EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Putri Kumala Prabowo dan Alya Putri Mezzaluna, meraih Juara I dalam Pentahelix Student Aquaculture Challenge 2026. Keduanya membawa riset pemanfaatan bakteriofag untuk membantu mengatasi penyakit pada budidaya udang.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian The International Conference on Aquaculture Indonesia (ICAI) 2026. Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menggelar kegiatan itu di Hotel Tentrem, Semarang, pada 21–22 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Putri dan Alya mempresentasikan gagasan serta hasil penelitian mengenai penggunaan bakteriofag untuk mengendalikan bakteri patogen pada udang. Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen UGM dengan keahlian mikrobiologi akuakultur, membimbing penelitian mereka.
Riset ini mengangkat pendekatan berbasis mikrobiologi untuk menjawab tantangan kesehatan dalam budidaya perikanan. Tim UGM juga melihat peluang pengembangan hasil penelitian agar dapat menjangkau kebutuhan industri akuakultur.
Riset Bakteriofag Tawarkan Pendekatan untuk Mengendalikan Penyakit Udang
Bakteriofag merupakan virus yang secara khusus menginfeksi bakteri tertentu. Karakteristik ini membuka peluang pemanfaatannya untuk membantu mengendalikan bakteri penyebab penyakit pada budidaya perikanan.
Selama ini, penyakit menjadi salah satu tantangan dalam usaha budidaya udang. Pembudidaya membutuhkan strategi pengendalian yang tepat sasaran untuk menjaga kesehatan organisme budidaya sekaligus mendukung produktivitas.
Melalui penelitian tersebut, Putri dan Alya mengeksplorasi potensi bakteriofag sebagai salah satu pendekatan dalam menghadapi persoalan itu. Mereka menghubungkan kajian mikrobiologi dengan kebutuhan nyata di sektor akuakultur.
Pendekatan bakteriofag juga menarik perhatian karena virus ini dapat menargetkan bakteri tertentu. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk menilai efektivitas, keamanan, dan kesesuaiannya dengan kondisi budidaya.
Presentasi Mahasiswa UGM Buka Peluang Kolaborasi Industri
Presentasi Putri dan Alya mendapat respons positif dari pelaku industri budidaya udang yang menghadiri kegiatan tersebut. Tanggapan ini membuka peluang komunikasi lebih lanjut mengenai pengembangan riset bakteriofag.
Tim berharap interaksi dengan industri dapat membantu mereka memahami kebutuhan pembudidaya secara lebih mendalam. Masukan dari pelaku usaha juga dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan arah penelitian.
Tahap berikutnya mencakup pengembangan riset dan penjajakan hilirisasi teknologi. Melalui proses tersebut, hasil penelitian berpeluang mendekati kebutuhan operasional di lapangan.
Kolaborasi antara akademisi dan industri memegang peran penting dalam proses ini. Perguruan tinggi dapat menyumbangkan pengetahuan ilmiah, sedangkan pelaku usaha memberikan perspektif mengenai tantangan teknis dan kebutuhan produksi.
Pentahelix Student Aquaculture Challenge Perkuat Kolaborasi Akuakultur
Pentahelix Student Aquaculture Challenge 2026 mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta menyampaikan gagasan dan hasil penelitian untuk menjawab tantangan sektor akuakultur.
Konsep pentahelix menghubungkan lima unsur pembangunan, yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Kelima unsur tersebut dapat saling mendukung dalam mendorong inovasi dan pengembangan akuakultur nasional.
Ajang ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset dan presentasi ilmiah. Selain itu, peserta dapat membangun komunikasi dengan akademisi dan pemangku kepentingan industri perikanan.
Bagi Putri dan Alya, pengalaman tersebut memperluas perspektif mengenai peran penelitian. Mereka melihat bahwa riset tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga perlu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan industri.
Putri dan Alya Ingin Berkontribusi bagi Akuakultur Indonesia
Raihan Juara I menjadi pencapaian akademik sekaligus motivasi bagi Putri Kumala Prabowo dan Alya Putri Mezzaluna. Keduanya ingin terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan.
Mereka juga ingin mengambil peran dalam mendorong kemajuan akuakultur Indonesia. Kontribusi tersebut dapat hadir melalui penelitian, pengembangan teknologi, dan penerapan hasil riset yang memberi manfaat nyata.
Prestasi ini menunjukkan potensi mahasiswa dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tantangan industri. Riset bakteriofag yang mereka angkat juga membuka ruang diskusi mengenai alternatif pengendalian penyakit pada budidaya udang.
Namun, keberhasilan penerapan teknologi tetap memerlukan pembuktian ilmiah dan kerja sama lintas sektor. Dukungan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat dapat membantu proses pengembangan tersebut.
Riset Akuakultur Dukung Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Prestasi Putri dan Alya turut berkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan riset mahasiswa. Kedua, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui eksplorasi teknologi bakteriofag untuk membantu pengendalian penyakit pada budidaya udang.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sementara itu, potensi bakteriofag sebagai pendekatan pengendalian bakteri yang lebih spesifik dapat mendukung pembahasan mengenai SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Meski demikian, kontribusi terhadap produksi yang lebih berkelanjutan tetap bergantung pada hasil pengujian dan penerapan teknologi. Penelitian lanjutan perlu memastikan bahwa pendekatan tersebut aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan budidaya.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Pertanian Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Putri Kumala Prabowo dan Alya Putri Mezzaluna meraih Juara I melalui riset pemanfaatan bakteriofag untuk mengatasi tantangan penyakit pada budidaya udang. Capaian ini menyoroti peran penelitian mahasiswa dan kolaborasi industri dalam mendorong inovasi akuakultur Indonesia.

