EDUCARE.CO.ID – Murid Indonesia kembali mengukir prestasi di ajang internasional. Tim Indonesia berhasil membawa pulang empat medali perunggu dan satu Honorable Mention dalam 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 10–21 Juli 2026.
Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam mencetak talenta muda berprestasi di bidang matematika. Capaian itu juga memperkuat hasil pembinaan yang selama ini dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen, Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengapresiasi perjuangan seluruh anggota tim Indonesia. Menurutnya, setiap medali lahir dari kerja keras peserta, pembina, sekolah, orang tua, serta berbagai pihak yang mendukung proses pembinaan secara berkelanjutan.
“Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ajang International Mathematical Olympiad 2026. Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Irene.
Empat Murid Indonesia Persembahkan Medali Perunggu
Empat medali perunggu Indonesia berasal dari:
- Jayden Jurianto – SMAK 1 Penabur Jakarta
- Steven Abiel Cahyono – SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
- Danica Odelia – SMAK Penabur Gading Serpong
- Yusril Ihsan Adinatanegara – SMAN 1 Glagah, Banyuwangi
Sementara itu, Matthew Ravanelli Tjiptono dari SMAK Penabur Banda meraih Honorable Mention.
Sebelum berangkat ke Shanghai, seluruh peserta mengikuti seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN). Setelah lolos, mereka menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan Puspresnas.
Program tersebut membantu peserta memperdalam materi, menyusun strategi penyelesaian soal, sekaligus membangun kesiapan mental menghadapi kompetisi tingkat dunia.
Soal IMO 2026 Diakui Sangat Menantang
Koordinator Pembina IMO 2026 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Aleams Barra, mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal tahun ini cukup tinggi. Meski begitu, tim Indonesia tetap mampu menunjukkan performa yang membanggakan.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurut Barra, hasil tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan pembinaan sehingga Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada IMO berikutnya.
Jayden Bangga Kembali Wakili Indonesia
Peraih medali perunggu, Jayden Jurianto, mengaku bangga karena kembali dipercaya mewakili Indonesia pada kompetisi internasional.
Sebelumnya, ia juga meraih medali perunggu dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
“Bangga bisa berkesempatan mewakili Indonesia kembali ke ajang internasional. Untuk IMO tes dilakukan secara dua hari berturut-turut. Setiap hari itu ada tiga soal,” kata Jayden.
Danica dan Yusril Bersyukur Raih Prestasi Dunia
Hal serupa disampaikan Danica Odelia. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi internasional dengan dukungan penuh dari Kemendikdasmen dan Puspresnas.
“Tes berlangsung kondusif dan lancar. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang sudah memfasilitasi kami untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Yusril Ihsan Adinatanegara mengaku sempat merasa cemas sebelum pengumuman hasil lomba.
“Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali, tetapi puji syukur akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026,” ungkap Yusril.
IMO Jadi Olimpiade Matematika Paling Bergengsi di Dunia
International Mathematical Olympiad merupakan kompetisi matematika paling bergengsi bagi pelajar jenjang menengah di dunia.
Pada penyelenggaraan ke-67 tahun ini, sebanyak 685 peserta dari 119 negara bersaing menyelesaikan enam soal matematika tingkat lanjut selama dua hari kompetisi.
Keberhasilan Indonesia membawa pulang empat medali perunggu kembali menunjukkan bahwa talenta muda Tanah Air mampu bersaing di panggung internasional.
Kemendikdasmen berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat melahirkan lebih banyak generasi berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.



