EDUCARE.CO.ID – Jahe, bawang merah, bawang putih, hingga kunyit kerap menjadi bahan pelengkap masakan di rumah. Namun, sejumlah bahan dapur tersebut juga dikenal dalam tradisi pengobatan herbal. Dokter Inggrid Tania, M.Si., memperkenalkan beberapa racikan tradisional yang dapat membantu meredakan keluhan ringan seperti batuk dan pilek pada anak.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia itu menjelaskan sejumlah resep herbal dengan bahan yang mudah ditemukan. Pembahasan ini relevan bagi orang tua, terutama saat musim peralihan dari kemarau menuju hujan ketika anak rentan mengalami gangguan kesehatan.
Salah satu racikan yang ia perkenalkan ialah sirup madu bawang jahe untuk anak usia satu tahun ke atas. Selain itu, Inggrid juga menyebut susu kunyit sebagai racikan untuk bayi berusia enam hingga 12 bulan. Namun, orang tua perlu memperhatikan batasan usia, keamanan bahan, serta kondisi kesehatan anak sebelum mencoba ramuan apa pun.
Sirup Madu Bawang Jahe untuk Anak Usia Satu Tahun ke Atas
Inggrid memperkenalkan sirup madu bawang jahe sebagai salah satu racikan tradisional untuk membantu meredakan keluhan batuk dan pilek pada anak usia satu hingga 12 tahun.
Racikan tersebut menggunakan beberapa bahan sederhana, yaitu:
- 30 mililiter madu murni
- 1 siung bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 10 gram jahe segar
- Perasan setengah buah jeruk nipis
Menurut resep yang disampaikan Inggrid, orang tua dapat mencampurkan seluruh bahan, kemudian mendiamkannya selama sekitar delapan jam pada suhu ruang. Setelah itu, saring campuran dan masukkan cairannya ke dalam botol bersih. Orang tua dapat menyimpan racikan tersebut di dalam lemari pendingin.
Dalam pemberitaan yang mengutip penjelasan Inggrid, ia menyebut takaran lima mililiter atau satu sendok teh untuk sekali konsumsi, sebanyak tiga kali sehari bagi anak yang mengalami keluhan demam, meriang, atau batuk-pilek. Sementara itu, ia menyebut konsumsi satu kali sehari bagi anak yang sehat sebagai upaya pemeliharaan kesehatan.
Meski demikian, orang tua tidak boleh menganggap racikan tersebut sebagai pengganti obat atau pemeriksaan medis. Madu memang dapat membantu meredakan batuk pada sebagian anak berusia di atas satu tahun, tetapi manfaat tersebut tidak berarti racikan bawang dan jahe terbukti menyembuhkan infeksi.
Susu Kunyit untuk Bayi, Orang Tua Perlu Lebih Berhati-hati
Selain sirup madu bawang jahe, Inggrid memperkenalkan racikan susu kunyit untuk bayi berusia enam hingga 12 bulan. Resep yang ia sampaikan menggunakan kunyit bubuk dan ASI atau susu formula.
Bahan yang disebutkan meliputi:
- Seperdelapan hingga seperempat sendok kunyit bubuk
- ASI atau susu formula yang biasa dikonsumsi bayi
Dalam penjelasannya, Inggrid menyarankan orang tua mencampurkan kunyit bubuk ke dalam ASI atau susu formula. Ia juga menyebut frekuensi konsumsi satu kali sehari untuk bayi sehat dan tiga kali sehari ketika bayi mengalami demam, meriang, atau batuk-pilek.
Namun, orang tua perlu memahami bahwa usia enam bulan bukan berarti bayi otomatis cocok mengonsumsi ramuan herbal. ASI atau susu formula tetap menjadi asupan utama bayi, sedangkan pemberian bahan tambahan perlu mengikuti prinsip pemberian makan bayi sesuai usia.
Orang tua sebaiknya tidak memberikan racikan herbal untuk mengatasi gejala penyakit pada bayi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. Keamanan, takaran, kemungkinan alergi, serta interaksi dengan kondisi kesehatan bayi perlu menjadi pertimbangan.
Perhatikan Batas Usia dan Keamanan Bahan Herbal
Penggunaan bahan alami tidak selalu menjamin keamanan bagi anak. Setiap bahan memiliki karakteristik dan risiko tersendiri, terutama bagi bayi yang sistem pencernaannya masih berkembang.
Salah satu hal penting yang perlu orang tua perhatikan ialah kandungan madu. Kementerian Kesehatan dan American Academy of Pediatrics mengingatkan agar orang tua tidak memberikan madu kepada bayi berusia di bawah 12 bulan.
Madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang berisiko menyebabkan botulisme pada bayi. Kondisi ini dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan kelemahan otot. Karena itu, resep sirup madu bawang jahe hanya boleh dipertimbangkan untuk anak yang sudah berusia minimal satu tahun.
Selain batasan usia, orang tua perlu memperhatikan reaksi tubuh anak setelah mengonsumsi bahan tertentu. Jangan memaksakan pemberian ramuan ketika anak menunjukkan tanda alergi atau ketidaknyamanan. Orang tua juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memberikan produk herbal, terutama jika anak sedang menjalani pengobatan.
NHS turut mengingatkan bahwa tidak semua obat herbal cocok untuk anak. Bukti keamanan dan efektivitas sejumlah produk herbal masih terbatas. Karena itu, orang tua sebaiknya meminta saran dokter atau tenaga kesehatan sebelum menggunakannya.
Mengutip dari Antara, Inggrid Tania memperkenalkan sirup madu bawang jahe dan susu kunyit sebagai contoh racikan tradisional untuk anak. Namun, orang tua tetap perlu menyesuaikan penggunaannya dengan batas usia dan kondisi kesehatan masing-masing anak.
Jaga Kesehatan Anak dengan Gizi Seimbang dan Kebiasaan Sehat
Selain memperhatikan pilihan bahan herbal, orang tua perlu membangun kebiasaan sehat untuk menjaga kondisi anak selama musim peralihan. Langkah tersebut mencakup pemenuhan gizi seimbang, waktu istirahat yang cukup, kebersihan lingkungan, dan asupan cairan sesuai kebutuhan.
Orang tua juga dapat membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Kebiasaan sederhana tersebut membantu mengurangi risiko penularan penyakit infeksi.
Ketika anak mengalami batuk-pilek, orang tua perlu memantau kondisi dan perkembangan gejalanya. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika ia mengalami sesak napas, napas cepat, demam tinggi, tubuh sangat lemas, bibir kebiruan, atau kesulitan makan dan minum.
Pada akhirnya, bahan dapur seperti jahe, bawang putih, dan kunyit memang memiliki tempat dalam tradisi herbal keluarga. Namun, orang tua tetap perlu mengutamakan keamanan anak dan tidak menjadikan ramuan tradisional sebagai pengganti penanganan medis. Konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting sebelum memberikan racikan apa pun, terutama kepada bayi dan anak dengan kondisi kesehatan tertentu.

