Harumkan Nama USK, Dosen Psikologi Novita Sari Jalani Program Akademik di Amerika Serikat

EduNews

educare.co.id, Amerika – Nama Novita Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), kini dikenal di panggung akademik internasional. Ia tengah menjalani program prestisius Oberlin Shansi Visiting Scholar di Oberlin College, Ohio, Amerika Serikat, selama satu semester.

Program ini memberikan peluang bagi akademisi dari Asia untuk memperluas pengalaman profesional, mengembangkan keterampilan mengajar, dan membangun jaringan kolaborasi internasional. Sebagai lulusan Magister Profesi Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada (UGM), Novita dikenal aktif mengajar sekaligus terlibat dalam praktik psikologi klinis untuk masyarakat.

Selama di Oberlin, Novita mengikuti berbagai kegiatan akademik dan sosial. Fokus utamanya adalah mengasah keterampilan pedagogis dan menyerap pendekatan pembelajaran inovatif yang diterapkan di kampus tuan rumah.

“Saya sangat menyarankan untuk mengikuti program seperti ini. Persiapkan diri sejak dini, tingkatkan kemampuan bahasa, dan memanfaatkan peluang kolaborasi,” ungkapnya, dalam siaran tertulis USK (15/7).

Bawa Isu Trauma Aceh ke Panggung Internasional

Salah satu kontribusi penting Novita adalah menyampaikan kuliah umum mengenai trauma pascabencana dan konflik di Aceh, yang dihadiri mahasiswa, staf, serta masyarakat lokal. Pengalamannya dari Aceh menjadikan materinya sangat relevan dan diapresiasi luas.

Selain memberikan kuliah, Novita juga mengikuti pelatihan Mental Health First Aid (MHFA) yang diakui secara nasional di AS. Ia kini telah tersertifikasi sebagai first aider oleh National Council for Mental Wellbeing, memperkuat kapasitasnya sebagai psikolog yang tanggap terhadap krisis.

Tak berhenti di sana, ia turut menghadiri konferensi internasional tentang trauma kompleks dan gangguan disosiatif, di mana para ahli dari berbagai negara saling bertukar wawasan. Dalam forum itu, ia mendapat supervisi langsung dari profesor Oberlin untuk mengembangkan proposal riset terkait trauma pascabencana, yang kini menjadi fokus utama penelitiannya.

BACA JUGA:  Jurnal SiELE USK Raih Peringkat Pertama di Asia versi Scimago

Bawa Pulang Ilmu dan Inspirasi

Dari berbagai aktivitas akademik dan kolaborasi selama di Oberlin, Novita memperoleh banyak pembelajaran penting, mulai dari penggunaan project-based learning, penerapan learning management system (LMS) yang canggih, hingga strategi dalam menulis publikasi internasional.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan bahan ajar yang mendorong partisipasi aktif dan motivasi belajar mahasiswa.

Salah satu pengalaman paling membekas selama tinggal di Oberlin adalah atmosfer inklusif yang terasa hangat dan terbuka bagi semua kalangan.

“Setiap Jumat, kampus menyediakan makan siang gratis. Bahkan saat Ramadan, ada buka puasa bersama yang dihadiri oleh seluruh sivitas akademika lintas agama,” ujarnya.

Dukungan penuh dari tim Oberlin Shansi dan para profesor setempat dinilai Novita sangat membantu perkembangan profesional dan akademiknya. Ia berharap semakin banyak dosen muda USK yang mengambil peluang serupa untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian.

Program Oberlin Shansi Visiting Scholar ini diharapkan menjadi jembatan penting menuju internasionalisasi pendidikan tinggi di USK, sekaligus memperkuat posisi kampus tersebut dalam jaringan akademik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *