EDUCARE.CO.ID – Festival kreatif Taman Brightspot 2026 kembali hadir di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan. Pengunjung dapat menikmati kuliner, pertunjukan musik, ruang piknik, dan berbagai aktivitas kreatif di tengah suasana hijau perkotaan.
Penyelenggara menggelar festival ini selama dua akhir pekan, yaitu 31 Juli–2 Agustus 2026 dan 7–9 Agustus 2026.
Hadirkan Lebih dari 120 Tenant Kurasi
Taman Brightspot menghadirkan lebih dari 120 tenant pilihan yang lolos proses kurasi. Menariknya, sekitar 40 persen tenant baru pertama kali mengikuti festival ini.
Founder Brightspot & Future 10, Anton Wirjono, melihat perkembangan UMKM semakin positif, terutama dari sisi kualitas produk dan pengelolaan merek.
“Saya senang melihat UMKM berkembang pesat. Dari sisi branding dan kualitas, banyak produk mereka sudah sangat baik,” ujarnya di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Konsep Piknik di Tengah Kota Jakarta
Taman Brightspot tetap mempertahankan konsep piknik luar ruangan di tengah kota. Karena itu, penyelenggara memilih tenant kuliner yang cocok dinikmati di area terbuka.
“Temanya piknik outdoor di tengah Kota Jakarta. Kami memilih makanan yang cocok untuk dinikmati di ruang terbuka,” kata Anton.
Selain itu, Urban Forest Cipete menawarkan area rerumputan luas dan akses transportasi umum yang mudah dijangkau masyarakat.
Targetkan 85 Ribu Pengunjung
Pada penyelenggaraan tahun ini, Taman Brightspot menargetkan sekitar 85 ribu pengunjung. Target tersebut menyamai capaian tahun sebelumnya dan meningkat dibandingkan sekitar 65 ribu pengunjung pada periode sebelumnya.
Anton menyebut sekitar 60 persen pengunjung tahun lalu datang menggunakan MRT. Karena itu, panitia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum.
Musisi Lokal Meramaikan Festival
Selain kuliner dan produk kreatif, Taman Brightspot juga menghadirkan sejumlah musisi lokal. Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Pure Saturday, Andien, Batavia Collective, dan Aziz Hendra.
Dengan hadirnya berbagai genre musik, pengunjung dapat menikmati suasana festival yang lebih beragam.
Seleksi Tenant Berlangsung Ketat
Marketing & Partnership Brightspot, Hendrick Setio, menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha harus melewati beberapa tahap seleksi.
Calon tenant mengirim profil usaha, menu, konsep booth, dan informasi harga. Setelah itu, tim Brightspot menilai konsep bisnis, kualitas produk, dan desain booth. Bahkan, tim juga menguji sampel produk melalui metode blind test sebelum menetapkan tenant terpilih.
Beragam Area Kuliner dan Produk Kreatif
Pengunjung dapat menjelajahi beberapa area dengan tema berbeda. Area dekat parkiran belakang menghadirkan tenant khusus kebutuhan hewan peliharaan.
Sementara itu, area lantai atas menampilkan tenant fesyen, aksesori, sepatu, dan kuliner. Di area luar ruangan, pengunjung bisa menemukan berbagai pilihan makanan berat.
Untuk pencinta makanan manis dan minuman, area The Gallery menyediakan roti, nastar, salt bread, donat, hingga minuman berbasis matcha.
Gratis Masuk dan Ramah Hewan Peliharaan
Taman Brightspot tidak memungut biaya masuk. Namun, pengunjung disarankan menyiapkan metode pembayaran non-tunai untuk bertransaksi.
Selain itu, panitia memperbolehkan pengunjung membawa hewan peliharaan dengan syarat menggunakan popok dan tali pengaman.
Ruang Terbuka untuk Berkumpul dan Berkolaborasi
Anton menegaskan bahwa Taman Brightspot ingin menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk bertemu, menikmati kreativitas lokal, dan membangun jejaring.
“Taman Brightspot selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin datang, bertemu, dan berbagi. Kami percaya kota yang hidup adalah kota yang memberi ruang bagi warganya untuk saling terhubung,” ujarnya.
Melalui festival ini, penyelenggara berharap semakin banyak warga Jakarta menikmati ruang hijau kota sambil mendukung karya kreatif lokal dan UMKM Indonesia.
Penulis: Andini Namira Saskirana



