Telkom University Kenalkan AI kepada Siswa SMK, dari Deteksi Sampah hingga Analisis Bisnis

Must read

EDUCARE.CO.ID – Siswa SMKN 13 Bandung mendapat kesempatan mempelajari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan visualisasi data melalui pelatihan langsung dari Telkom University. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut berlangsung pada 2 November 2026 di Bandung.

Melalui program ini, siswa tidak hanya mengenal konsep teknologi digital. Mereka juga mengikuti praktik membangun model AI dan mengolah data menjadi dashboard interaktif.

Telkom University menggelar kegiatan tersebut untuk memperluas literasi digital sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Selain itu, program ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan.

Telkom University Libatkan Dua Laboratorium dan Mahasiswa

Berdasarkan sumber laman resmi Telkom University, kegiatan PkM ini menggabungkan keahlian dua laboratorium di bawah Program Studi S1 Sistem Informasi. Keduanya adalah Laboratorium Enterprise Data Management (EDM) dan Enterprise Intelligence System Development (EISD).

Tim pengajar terdiri atas tiga dosen, yaitu:

  • Dr. Oktariani Nurul Pratiwi, S.Kom., M.T.
  • Mifta Ardianti, S.T., M.Kom.
  • Safara Cathasa Riverinda Rijadi, S.T., M.T.

Selain dosen, lima mahasiswa turut mendukung pelaksanaan program. Mereka adalah Alya Salma Khoerunnisaa, Dea Rizky Ananda, Maurellio Christopher Yonathan, Rheina Fairuz, dan Shahira Budi Nurfitriani.

Kolaborasi tersebut memungkinkan peserta mempelajari dua bidang teknologi sekaligus. Pertama, mereka mengenal penerapan AI melalui proyek sederhana. Selanjutnya, siswa mempraktikkan pengolahan data untuk kebutuhan analisis bisnis.

Siswa Praktik Membuat Model AI untuk Mengenali Sampah

Pada sesi pertama, peserta mempelajari cara membangun model AI untuk mengenali sampah organik dan anorganik. Mereka memulai praktik dengan mengumpulkan foto sebagai bahan pelatihan model.

Setelah itu, siswa menyiapkan data pembanding agar model dapat mempelajari perbedaan objek. Mereka kemudian melatih model menggunakan kumpulan data tersebut.

Tahap berikutnya menghubungkan model AI dengan Scratch melalui ekstensi ML2Scratch. Integrasi ini memungkinkan siswa membuat animasi interaktif yang merespons objek dari kamera secara langsung atau real-time.

Dengan pendekatan praktik, siswa dapat melihat bagaimana AI mengenali objek berdasarkan data yang mereka siapkan. Mereka juga memahami bahwa teknologi tersebut memiliki berbagai kemungkinan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contohnya ialah pemanfaatan AI untuk mendukung pengelolaan lingkungan. Melalui proyek pengenalan sampah, peserta memperoleh gambaran awal tentang cara teknologi membantu proses pemilahan sampah organik dan anorganik.

Coffee Shop Analytics Dashboard Kenalkan Pengolahan Data

Selain mempelajari AI, siswa mengikuti workshop visualisasi data melalui proyek Coffee Shop Analytics Dashboard. Dalam sesi ini, peserta menggunakan Google Sheets untuk mengolah data transaksi dan menyajikannya dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Tim pengajar menyiapkan data simulasi yang memuat 20.000 riwayat transaksi. Selanjutnya, siswa mempelajari proses pembersihan data sebelum menggunakannya untuk analisis.

Peserta juga menyusun indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI). Indikator tersebut membantu mereka memahami aktivitas bisnis, termasuk pola penjualan dan perilaku pelanggan.

Data simulasi dalam latihan ini mencakup nilai transaksi hingga Rp2 miliar. Dengan jumlah data tersebut, siswa dapat berlatih membaca informasi penjualan dalam skala yang lebih besar.

Agar analisis lebih mudah, dashboard juga menyediakan sejumlah fitur interaktif. Peserta dapat menyaring informasi berdasarkan periode tanggal, kategori produk, dan segmentasi pelanggan.

Melalui latihan ini, siswa belajar mengubah kumpulan angka menjadi informasi yang berguna. Keterampilan tersebut dapat mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan dalam kegiatan bisnis.

Evaluasi Menjadi Bagian dari Penutup Program

Setelah seluruh sesi praktik selesai, penyelenggara mengajak peserta mengisi kuesioner evaluasi. Masukan tersebut membantu tim pelaksana meninjau kegiatan sekaligus mengukur pengalaman peserta selama mengikuti pelatihan.

Selanjutnya, tim menutup rangkaian PkM melalui acara resmi dan sesi foto bersama. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya program pembelajaran AI dan visualisasi data di SMKN 13 Bandung.

Dorong Kesiapan Siswa Menghadapi Transformasi Digital

Telkom University berharap kegiatan ini memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan. Kolaborasi tersebut juga dapat membuka akses lebih luas bagi siswa untuk mengenal perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Pengenalan AI dan visualisasi data sejak bangku sekolah memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan digital. Selain itu, pengalaman praktik dapat melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan adaptif.

Keterampilan tersebut semakin relevan seiring perkembangan teknologi di berbagai sektor pekerjaan. Karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan dapat menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital.

Berdasarkan sumber rilis Telkom University mengenai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMKN 13 Bandung, program ini menggabungkan pembelajaran dasar AI dan visualisasi data. Melalui praktik pengenalan sampah serta pembuatan dashboard analisis transaksi, siswa memperoleh pengalaman menggunakan teknologi untuk memahami persoalan lingkungan dan bisnis.

 

Penulis: Riezka Ayu Juniarty

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article