Tim FH UPH Raih Prestasi Internasional di Kompetisi Hukum Tertua Dunia

Must read

educare.co.id, Washington – Tim Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Setelah menjuarai tingkat nasional dalam ajang Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition (Jessup) 2025 pada Februari lalu, tim FH UPH melaju ke babak internasional yang digelar di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Dalam kompetisi bergengsi ini, tim FH UPH berhasil menempati posisi 49 besar dunia dari total 152 tim yang berkompetisi, sekaligus mencatatkan diri sebagai tim Indonesia dengan peringkat tertinggi tahun ini.

Kompetisi Jessup merupakan ajang moot court tertua dan terbesar di dunia yang diikuti oleh lebih dari 700 universitas dari lebih dari 100 negara setiap tahunnya. Tahun ini, tema yang diangkat bertajuk “The Naegea Sea” dengan fokus pada isu-isu hukum internasional seperti legitimasi kepresidenan, imunitas atas pelanggaran HAM berat, perubahan zona maritim akibat pergeseran garis pantai, hingga interpretasi klausul compromis dalam perjanjian regional.

Tim FH UPH terdiri dari Davi Rafa Radhitya Pandi (angkatan 2021), Jennifer Junardi Chua (2022), Kevin Arton (2023), Pascal Joe Yap (2023), Gabrielle Liman (2024), serta Anjarico Marlienardo (2024) sebagai observer.

Dalam babak internasional, tim menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara, seperti Jerman, Uni Emirat Arab (Dubai), Vietnam, dan India. Seluruh pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif yang menuntut presisi dalam argumentasi hukum dan kesiapan mental.

“Partisipasi di Jessup memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami menghadapi panel hakim yang terdiri dari pakar hukum internasional terkemuka dan ditantang untuk membela argumen secara tajam dan akurat. Ini bukan hanya tentang memenangkan argumen, tetapi juga tentang memahami dinamika hukum global dengan penuh tanggung jawab,” ujar Jennifer Junardi Chua, dalam siaran tertulis UPH (20/5).

Davi Rafa Radhitya Pandi turut menyoroti pentingnya proses persiapan yang intens. “Jessup menantang kami dalam setiap aspek. Latihan yang konsisten, diskusi strategis, dan dukungan emosional satu sama lain menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan. Kami belajar bahwa keunggulan dalam hukum juga harus diiringi ketangguhan mental dan ketekunan,” jelasnya.

Keberhasilan tim tak lepas dari peran para pelatih dan mentor, antara lain Dr. Michelle Limenta, Jessica Los Banos, Bill Sullivan, Arianne Kumara, Louisa Syaura Amalia Mononutu, Andrew Daniel Djapri, Olivia Karlina, Kayla Faza, Christelle Siregar, Cloudio Ardelle Hitipeuw, dan Gerald Silalahi. Komunitas International Law Moot Court (ILMCC) UPH juga memberikan dukungan penting sepanjang perjalanan tim.

Partisipasi tim FH UPH di tingkat internasional turut dimungkinkan berkat dukungan sponsor, termasuk NOBU Bank, Nusantara Legal Partnership Law Firm, Assegaf Hamzah & Partners Law Firm, SSEK Law Firm, PT Mitra Azeta, PT Trixna Jaya Konstruksi, Artha IT Group, dan Roi Tailor. Media partner Hukumonline juga berperan dalam penyebaran informasi terkait kompetisi.

Capaian ini menjadi bukti komitmen FH UPH dalam mencetak lulusan yang takut akan Tuhan, unggul secara akademik, dan berdaya saing global. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa hukum di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan kompetensi dan memperjuangkan keadilan di tingkat dunia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article