Inovasi PENS untuk Peternak Lele: PLTS Hybrid Bantu Tekan Biaya Operasional Kolam

Must read

EDUCARE.CO.ID – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) memperkenalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid untuk mendukung efisiensi energi pada usaha budidaya ikan lele. Teknologi ini membantu mengoperasikan pompa sirkulasi air kolam dengan memanfaatkan energi matahari dan dukungan listrik PLN sebagai sumber cadangan.

Tim Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) PENS menerapkan teknologi tersebut melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 24 Oktober 2026. Program yang dipimpin Agus Fitriyanto, A.Md. ini melibatkan seluruh PLP PENS dan bekerja sama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Barokah Lele yang diketuai Bahrul Ulum.

Inovasi tersebut menyasar kebutuhan energi dalam kegiatan budidaya lele, terutama untuk menjaga pompa sirkulasi air tetap beroperasi. Dengan menggabungkan panel surya, baterai, dan jaringan PLN, sistem ini menawarkan alternatif pasokan listrik yang lebih fleksibel bagi pembudidaya.

Biaya Listrik Kolam Lele Tembus Rp200 Ribu per Bulan

Penerapan PLTS Hybrid berangkat dari kebutuhan listrik usaha budidaya milik Bahrul Ulum. Ia mengelola 11 kolam bundar berbahan terpal yang membutuhkan pompa sirkulasi air untuk menjaga kondisi lingkungan kolam.

Pompa tersebut harus bekerja secara rutin agar sirkulasi air tetap berjalan dan mendukung pertumbuhan ikan. Kebutuhan listrik untuk mengoperasikan perangkat itu membuat biaya listrik usaha mencapai lebih dari Rp200.000 setiap bulan.

Selain beban biaya operasional, ketergantungan pada jaringan PLN juga menghadirkan risiko ketika terjadi pemadaman. Jika pompa berhenti bekerja, sirkulasi air kolam dapat terganggu dan berpotensi memengaruhi kondisi budidaya.

Melihat kebutuhan tersebut, tim PLP PENS menghadirkan sistem PLTS Hybrid sebagai alternatif sumber energi. Teknologi ini memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan listrik sekaligus menyimpan energi agar pompa tetap memperoleh pasokan sesuai kebutuhan.

PENS Pasang PLTS Hybrid Berkapasitas 1.200 Wp

Tim PENS memasang satu unit PLTS Hybrid yang menggabungkan tiga komponen utama, yakni panel surya, baterai penyimpanan energi, dan jaringan listrik PLN. Sistem tersebut menggunakan panel surya berkapasitas 1.200 Watt-peak (Wp), inverter 2.000 Watt, serta baterai 24V 100Ah.

Panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Selanjutnya, Solar Charge Controller (SCC) mengatur aliran energi untuk mengisi baterai agar sistem dapat menyimpan listrik yang dihasilkan.

Ketika pompa membutuhkan pasokan listrik, inverter mengubah arus searah (DC) dari sistem penyimpanan menjadi arus bolak-balik (AC). Dengan begitu, pompa sirkulasi air dapat menggunakan energi yang berasal dari PLTS.

Tim juga memasang Automatic Transfer Switch (ATS) untuk mengatur perpindahan sumber listrik secara otomatis. Perangkat ini membantu sistem beralih antara pasokan PLTS dan jaringan PLN sesuai ketersediaan energi.

Melalui integrasi komponen tersebut, sistem dirancang untuk mendukung operasional pompa sekitar pukul 05.00 hingga 21.00. Energi matahari menjadi sumber utama, sedangkan listrik PLN memberikan dukungan ketika sistem membutuhkan pasokan tambahan.

Penghematan Listrik Diperkirakan Mencapai 30–40 Persen

Keunggulan PLTS Hybrid terletak pada kemampuannya menggabungkan energi terbarukan, penyimpanan listrik, dan pengalihan sumber energi secara otomatis. Kombinasi tersebut memberi pembudidaya pilihan pasokan listrik sekaligus membuka peluang untuk mengurangi penggunaan listrik dari jaringan PLN.

Berdasarkan sumber Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) , tim memperkirakan teknologi ini berpotensi menekan biaya listrik sekitar 30–40 persen dibandingkan penggunaan PLN sepenuhnya.

Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi awal. Tim perlu memantau konsumsi energi dan membandingkan tagihan listrik sebelum serta sesudah pemasangan untuk mengetahui besaran penghematan yang benar-benar tercapai.

Hasil awal pemasangan menunjukkan bahwa tim berhasil mengintegrasikan satu unit PLTS Hybrid dengan pompa sirkulasi air kolam. Setelah pemasangan dan pengujian pada 24 Oktober 2026, sistem dapat beroperasi dan mengalirkan air kembali ke kolam-kolam budidaya.

Tim PENS kemudian menyerahkan perangkat tersebut kepada Bahrul Ulum tanpa biaya. Mitra dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk mendukung operasional usaha budidaya ikan lele.

IMG_2439

Teknologi PENS Jadi Contoh Penerapan Ilmu di Sektor Produktif

Program ini memperlihatkan penerapan kompetensi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Tim PLP PENS menggabungkan pengetahuan tentang konversi energi, elektronika daya, sistem tenaga listrik, penyimpanan energi, hingga instalasi dan proteksi kelistrikan dalam satu sistem yang siap digunakan.

Penerapan teknologi tersebut juga menyasar kebutuhan sektor produktif, khususnya usaha budidaya ikan. Dengan memanfaatkan energi matahari, pembudidaya memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengelola biaya operasional.

Kelompok Barokah Lele sendiri memiliki 10 anggota pembudidaya. Namun, pada tahap awal program, tim menyerahkan perangkat secara langsung kepada Bahrul Ulum selaku ketua kelompok karena keterbatasan anggaran kegiatan.

Walaupun penerima manfaat langsung masih terbatas, penerapan PLTS Hybrid ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi anggota kelompok lainnya. Pembudidaya di wilayah sekitar juga dapat mempelajari cara kerja sistem dan mempertimbangkan pemanfaatannya sesuai kebutuhan usaha masing-masing.

PENS Siapkan Pendampingan dan Pemantauan Kinerja Sistem

Selain memasang perangkat, tim PENS memperhatikan keberlanjutan pemanfaatan teknologi tersebut. Rencana tindak lanjut mencakup pendampingan operasional, transfer pengetahuan mengenai penggunaan dan perawatan perangkat, serta pemantauan kinerja sistem.

Tim juga akan mengevaluasi konsumsi listrik PLN dan membandingkan biaya operasional sebelum serta sesudah penerapan PLTS Hybrid. Hasil evaluasi tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai tingkat efisiensi energi yang berhasil dicapai.

Langkah pemantauan menjadi penting karena manfaat teknologi tidak hanya bergantung pada kapasitas perangkat. Pola penggunaan pompa, ketersediaan sinar matahari, kondisi baterai, dan kebutuhan listrik harian juga dapat memengaruhi kinerja sistem.

Energi Terbarukan Buka Peluang bagi Usaha Budidaya Ikan

Penerapan PLTS Hybrid di Jombang menunjukkan peluang pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Teknologi panel surya tidak hanya relevan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat membantu sektor produktif seperti perikanan budidaya.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, PENS menghadirkan solusi teknologi yang berangkat dari kebutuhan langsung pembudidaya. Upaya ini sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan di lapangan.

Ke depan, pendampingan dan evaluasi penggunaan PLTS Hybrid akan menjadi bagian penting untuk mengukur manfaatnya secara nyata. Jika sistem mampu menunjukkan efisiensi sesuai perhitungan awal, teknologi serupa berpeluang menjadi salah satu alternatif pengelolaan energi bagi pembudidaya ikan lele di wilayah lain.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article