Bukan Sekadar BIPA, Bahasa Indonesia Kini Jadi Program Studi Favorit di Universitas Al-Azhar

Must read

EDUCARE.CO.ID – Bahasa Indonesia semakin mendapat tempat di lingkungan pendidikan Mesir. Kini, masyarakat Mesir tidak hanya mengenal bahasa nasional Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tetapi juga dapat mempelajarinya sebagai bidang studi akademik di Universitas Al-Azhar.

Perkembangan ini menandai perluasan diplomasi pendidikan Indonesia di Mesir. Pengenalan bahasa Indonesia mulai menjangkau berbagai jenjang, dari perguruan tinggi hingga sekolah menengah atas.

Salah satu perkembangan penting terlihat dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar. Sejak peresmiannya pada 6 November 2025, program tersebut berhasil menarik minat ratusan mahasiswa Mesir.

Dalam dua tahun akademik, yaitu 2025–2026 dan 2026–2027, program studi ini mencatat 350 mahasiswa baru dengan total peserta didik mencapai 600 orang. Capaian tersebut mengantarkan program Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi salah satu program studi yang paling diminati mahasiswa Mesir.

Atas kontribusinya dalam memperkuat program tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, menerima penghargaan dari Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar.

Program Studi Bahasa Indonesia Justru Perkuat BIPA

Kehadiran program studi Bahasa dan Sastra Indonesia ternyata tidak mengurangi minat masyarakat Mesir terhadap program BIPA. Sebaliknya, kedua jalur pembelajaran tersebut justru saling mendukung.

Sekitar 20 persen mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia juga mendaftar sebagai pemelajar BIPA. Mereka mengikuti program tersebut untuk mempercepat penguasaan bahasa sekaligus meningkatkan kemahiran berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa masyarakat Mesir memiliki beragam pilihan untuk mempelajari bahasa Indonesia. Melalui pendidikan akademik, mahasiswa dapat mendalami bahasa dan sastra secara terstruktur. Sementara itu, BIPA memberikan ruang bagi penutur asing untuk meningkatkan kemampuan berbahasa melalui pembelajaran khusus.

Dengan demikian, pengembangan Bahasa Indonesia di Mesir tidak hanya bertumpu pada satu program. Kedua pendekatan tersebut membangun ekosistem pembelajaran yang saling melengkapi.

Bahasa Indonesia Berpeluang Masuk Sekolah Menengah Mesir

Upaya memperluas pengenalan Bahasa Indonesia juga menyasar pendidikan menengah. Atdikbud KBRI Kairo telah melakukan negosiasi dengan Kementerian Pendidikan Republik Arab Mesir agar Bahasa Indonesia masuk sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan ketiga di sekolah menengah atas negeri.

Dalam skema yang diusulkan, Bahasa Indonesia akan melengkapi Bahasa Inggris dan Bahasa Prancis yang telah lebih dahulu menjadi pilihan pembelajaran bahasa asing.

Jika rencana tersebut terealisasi, siswa sekolah menengah atas di berbagai wilayah Mesir akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal bahasa dan budaya Indonesia sejak dini.

Langkah ini juga berpotensi memperluas jangkauan diplomasi pendidikan Indonesia. Sebab, pengenalan bahasa melalui sekolah dapat membangun ketertarikan generasi muda Mesir terhadap Indonesia sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan tinggi.

Cairo University Buka Ruang Pembelajaran tentang Indonesia

Selain Universitas Al-Azhar, Cairo University turut menjadi mitra dalam memperkenalkan Indonesia melalui pendidikan akademik.

Pada Juni 2026, Atdikbud Abdul Muta’ali mendorong pembukaan dua mata kuliah yang membahas keindonesiaan melalui Fakultas Darul Ulum. Kedua mata kuliah tersebut menyasar jenjang pendidikan yang berbeda.

Pada jenjang sarjana (S-1), mahasiswa dapat mempelajari Sejarah Peradaban Indonesia dengan pengantar Bahasa Arab. Sementara itu, mahasiswa magister (S-2) memperoleh kesempatan mendalami Pemikiran Islam Indonesia dengan pengantar Bahasa Inggris.

Dekan Fakultas Darul Ulum, Ahmed Balbulah, juga menyampaikan bahwa mahasiswa di kampus tersebut perlu memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.

Berdasarkan sumber berita Kemendikdasmen, berbagai inisiatif tersebut memperluas pengenalan Indonesia melalui pembelajaran bahasa, sejarah, budaya, dan pemikiran Islam. Pendekatan ini membuka peluang bagi mahasiswa Mesir untuk memahami Indonesia dari berbagai perspektif akademik.

Universitas Al-Azhar Siapkan Lahan untuk Rumah Budaya Indonesia

Diplomasi pendidikan Indonesia di Mesir juga membuka peluang pengembangan pusat kebudayaan. Universitas Al-Azhar telah menyediakan lahan seluas 2.700 meter persegi di lingkungan kampus untuk pembangunan Indonesian House atau Rumah Budaya Indonesia.

Pusat kebudayaan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat Mesir. Berbagai aspek, mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga kebudayaan, dapat menjadi bagian dari kegiatan pengenalan Indonesia.

Atdikbud Abdul Muta’ali menyebut pendekatan diplomasi melalui pendirian program studi di Universitas Al-Azhar sebagai Buy One Gate All Diplomacy. Istilah tersebut menggambarkan bagaimana satu inisiatif pendidikan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Melalui pendekatan itu, pengembangan pendidikan bahasa dapat terhubung dengan berbagai bidang lain. Kerja sama akademik, pertukaran pengetahuan, serta promosi budaya menjadi peluang yang dapat terus dikembangkan.

BIPA Goes to Campus Perluas Jangkauan di Mesir

Penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia juga menjangkau sejumlah perguruan tinggi lainnya. Selain Universitas Al-Azhar dan Cairo University, upaya internasionalisasi bahasa Indonesia menyasar Suez Canal University dan Ain Shams University.

Pengenalan Indonesia juga merambah lingkungan Liga Arab. Untuk memperluas kesempatan belajar di kalangan mahasiswa, Kantor Atdikbud KBRI Kairo menjalankan program BIPA Goes to Campus in Egypt.

Program tersebut membawa pembelajaran Bahasa Indonesia lebih dekat ke lingkungan perguruan tinggi. Selain memperkenalkan bahasa, kegiatan ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kehidupan, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.

Dengan semakin luasnya jangkauan program, diplomasi pendidikan Indonesia di Mesir memiliki ruang untuk berkembang melalui berbagai institusi dan komunitas akademik.

Pencak Silat Ikut Perkenalkan Bahasa Indonesia

Diplomasi Bahasa Indonesia di Mesir tidak hanya berlangsung melalui ruang kelas dan kampus. Olahraga tradisional seperti pencak silat juga menjadi sarana untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia.

Saat ini, Atdikbud Abdul Muta’ali tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Mesir untuk mendorong pengakuan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga di negara tersebut.

Minat masyarakat Mesir terhadap olahraga bela diri ini terlihat dari jumlah pesertanya. Tercatat tidak kurang dari 6.700 masyarakat Mesir mengikuti kegiatan pencak silat.

Dalam aktivitas tersebut, penggunaan istilah dan Bahasa Indonesia yang lekat dengan pencak silat turut memperkenalkan bahasa nasional Indonesia kepada masyarakat setempat.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa diplomasi bahasa dapat tumbuh melalui berbagai jalur. Pendidikan formal, program BIPA, kerja sama kebudayaan, hingga olahraga dapat saling mendukung dalam memperluas pengenalan Indonesia di tingkat internasional.

Dengan semakin banyaknya institusi pendidikan dan komunitas yang terlibat, Bahasa Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Mesir. Upaya tersebut sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Mesir melalui pendidikan serta pertukaran budaya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article