educare.co.id, Surakarta – Saifa Dewinugroho, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, berhasil terpilih sebagai peserta Program Karya Tulis Ilmiah Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Pengurus Daerah Riau dan Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sumbagut. Dalam program ini, Saifa yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS akan melakukan penelitian kolaboratif dengan terjun langsung ke berbagai daerah.
Program Karya Tulis Ilmiah Kolaborasi merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang sukses pada tahun 2021, yang telah menghasilkan satu buku dan 25 jurnal akademik terakreditasi. Pada tahap kedua ini, program bertujuan memperluas dampak akademik dengan melibatkan 15 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Penelitian akan dilakukan di 15 desa di wilayah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sumbagut, yang mencakup Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Aceh, dan Sumatera Utara. Program ini mencakup pelatihan, desk studi pada Januari hingga Februari, serta kerja lapangan untuk penelitian.
Sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Saifa mengungkapkan bahwa kesempatan ini merupakan peluang berharga. Ia menyatakan bahwa proses seleksi sangat ketat, dimulai dari pemberkasan hingga wawancara langsung dengan profesor Antropologi. Salah satu syarat utama adalah pembuatan artikel ilmiah sepanjang 1.000 kata. Artikel Saifa berjudul Corporate Social Responsibility Sebagai Strategi untuk Mengatasi Oil’s Curse Berdasarkan Perspektif Anthropology of Oil, yang membahas dampak program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam industri migas dari sudut pandang antropologi.
“Melalui artikel ini, saya ingin menunjukkan bagaimana CSR dapat menjadi strategi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi daerah penghasil minyak,” ungkap Saifa.
Program ini memberikan bimbingan langsung dari industri migas terkemuka serta pakar antropologi berpengalaman. Saifa berharap pengalaman ini dapat memperdalam pemahamannya tentang metode etnografi, berkontribusi dalam publikasi jurnal ilmiah, serta mengeksplorasi peluang karier di sektor migas. Selain itu, ia juga ingin memperluas jejaring profesional dengan para antropolog dan pakar lainnya.
“Program ini adalah langkah nyata UNS dalam mendukung pendidikan berkualitas sesuai SDGs ke-4. Melalui pendidikan inovatif, penelitian berbasis temuan baru, dan pengabdian masyarakat, kami yakin mahasiswa dapat memperkaya keilmuan sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan keterlibatan dalam program ini, UNS kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia akademik.



