UNDIP Dorong Konsep Forest City untuk IKN Lewat Kolaborasi Internasional

Must read

educare.co.id, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (DPWK) berperan aktif dalam pengembangan konsep Forest City untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kerja sama dengan Mars Architects, Asian Development Bank, Van Eesteren-Fluck & Van Lohuizen Stichting, serta Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Kolaborasi ini diwujudkan dalam program Evolutionary Planning for the Capital Habitat 2045 (EPOCH45), sebuah inisiatif strategis untuk merancang IKN yang berkelanjutan dan inklusif.

Diluncurkan pada 17 Agustus 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79, EPOCH45 menyelenggarakan serangkaian kegiatan seperti kompetisi desain, lecture series, diskusi akademik, serta pameran karya pemenang kompetisi. Kompetisi desain EPOCH45 menantang para peserta untuk menerapkan konsep evolutionary planning dalam membangun IKN sebagai kota mandiri dan tangguh bagi 2 juta penduduk pada 2045. Tidak sekadar merancang infrastruktur perkotaan, peserta juga dituntut untuk menunjukkan bagaimana kota dapat dikembangkan dengan mendukung alam, bukan sekadar menyesuaikannya demi kebutuhan urbanisasi. Kompetisi ini menarik partisipasi dari 49 tim yang berasal dari 48 universitas di 16 negara.

Selain kompetisi, EPOCH45 juga menyelenggarakan lecture series yang diadakan secara daring sebanyak 12 sesi dari Oktober 2024 hingga Februari 2025. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi internasional untuk membahas berbagai aspek perencanaan kota yang berkelanjutan dengan mengusung tema utama “The Do’s and Don’ts of New Urban Planning.” Tema ini memberikan panduan praktis bagi perencana kota dalam merancang IKN agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Lecture series menghadirkan berbagai perspektif yang menegaskan bahwa pembangunan IKN adalah tantangan multidimensional yang membutuhkan solusi lintas disiplin. Dengan pendekatan komprehensif, lecture series ini diharapkan dapat memperkaya solusi untuk implementasi Forest City di IKN,” ujar Neville Mars, salah satu inisiator EPOCH45.

Sebagai tindak lanjut, EPOCH45 menggelar diskusi roundtable yang mempertemukan para ahli nasional dan internasional. Diskusi ini dipandu oleh Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani (UNDIP) dan Neville Mars, Ph.D. (Mars Architects) dengan fokus pada integrasi elemen alam dan urbanisasi untuk menciptakan kota inklusif dan modern. Diskusi ini juga membahas keseimbangan antara urbanisasi formal dan informal serta strategi pembiayaan inovatif untuk mendukung pembangunan.

Melalui berbagai inisiatif ini, EPOCH45 berupaya memberikan kontribusi nyata dalam perancangan IKN sebagai Forest City yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif. Program ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land), yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan kota dan pelestarian lingkungan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article