Kemenpar Luncurkan “Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025”
educare.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi meluncurkan program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2025, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem usaha pariwisata nasional. Program ini dirancang sebagai wadah pendampingan dan percepatan skala usaha bagi pelaku industri pariwisata agar lebih kompetitif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Diluncurkan di Aryaduta Hotel, Jakarta Pusat, WISH 2025 bertujuan menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha pariwisata, terutama keterbatasan akses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi. Program ini juga didesain untuk mendorong pertumbuhan usaha melalui penguatan jejaring pasar dan kontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menekankan bahwa ragam produk pariwisata Indonesia yang semakin luas harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dalam memahami peta pasar dan potensi produk sesuai dengan special interest market yang sedang berkembang.
“Melalui WISH ini, kita ingin mendorong tumbuhnya produk-produk baru yang kemudian bisa menggaet market-market baru atau market lama yang tertarik ke hal yang baru sekarang. Semoga program WISH ini ke depan terus berkelanjutan,” kata Rizki Handayani, dalam siaran tertulis Kemenpar (28/7).
Fokus pada Tiga Sektor Prioritas: Gastronomi, Wellness, dan Bahari
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar, Hanifah Makarim, menambahkan bahwa penguatan kapasitas industri lokal, khususnya di destinasi wisata, menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing sektor ini.
“Jadi pengembangan usaha ini bisa mengikuti akses pasar maupun akses permodalan. Karena kita melihat permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha itu bukan hanya akses permodalan tapi juga akses pasar,” ujar Hanifah.
WISH 2025 akan menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan para pelaku industri dengan pemerintah, penyedia pendanaan, dan komunitas untuk mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Tahun ini, program akan berfokus pada tiga sektor unggulan: gastronomi, wellness, dan pariwisata bahari.
Rangkaian kegiatan WISH mencakup sejumlah tahapan, dimulai dari open call yang dibuka pada 24 Juli hingga 15 Agustus 2025, diikuti dengan proses seleksi 500 besar, kemudian penyaringan ke 100, 50, dan 25 peserta terbaik. Para peserta terpilih akan mengikuti program peningkatan kapasitas, dilanjutkan dengan pitching forum pada September, dan ditutup dengan acara awarding pada 1 Oktober 2025.
Dukungan Promosi dan Katalog Bisnis untuk Peserta Terpilih
Selain pendampingan, WISH juga akan memberikan dukungan promosi melalui pembuatan katalog bisnis peserta terpilih yang akan diteruskan ke Deputi Pemasaran Kemenpar untuk ditampilkan dalam berbagai kegiatan pemasaran.
“Kami berharap dari program ini juga nantinya banyak muncul kemitraan-kemitraan baru. Nantinya dari program ini, pelaku usaha yang terpilih akan kami buatkan katalog. Kami masukkan dalam katalog dan katalog ini akan kami sampaikan ke Deputi Pemasaran di Kemenpar. Merekalah yang nanti akan membantu mempromosikan pelaku usaha pariwisata itu di event-event pemasaran,” jelas Hanifah.
Program ini terbuka bagi pelaku usaha di 13 bidang usaha pariwisata, termasuk akomodasi, restoran, kafe, transportasi, dan lainnya. Informasi lengkap serta pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi: sisupar.kemenparekraf.go.id.
Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi antara lain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), telah menjalankan usaha minimal dua tahun, dan memiliki omzet tahunan minimal Rp1 miliar.
Setelah program berakhir, Kemenpar akan melakukan proses monitoring dan evaluasi untuk menilai dampak program terhadap perkembangan usaha para peserta.
“Setelah program ini kami akan melakukan monev (monitoring dan evaluasi). Kita akan melihat apakah setelah acara ini, usahanya berkembang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Kemudian kita akan melihat misalnya apakah investor deal-nya bisa beberapa bulan atau bisa setahun kemudian itu tetap akan kita pantau. Kita berharap semuanya bisa menemukan partner bisnis di WISH ini,” tambah Hanifah.
Kolaborasi Ahli dan Sesi Business Talk
Peluncuran WISH 2025 juga dimeriahkan dengan sesi business talk yang membahas strategi pengembangan usaha pariwisata, tantangan di lapangan, serta peluang inovatif yang bisa dimanfaatkan. Sejumlah pakar hadir sebagai narasumber, antara lain:
-
Charlie Hartono, Direktur AVPN Indonesia
-
Nur Hasan, Manager Social Impact Mastercard Center for Inclusive Growth
-
Syarif Hidayatullah, Public Policy and Government Relations Manager, Traveloka
-
Rieke Caroline, CEO & Founder Kontrak Hukum
-
Mochamad Nalendra, CEO & Founder Wise Steps Consulting
-
Yoris Sebastian Nisiho, Co-Founder & Chief Creative Officer OMG Creative Consulting
Acara ini turut dihadiri secara luring dan daring oleh pejabat eselon I dan II Kemenpar, pimpinan asosiasi, kepala dinas pariwisata daerah, serta tamu undangan dari berbagai sektor.
Dengan diluncurkannya WISH 2025, Kemenpar berharap ekosistem usaha pariwisata Indonesia semakin terhubung, adaptif, dan siap bertransformasi menghadapi tantangan global.
