulis: Andini Namira Saskirana

