educare.co.id, Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan hijab bermotif ecoprint yang digelar di Kampung Emas Krapyak IX, Seyegan, Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada peningkatan keterampilan perempuan berbasis kearifan lokal dan prinsip ramah lingkungan.
Kampung Emas Seyegan merupakan salah satu desa binaan UNY sejak 2023, berfungsi sebagai laboratorium pemberdayaan berbasis komunitas. Pelatihan hijab ecoprint dipilih karena dianggap sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal, khususnya ibu rumah tangga yang sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan dasar. Teknik ecoprint sendiri menggunakan daun dan pewarna alami untuk mencetak motif pada kain, menjadikannya mudah diaplikasikan serta memiliki nilai jual tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana, Departemen Pendidikan Vokasi UNY. Tim pelaksana diketuai oleh Dr. Nur Kholifah, M.Pd., dengan anggota dosen lainnya yaitu Triyanto, Resi Sepsilia Elvera, Windu Wulan Sari, Linda Kartika Sari, Noorvita Kurnia Hayati, Fitria Oktariani, Desnanda Putri Sagita, dan Lia Pramesti. Enam mahasiswa turut terlibat aktif sebagai pendamping teknis serta fasilitator komunikasi selama pelatihan berlangsung.
“Kami merancang pelatihan ini sebagai pintu masuk agar masyarakat, khususnya perempuan, memiliki keterampilan baru yang aplikatif dan bernilai ekonomi. Hijab ecoprint adalah produk yang dekat dengan keseharian dan mudah dipasarkan,” ujar Dr. Nur Kholifah, dalam siaran tertulis UNY (16/7).
Teknik Ecoprint dan Pendampingan Intensif
Pelatihan berlangsung dalam beberapa sesi yang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), mulai dari identifikasi kebutuhan warga, penyusunan rencana pelatihan, praktik teknik ecoprint, pendampingan produksi, hingga evaluasi hasil karya. Peserta diajarkan tahapan teknis seperti pemilihan daun, perlakuan awal kain (pre-treatment), hingga proses penguapan (steam) untuk menghasilkan motif alami.
Daun jati, jarak, dan jambu menjadi bahan favorit dalam eksplorasi motif oleh peserta. Hasil karya yang dihasilkan pun dinilai memiliki nilai estetika tinggi, dengan skor rata-rata lebih dari 4,3 dari skala 5, berdasarkan aspek presisi motif, komposisi warna, kerapihan, dan keunikan desain.
“Kami baru tahu ternyata daun sekitar rumah bisa disulap jadi hijab cantik. Saya jadi semangat untuk membuat lagi dan menjual,” ujar Rina, salah satu peserta pelatihan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali materi mengenai pemasaran digital agar dapat memasarkan produknya secara daring. Tim UNY menyusun modul pelatihan, strategi branding, serta panduan pemasaran sebagai bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan.
Inovasi Tekstil sebagai Simbol Pemberdayaan
Program pelatihan ini tidak hanya menghasilkan produk hijab ramah lingkungan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian perempuan desa. Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, kolaborasi ini menjadi contoh penerapan pendekatan ilmiah sekaligus humanistik dalam pengabdian masyarakat.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari program strategis UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak, yang mengedepankan pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan. Hijab ecoprint menjadi simbol bahwa kreativitas berbasis lingkungan dapat menjadi sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Ke depan, tim pelaksana berencana mengembangkan program ini ke arah usaha kelompok dan destinasi wisata edukatif bertema tekstil ramah lingkungan. Pelatihan lanjutan untuk produk turunan seperti syal, tas, dan aksesori lainnya juga telah dirancang sebagai kelanjutan dari inisiatif ini.



