EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabila Putri Herviana, meraih prestasi di tingkat Asia Pasifik. Mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi ini berhasil menempati posisi 2nd Runner-Up dalam Compounding Event kategori Beginner pada ajang IPSF APRO Pharmaceuticals Science Event 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office (IPSF APRO). Ajang ini mempertemukan mahasiswa farmasi untuk menguji pengetahuan dan keterampilan di bidang kefarmasian.
Pada edisi 2026, kompetisi mengangkat tema “Next Generation Dermaceuticals: Precision, Safety, and Innovation”. Tema ini menyoroti pentingnya ketepatan formulasi, keamanan, dan inovasi dalam pengembangan produk derma kosmetik.
Nabila UGM Lolos Dua Tahap Seleksi Kompetisi
Nabila meraih penghargaan setelah melewati dua tahapan seleksi. Pada babak awal, peserta mengerjakan soal multiple-choice questions (MCQ) yang menguji pemahaman tentang derma kosmetik.
Materi seleksi mencakup prinsip formulasi, standar keamanan, dan inovasi sediaan. Peserta perlu memahami konsep tersebut untuk menjawab soal dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Setelah lolos seleksi awal, Nabila menghadapi tantangan studi kasus pada babak final. Tahap ini menuntut peserta menganalisis masalah dan merumuskan solusi kefarmasian secara cermat.
Peserta juga perlu menunjukkan kemampuan memecahkan masalah serta menerapkan pengetahuan farmasi dalam situasi yang lebih kompleks. Ketelitian menjadi aspek penting karena formulasi sediaan membutuhkan pertimbangan yang tepat.
Melalui rangkaian seleksi tersebut, Nabila berhasil meraih posisi 2nd Runner-Up pada kategori Beginner. Prestasi ini menambah catatan pencapaian mahasiswa Farmasi UGM dalam kompetisi internasional.
Kompetisi Compounding Uji Keterampilan Praktis Mahasiswa Farmasi
Compounding Event menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan berpikir kritis. Melalui kompetisi ini, peserta menguji pemahaman teori sekaligus kemampuan menganalisis persoalan kefarmasian.
Dalam praktiknya, proses peracikan sediaan farmasi membutuhkan ketelitian dan pemahaman mengenai bahan, formulasi, serta aspek keamanan. Karena itu, mahasiswa perlu menguasai dasar keilmuan sekaligus mampu menerapkannya saat menghadapi persoalan.
Pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali standar dan tantangan di lingkungan kefarmasian yang lebih luas. Mereka dapat menguji kemampuan sekaligus memperluas wawasan di luar kegiatan perkuliahan.
Capaian Nabila menunjukkan keterlibatan mahasiswa Farmasi UGM dalam ajang pengembangan kompetensi di tingkat regional. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk terus memperdalam ilmu dan mengembangkan keterampilan profesional.
Prestasi Mahasiswa Farmasi UGM Dukung Pencapaian SDGs
Keberhasilan Nabila turut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang mendorong peningkatan kompetensi dan kesempatan belajar bagi peserta didik.
Partisipasi dalam kompetisi internasional memberi mahasiswa kesempatan untuk menguji pengetahuan dan mengembangkan kemampuan analitis. Pengalaman tersebut melengkapi proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Tema kompetisi juga berkaitan dengan SDG 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Fokus pada keamanan dan inovasi formulasi mendorong mahasiswa memahami pentingnya pengembangan produk yang memperhatikan aspek teknis serta mutu.
Sementara itu, pengembangan sediaan farmasi yang aman dan berkualitas memiliki hubungan dengan SDG 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kompetensi calon farmasis menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung layanan dan pengembangan produk kesehatan.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Nabila Putri Herviana meraih penghargaan 2nd Runner-Up dalam Compounding Event kategori Beginner pada IPSF APRO Pharmaceuticals Science Event 2026. Ia melewati seleksi soal pilihan ganda dan studi kasus dalam kompetisi yang mengangkat tema inovasi, keamanan, dan ketepatan formulasi derma kosmetik.
Prestasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kefarmasian dan memperluas pengalaman akademik di tingkat Asia Pasifik.

