EDUCARE.CO.ID – Alumni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Ulfah Abqari, berhasil meraih gelar Doktor dari Erasmus Medical Center (Erasmus MC), Rotterdam, Belanda. Prestasi tersebut lahir melalui riset yang menghadirkan inovasi digital untuk mempercepat deteksi dini penyakit kusta di Indonesia.
Berdasarkan siaran pers Universitas Airlangga, Ulfah menjalani sidang promosi doktor pada Jumat (26/6/2026) di Senate Hall, Erasmus Building, Rotterdam. Delapan penguji dari Erasmus MC, Delft University of Technology, Leiden University Medical Center (LUMC), dan Universitas Airlangga menguji hasil penelitiannya.
Disertasi yang ia susun berjudul Early Detection of Skin Diseases in Indonesia through Raising Awareness by mHealth: Design, Validation, and Evaluation of the DEDIKASI-app.
DEDIKASI-app Permudah Deteksi Dini Kusta
Melalui penelitian tersebut, Ulfah mengembangkan DEDIKASI-app, aplikasi berbasis mobile health (mHealth) yang membantu masyarakat mengenali gejala penyakit kulit sejak dini, terutama kusta.
Aplikasi ini menggabungkan edukasi kesehatan dengan layanan skrining awal melalui telepon pintar. Pendekatan tersebut membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi kesehatan tanpa merasa takut terhadap stigma sosial.
Inovasi ini juga mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan lebih cepat sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan sebelum muncul kecacatan akibat kusta.
Kolaborasi Internasional Perkuat Riset
Keberhasilan penelitian ini lahir dari kolaborasi antara FKM Universitas Airlangga dan Erasmus Medical Center.
Promotor dari Erasmus MC membimbing Ulfah selama proses penelitian. Dua ko-promotor turut mendampingi, termasuk Dr. M. Atoillah Isfandiari dari FKM UNAIR.
Menurut Dr. Atoillah, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia.
“Salah satu upaya yang dapat membantu pemerintah dalam program eliminasi kusta adalah dengan destigmatisasi kusta. Salah satu strateginya adalah memanfaatkan teknologi, dalam hal ini mobile apps,” ujarnya.
Inovasi Digital Bantu Kurangi Stigma
Indonesia masih berada di jajaran negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia. Banyak penderita terlambat memeriksakan diri karena khawatir menghadapi stigma dari lingkungan sekitar.
DEDIKASI-app hadir sebagai solusi yang memberi ruang bagi masyarakat untuk melakukan skrining awal secara lebih nyaman dan privat. Cara tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran sekaligus mempercepat penemuan kasus baru.
Selain membantu proses deteksi dini, aplikasi ini juga mendukung target pemerintah dalam mempercepat eliminasi kusta melalui pemanfaatan teknologi kesehatan.
Bukti Daya Saing Alumni Indonesia
Prestasi Ulfah menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Universitas Airlangga menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi riset internasional dapat melahirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi akademisi nasional di tingkat global.




