Dosen Psikologi UNAIR Tekankan Dampak Peran Ayah Bagi Perkembangan Anak

Must read

educare.co.id, Jakarta – Seruan untuk meningkatkan peran aktif orang tua dalam pendidikan anak kembali digaungkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengajak para orang tua—terutama ayah—untuk hadir mendampingi buah hati mereka di hari pertama masuk sekolah, khususnya bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

Menurut Mu’ti, kehadiran orang tua di momen tersebut bukanlah rutinitas biasa, melainkan bentuk dukungan emosional yang sangat penting bagi anak. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan moral yang berdampak besar.

Menanggapi hal ini, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, S.Psi., M.Si., Psikolog, turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa peran ayah dalam tumbuh kembang anak memiliki ciri khas yang tidak bisa digantikan oleh ibu.

“Peran ayah itu sesungguhnya tidak bisa tergantikan oleh peran ibu. Ada kondisi-kondisi yang memang itu khas dilakukan oleh ayah. Jadi ketika ayah terlibat dalam perkembangan anak termasuk saat mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama merupakan hal yang penting dan mendukung dalam perkembangan anak,” ujar Dr. Nur Ainy, dalam siaran tertulis unair (22/7).

Keterlibatan ayah dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional yang mendalam. Tidak hanya membantu anak lebih percaya diri menghadapi lingkungan baru, kehadiran ayah juga membangun kedekatan emosional yang sering kali terabaikan dalam dinamika pengasuhan.

“Kehadiran ayah memberikan ketenangan emosional, sehingga anak bisa memulai hari sekolah dengan perasaan nyaman. Selama ini, peran ibu memang lebih dominan, namun keterlibatan ayah memiliki makna tersendiri yang tak kalah pentingnya,” jelasnya.

Tak hanya bersifat simbolis, keterlibatan ayah juga terbukti membawa dampak positif secara nyata. Berdasarkan studi tahun 2025, Dr. Ainy menyebut bahwa anak-anak yang diasuh secara aktif oleh ayah menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek.

“Anak merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan dukungan dari ayah. Mendapatkan figur yang membuatnya memiliki role model, memiliki orang yang mereka anggap panutan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, 43 persen anak yang diasuh dengan keterlibatan aktif dari ayah menunjukkan performa akademik dan non-akademik yang lebih baik, sementara 30 persen lainnya memiliki daya tahan sosial dan emosional yang lebih tinggi.

Meski momen hari pertama sekolah memiliki makna tersendiri, Dr. Ainy mengingatkan bahwa konsistensi peran orang tua dalam kehidupan anak jauh lebih penting. Dukungan emosional dan keterlibatan tidak harus diwujudkan melalui kehadiran fisik semata, tetapi juga melalui komunikasi yang hangat dan perhatian terhadap pengalaman harian anak.

“Setidaknya ketika anak pulang, orang tua bisa bertanya, mendengarkan cerita mereka, dan menunjukkan ketertarikan pada hari-hari sekolah anak,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article