Bukan Sekadar Pengabdian, Mahasiswa UNG Kenalkan Olahan Unik dari Biji Teratai

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi pangan dari bahan lokal. Mereka mengolah biji teratai menjadi es krim di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Inovasi ini memperkenalkan cara baru untuk memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Mahasiswa juga mengajak warga mengenali peluang pengembangan bahan lokal menjadi produk olahan.

Koordinator Desa KKN Tematik II UNG Desa Teratai, Hamdan Bahmid, mengatakan timnya ingin mengembangkan potensi tersebut melalui ide kreatif yang memiliki nilai tambah.

“Kami memperkenalkan ide kreatif ini melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting,” kata Hamdan, dikutip dari Antara, 26 Oktober 2026.

Mahasiswa UNG Kembangkan Olahan Biji Teratai

Tim KKN memilih biji teratai sebagai bahan utama untuk membuat es krim. Mereka ingin memperkenalkan bentuk olahan yang lebih akrab bagi masyarakat.

Proses pengolahan ini menjadi pengalaman baru bagi warga Desa Teratai. Mahasiswa terlibat langsung sejak tahap awal hingga menghasilkan es krim berbahan biji teratai.

Warga setempat baru pertama kali mengenal inovasi tersebut. Pengenalan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat potensi bahan pangan di sekitar mereka.

Mahasiswa juga mendorong warga agar tidak hanya mengenali sumber daya lokal. Mereka mengajak masyarakat mengeksplorasi cara pemanfaatan yang lebih kreatif dan bernilai tambah.

Libatkan PKK, Posyandu, dan Kader Kesehatan

Program KKN ini tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan pangan. Mahasiswa turut mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang penguatan pangan keluarga serta pencegahan stunting.

Tim KKN melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. Pesertanya mencakup Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, dan warga setempat.

Kolaborasi ini mempertemukan mahasiswa dengan pihak-pihak yang berperan dalam kehidupan masyarakat desa. Mereka bersama-sama mengenali potensi pangan lokal dan membahas peluang pemanfaatannya.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya mendekatkan kegiatan pengabdian perguruan tinggi dengan kebutuhan warga. Masyarakat pun mendapat ruang untuk mengenal alternatif pengolahan bahan pangan yang tersedia di sekitar mereka.

KKN Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan Warga

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNG, Muhammad Rifai Katili, menilai kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa. Mereka belajar mengolah potensi lokal sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengolah potensi lokal sekaligus mendorong edukasi mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ujar Muhammad Rifai.

Inovasi es krim biji teratai menunjukkan salah satu cara mahasiswa mengangkat potensi desa melalui program pengabdian. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenal sumber daya pangan di lingkungan mereka.

Ke depan, pengembangan bahan pangan lokal membutuhkan eksplorasi dan pengolahan yang sesuai. Edukasi kepada masyarakat juga berperan penting agar pemanfaatan potensi desa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Tematik II Universitas Negeri Gorontalo memperkenalkan es krim berbahan biji teratai kepada warga Desa Teratai, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini menggabungkan inovasi pangan lokal dengan edukasi penguatan pangan keluarga dan pencegahan stunting, serta melibatkan unsur masyarakat setempat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article