Mendikdasmen Dorong Pembelajaran Mendalam sebagai Strategi Peningkatan Literasi

EduNews

educare.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar acara bertajuk Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran guru dalam meningkatkan literasi nasional. Diselenggarakan secara hibrida, kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta secara langsung dan 4.092 peserta melalui Zoom Webinar.

Kegiatan ini menjadi ajang dialog terbuka antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dengan para guru dan mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia dari seluruh penjuru tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) untuk memperbaiki tingkat literasi di kalangan pelajar. Ia menyampaikan bahwa tugas rumah atau PR sebaiknya tidak hanya berisi soal, tetapi bisa berupa kegiatan membaca atau menulis.

“Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” jelas Mendikdasmen, dalam siaran tertulis Dikdasmen (26/6).

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa banyak anak saat ini kurang memiliki wadah untuk menyampaikan pengalaman atau pemikiran mereka. Oleh karena itu, literasi yang mencakup kegiatan menulis dan berbicara sejak usia dini sangat penting untuk dikembangkan.

“Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu,” tuturnya.

Ia juga mengajak para guru Bahasa Indonesia untuk menjadi agen perubahan yang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan memperkuat identitas bahasa nasional melalui pendekatan yang reflektif dan bermakna.

BACA JUGA:  PMKM Universitas Pamulang di Taman Bacaan Kolong(TBM) Ciputat

“Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” ujar Mendikdasmen.

Apresiasi untuk Guru Bahasa Indonesia

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, turut menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan bagi para guru Bahasa Indonesia yang telah berperan penting menjaga eksistensi dan martabat bahasa Indonesia di tengah masyarakat.

“Guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menanamkan keadaban dan kesantunan berbahasa di ruang-ruang satuan pendidikan. Peran guru Bahasa Indonesia, baik yang tergabung dalam Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, misalnya, dapat berperan serta dalam rangka menjaga kedaulatan bahasa Indonesia,” kata Hafidz.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa guru juga memiliki andil besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, di mana bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi tetapi juga jembatan menuju ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dukungan dari DPR RI

Anggota Komisi X DPR RI, Denny Wahyudi atau Denny Cagur, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan dukungannya terhadap upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan literasi melalui pemberdayaan guru Bahasa Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk saya yang bertugas di Komisi X DPR RI. Kami sampaikan Komisi X DPR RI terus mendukung Kemendikdasmen, terutama dalam hal peningkatan literasi. Sudah banyak buku-buku yang disebar ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia untuk meningkatkan minat baca dan literasi, agar para pelajar dan pengajar bisa cerdas, terdidik, dan berkarakter,” jelasnya.

Bahasa dan Sastra sebagai Pilar Pendidikan Karakter

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya berorientasi pada struktur kebahasaan, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan daya pikir peserta didik. Forum ini diharapkan menjadi momentum reflektif untuk menghidupkan kembali semangat literasi dan penghargaan terhadap kekayaan bahasa dan sastra bangsa sendiri.

BACA JUGA:  Program Kampus Mengajar dengan BPMP serta Dinas Pendidikan Berkolaborasi Tingkatkan Literasi di SD

Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemendikdasmen dan Badan Bahasa, dengan jumlah penayangan yang telah mencapai lebih dari 9.600 kali. Antusiasme tinggi ini menunjukkan bahwa semangat memperkuat peran bahasa dalam pendidikan masih terus tumbuh dan berkembang.

Bahasa yang digunakan dengan baik dan sastra yang hidup adalah cermin bangsa yang berpikir jernih, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan yang bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *