EDUCARE.CO.ID – Tiga perguruan tinggi Indonesia mencatat pencapaian dalam ajang QS Higher Education Summit melalui penghargaan atas peningkatan kinerja institusi. Ketiganya ialah Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Bali pada Selasa (3/11), UNS meraih Performance Improvement Award. Sementara itu, UNP dan UNJ membawa pulang Global Engagement Performance Improvement Award.
Lembaga pemeringkatan internasional Quacquarelli Symonds (QS) memberikan apresiasi tersebut atas perkembangan kinerja ketiga kampus dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak 2022. Capaian ini mencerminkan upaya perguruan tinggi Indonesia dalam memperkuat kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional.
UNS, UNP, dan UNJ Raih Dua Kategori Penghargaan QS
QS membagi penghargaan tersebut ke dalam dua kategori sesuai indikator peningkatan kinerja perguruan tinggi.
UNS memperoleh Performance Improvement Award atas kemajuan dalam pemeringkatan QS sejak 2022. Kategori ini menyoroti perkembangan kinerja institusi berdasarkan sejumlah indikator penilaian QS.
Di sisi lain, UNP dan UNJ meraih Global Engagement Performance Improvement Award. QS memberikan penghargaan ini kepada perguruan tinggi yang mencatat peningkatan signifikan dalam keterlibatan internasional.
Aspek keterlibatan global mencakup berbagai upaya strategis. Kampus perlu memperluas kemitraan dengan institusi luar negeri, menarik mahasiswa internasional, serta membangun jaringan pertukaran penelitian dan pengetahuan.

QS: Kampus Indonesia Perlu Perkuat Kapasitas Riset
Senior Vice President QS, Ben Sowter, menjelaskan bahwa perguruan tinggi membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membangun keterlibatan internasional. Kampus tidak cukup hanya menjalin kerja sama, tetapi juga perlu memastikan kolaborasi tersebut menghasilkan manfaat akademik.
Menurut Ben, salah satu tantangan perguruan tinggi Indonesia terletak pada penguatan kapasitas dan pengetahuan penelitian. Aspek tersebut menjadi modal penting bagi kampus untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Di Indonesia, salah satu tantangan yang dihadapi perguruan tinggi adalah membangun kapasitas dan pengetahuan penelitian agar mampu bersaing di tingkat global,” kata Ben.
Berdasarkan informasi dalam materi pemberitaan QS Higher Education Summit, Ben juga menyoroti antusiasme perguruan tinggi Indonesia dalam membangun kemitraan internasional. Ia melihat peluang kolaborasi tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan penelitian dan kinerja akademik.
“Setelah berbicara dengan banyak perguruan tinggi hari ini, saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa mereka semua ingin menjalin kemitraan untuk membantu meningkatkan kapasitas penelitian dan kinerja mereka,” ujarnya.
Peningkatan Kinerja Perguruan Tinggi Asia Tidak Merata
Ben mengingatkan bahwa setiap perguruan tinggi di Asia memiliki pola perkembangan yang berbeda. Peningkatan kinerja tidak selalu terjadi secara bersamaan pada seluruh indikator penilaian.
Bahkan, kampus yang masuk dalam kelompok 20 besar dapat mengalami penurunan pada aspek tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi dalam pemeringkatan tidak otomatis menggambarkan kemajuan menyeluruh sebuah institusi.
Karena itu, perguruan tinggi perlu menjaga konsistensi dalam meningkatkan kualitas akademik. Penguatan penelitian, pengembangan kapasitas dosen, dan perluasan kolaborasi internasional menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian.
Selain itu, kampus perlu memastikan kerja sama luar negeri menghasilkan kegiatan nyata. Riset bersama, pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah, dan pengembangan pengetahuan dapat menjadi bentuk kontribusi dari kemitraan tersebut.
Penghargaan QS Jadi Momentum Penguatan Kampus Indonesia
Prestasi UNS, UNP, dan UNJ memperlihatkan perkembangan perguruan tinggi Indonesia dalam dua aspek berbeda, yakni peningkatan kinerja pemeringkatan dan keterlibatan internasional.
Ketiga kampus tersebut memperoleh pengakuan melalui kategori yang sesuai dengan capaian masing-masing. Namun, penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi membutuhkan upaya berkelanjutan.
Perguruan tinggi perlu menerjemahkan capaian institusi ke dalam penguatan ekosistem riset dan pembelajaran. Kampus juga dapat memperluas kesempatan bagi dosen serta mahasiswa untuk berkolaborasi dengan akademisi dari berbagai negara.
Melalui langkah tersebut, perguruan tinggi Indonesia berpeluang memperkuat kontribusi akademik dalam lingkungan pendidikan tinggi global. Penghargaan QS yang diterima UNS, UNP, dan UNJ menjadi salah satu catatan perkembangan tersebut.

