Manfaatkan IoT untuk Ketahanan Pangan, Lima Mahasiswa POLSUB Hadirkan Green Blue

Must read

EDUCARE.CO.ID – Lima mahasiswa Politeknik Negeri Subang (POLSUB) mengembangkan inovasi budidaya pangan bernama Green Blue: Smart Aquaponic Farming. Mereka menggabungkan budidaya sawi hijau dan ikan lele dalam satu instalasi pintar berbasis Internet of Things (IoT).

Inovasi ini menjawab tantangan pemanfaatan lahan dan efisiensi air. Menariknya, tim tidak hanya mengembangkan teknologi budidaya. Mereka juga mengolah hasil panen menjadi produk pangan bernilai tambah.

Tim tersebut dipimpin Ilham Juanda Putra. Ia merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi D3 Pemeliharaan Mesin sekaligus penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

Ilham bekerja bersama empat rekannya, yaitu Moena Olivia Triani, Susilawati, Muhamad Albi Maulana, dan Biashinta Meredit. Dosen Jurusan Teknik Mesin POLSUB, Dino Dwi Aryanto, turut membimbing pengembangan inovasi tersebut.

Gabungkan Budidaya Lele dan Sawi dalam Satu Instalasi

Green Blue mengusung konsep akuaponik dengan menggabungkan kolam ikan lele dan pipa tanam hidroponik. Tim menempatkan instalasi tanaman di bagian atas kolam.

Sistem ini memanfaatkan air kolam yang mengandung unsur hara sebagai nutrisi alami bagi sawi hijau. Air tersebut mengalir menuju instalasi tanaman dan melewati media tanam. Setelah proses penyaringan, air kembali ke kolam.

Sirkulasi tersebut menghubungkan kebutuhan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem. Tim juga merancang sistem ini untuk menghemat air sekaligus memaksimalkan penggunaan lahan.

Ilham menjelaskan tujuan pengembangan teknologi tersebut.

“Inovasi ini kami kembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya air sekaligus menyediakan pangan segar bagi masyarakat. Dalam sistem akuaponik ini, air dari kolam ikan lele yang kaya unsur hara dialirkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman sawi hijau, kemudian disaring melalui media tanam sebelum dialirkan kembali ke dalam kolam dalam kondisi bersih,” jelas Ilham.

Mahasiswa KIPK POLSUB Rancang_Green Blue_Akuaponik Pintar Berbasis IoT yang Hasilkan Sawi Segar dan Lele Marinasi

Pantau Budidaya dengan Sensor Berbasis IoT

Keunggulan Green Blue terletak pada penggunaan teknologi pemantauan berbasis IoT. Tim merancang dan merakit sendiri berbagai komponen instalasi.

Perangkat tersebut mencakup kolam ikan, pipa tanam, pompa sirkulasi air, mikrokontroler, dan sensor digital. Seluruh komponen mendukung proses pemantauan selama kegiatan budidaya.

Tim memasang sensor DHT untuk mengukur suhu dan kelembapan udara secara real-time. Mereka juga menggunakan sensor pH yang telah melalui proses kalibrasi. Sensor tersebut membantu mengukur tingkat keasaman air kolam.

Data dari kedua jenis sensor menjadi acuan tim dalam memantau kondisi lingkungan budidaya. Informasi tersebut juga membantu mereka menentukan langkah pemeliharaan ikan dan tanaman.

Dosen pembimbing, Dino Dwi Aryanto, mengapresiasi penerapan teknologi dalam proyek tersebut. Menurutnya, inovasi ini menggabungkan keterampilan manufaktur, teknologi terapan, dan kegiatan budidaya.

“Usaha ini dirancang sebagai perpaduan antara kegiatan manufaktur, teknologi terapan, dan budidaya. Selain menghasilkan produk pangan, Green Blue menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keterampilan rekayasa teknologi sekaligus membangun usaha pangan yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Dino.

Berdasarkan sumber laman resmi Politeknik Negeri Subang, tim telah menjalankan seluruh tahapan produksi Green Blue. Mereka memulai kegiatan dengan menebar benih lele dan menanam bibit sawi hijau.

Selanjutnya, tim merawat kedua komoditas tersebut hingga memasuki masa panen. Mereka juga mulai memasarkan hasil produksi kepada konsumen.

Panen Sawi Hijau dan Kembangkan Produk Lele Marinasi

Inovasi mahasiswa POLSUB ini telah melewati tahap perancangan dan pengujian perangkat. Tim bahkan berhasil memanen sawi hijau dan ikan lele dari instalasi Green Blue.

Hasil panen sawi hijau segar mereka berhasil terjual. Sementara itu, tim mengolah ikan lele menjadi produk lele marinasi berbumbu yang praktis dan siap dimasak.

Strategi tersebut memberi nilai tambah pada hasil budidaya. Tim tidak hanya menjual bahan pangan mentah, tetapi juga menawarkan produk olahan kepada konsumen.

Ilham menjelaskan perkembangan usaha yang mereka rintis.

“Budidaya sawi hijau dan ikan lele kami telah memasuki tahap panen. Sawi hijau segar sudah habis terjual, sementara hasil panen ikan lele kami olah menjadi produk lele marinasi berbumbu yang praktis dan kini sudah mulai diperjualbelikan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses budidaya, tetapi juga menciptakan nilai tambah produk di tingkat hilir,” ungkap Ilham.

Tim juga memperkenalkan purwarupa Green Blue dan produk lele marinasi kepada masyarakat. Mereka mengikuti bazar Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang digagas Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPKK) POLSUB.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORBASI Jawa Barat. Lokasinya berada di Kampus Cibogo POLSUB pada pertengahan Oktober 2026.

Bidik Konsumen Rumah Tangga hingga Warung Makan

Setelah memperkenalkan produk melalui bazar, tim mulai memperluas sasaran pasar. Mereka membidik konsumen rumah tangga dan sivitas akademika POLSUB.

Pedagang sayur serta warung makan di sekitar Subang juga masuk dalam target pemasaran. Tim ingin menjangkau konsumen yang membutuhkan bahan pangan segar maupun produk olahan ikan lele.

Untuk mendukung pemasaran, Ilham dan rekan-rekannya memanfaatkan WhatsApp serta Instagram. Kedua platform tersebut menjadi saluran promosi dan pemesanan produk.

Dino berharap keberhasilan panen perdana dapat mendorong perkembangan usaha mahasiswa. Ia juga ingin tim terus meningkatkan kinerja teknologi dan kapasitas produksi.

“Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman utuh mulai dari merancang teknologi monitoring, mengelola produksi, mengolah hasil panen, hingga memasarkannya ke masyarakat. Ke depan, penyempurnaan sistem IoT dan peningkatan mutu produk lele marinasi akan terus dilakukan agar usaha rintisan ini semakin berkembang,” tutup Dino.

Melalui Green Blue, mahasiswa POLSUB menggabungkan keterampilan rekayasa mesin dengan peluang usaha pangan. Mereka tidak hanya belajar merancang teknologi, tetapi juga menjalankan proses budidaya, mengolah hasil panen, dan memasarkan produk.

Inovasi ini membuka peluang bagi mahasiswa vokasi untuk menerapkan ilmu secara langsung. Pengembangan berikutnya akan berfokus pada penyempurnaan sistem IoT dan peningkatan kualitas lele marinasi.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article