EDUCARE.CO.ID – Edamame selama ini lebih dikenal sebagai makanan pendamping yang disajikan di restoran Jepang. Empat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melihat peluang lain dari komoditas tersebut. Mereka mengolah edamame menjadi camilan kekinian melalui usaha rintisan bernama Kodam atau Kreasi Olahan Edamame.
Inovasi tersebut membawa tim Kodam meraih Juara Harapan 3 kategori Makanan dan Minuman Tahapan Bertumbuh dalam KMI Expo XVII 2026. Mereka menghadirkan dua varian produk, yakni Chocolate Edamame dan Crispy Edamame.
Tim ini terdiri atas Vivian Tanaka sebagai Chief Executive Officer (CEO), Vicky Tanaka sebagai Chief Financial Officer (CFO), Amelia Salsabila Rahayu sebagai Chief Marketing Officer (CMO), dan Nilla Sabilla sebagai Chief Operating Officer (COO).
Ubah Edamame Segar Menjadi Camilan Tahan Simpan
Vivian Tanaka menjelaskan bahwa ide bisnis Kodam berangkat dari karakter edamame segar yang memiliki masa simpan relatif singkat. Selama ini, petani lebih banyak memasarkan komoditas tersebut dalam bentuk segar.
Melihat peluang itu, Vivian bersama tim mencoba memperluas pemanfaatan edamame. Mereka mengolah bahan baku dari petani mitra menggunakan teknologi pengeringan bersuhu rendah. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya menghasilkan camilan dengan masa simpan lebih panjang.
“Pengambangan produk ini kami dasari dari keinginan untuk memperluas pemanfaatan edamame di luar konsumsi sebagai makanan pendamping di restoran Jepang, tetapi juga menjadi camilan sehari-hari anak muda Indonesia,” ungkapnya.
Melalui dua varian produk, Kodam ingin memperkenalkan edamame kepada konsumen dengan cara berbeda. Chocolate Edamame menawarkan perpaduan edamame dan cokelat, sedangkan Crispy Edamame menghadirkan pilihan camilan dengan tekstur renyah.
Kodam Gandeng 63 Petani Edamame
Pengembangan Kodam tidak hanya berfokus pada produk akhir. Tim juga membangun kemitraan dengan Minul Mame yang menaungi 63 petani edamame.
Kolaborasi tersebut membuka peluang pemasaran hasil panen dalam bentuk olahan. Dengan demikian, petani memiliki alternatif pasar selain menjual edamame segar.
Kerja sama ini juga memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan pemasok bahan baku lokal. Kodam dapat mengembangkan produk, sementara petani memperoleh peluang untuk menjangkau pasar yang lebih beragam.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), usaha mahasiswa Udinus ini telah mengembangkan kemitraan dengan Minul Mame. Kemitraan tersebut melibatkan 63 petani edamame sebagai bagian dari rantai pasok bahan baku.
Penjualan Kodam Naik, Omzet Tembus Rp20,6 Juta per Bulan
Prestasi di KMI Expo XVII 2026 melanjutkan perkembangan usaha Kodam dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Vicky Tanaka mengungkapkan bahwa bisnis mereka mencatat peningkatan penjualan dan omzet. Rata-rata penjualan yang sebelumnya mencapai 549 kemasan per bulan naik menjadi 1.375 kemasan.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, omzet bulanan juga bertambah dari Rp8,2 juta menjadi Rp20,6 juta. Sementara itu, kapasitas produksi meningkat dari 500 menjadi 1.000 kemasan per bulan.
Angka tersebut menunjukkan perkembangan aktivitas usaha Kodam selama mengikuti program pembinaan kewirausahaan. Peningkatan penjualan juga mendorong tim untuk menyiapkan kapasitas produksi dan distribusi yang lebih besar.
Dosen Udinus Dampingi Pengembangan Usaha Mahasiswa
Dosen pembimbing Kodam, Dr. Imang Dapit Pamungkas, S.E., M.Si., Akt., menjelaskan bahwa pendampingan menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha mahasiswa.
Ia dan tim pendamping membantu mahasiswa melalui konsultasi, evaluasi proposal, serta peninjauan laporan perkembangan usaha. Tim juga berlatih presentasi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
“Pendampingan juga dilakukan dengan memberikan dukungan secara langsung saat mahasiswa mengikuti kompetisi,” ujar Dr. Imang.
Dukungan tersebut membantu mahasiswa mengembangkan gagasan bisnis sekaligus memahami aspek pengelolaan usaha. Proses ini juga memberi pengalaman bagi mereka dalam menghadapi evaluasi dan mempresentasikan produk kepada pihak lain.
Target Perluas Distribusi hingga Pasar Global
Setelah meraih penghargaan di KMI Expo XVII 2026, tim Kodam menyiapkan sejumlah target pengembangan. Pada 2027, mereka ingin meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas distribusi produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Tim juga berencana menambah pilihan produk melalui pengembangan selai dan susu edamame. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas variasi olahan sekaligus menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam.
Dalam rencana jangka panjang, Kodam menargetkan perluasan pasar ke tingkat global pada 2028. Target ini menjadi bagian dari upaya mereka membawa produk olahan edamame lokal ke pasar yang lebih luas.
Perjalanan Kodam memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan peluang usaha dari komoditas pertanian. Melalui inovasi produk dan kemitraan dengan petani, mereka berupaya menciptakan nilai tambah bagi edamame sekaligus membangun usaha rintisan yang terus berkembang.

