Bikin Aplikasi Kidora, Mahasiswa Unimal Sabet Juara 1 Kompetisi Internasional di Malaysia

Must read

EDUCARE.CO.ID – Empat mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) meraih Juara 1 atau Gold Award dalam ajang internasional International Innovation and Entrepreneurship Challenge (i-IEC 2026) di Pahang, Malaysia, Selasa (20/10/2026). Mereka membawa pulang penghargaan tersebut melalui Kidora, aplikasi yang membantu anak membangun kebiasaan digital lebih sehat.

Tim Unimal terdiri atas Lisni Harahap, Hana Marmella, Fitri Anisah, dan Naufal Abdulillah. Keempatnya mengembangkan Kidora sebagai pendamping digital wellbeing yang mendorong anak menggunakan ponsel pintar secara bijak, santun, dan bertanggung jawab.

Kompetisi i-IEC 2026 diselenggarakan oleh Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah di Kuala Rumpin, Pahang. Ajang ini mempertemukan para inovator muda dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan gagasan dan karya mereka.

Kidora Bantu Anak Mengelola Penggunaan Gawai

Kidora berangkat dari perhatian tim terhadap tantangan penggunaan perangkat digital di kalangan anak. Aplikasi ini mengusung pendekatan yang tidak hanya berfokus pada durasi penggunaan ponsel, tetapi juga pada perilaku anak saat berinteraksi di ruang digital.

Tim mengembangkan tiga fokus utama dalam Kidora. Pertama, fitur pengelolaan durasi penggunaan gawai atau screen time untuk membantu anak membangun kebiasaan penggunaan perangkat yang lebih teratur.

Kedua, aplikasi ini mengangkat edukasi etika komunikasi digital. Pendekatan tersebut bertujuan membantu anak memahami cara berkomunikasi secara santun sekaligus mengenali risiko perundungan siber atau cyberbullying.

Ketiga, Kidora mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak. Melalui pendekatan yang ramah, aplikasi ini menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.

Dengan menggabungkan ketiga aspek tersebut, tim ingin menghadirkan pendekatan pendampingan digital yang memperhatikan kebiasaan, etika, dan peran keluarga. Namun, efektivitas setiap fitur tetap memerlukan evaluasi berdasarkan penggunaan nyata.

Presentasi di Malaysia Antar Tim Unimal Raih Penghargaan

Dosen pembimbing tim, Prof. Ir. Arnawan Hasibuan, S.T., M.T., Ph.D., mengapresiasi kerja keras para mahasiswa dalam mengembangkan dan mempresentasikan Kidora.

Perjalanan tim menuju penghargaan dimulai ketika mereka menerima pengumuman Gold Award pada 10 September 2026. Hasil tersebut mengantarkan mereka ke babak final kompetisi.

Pada tahap final, tim mempresentasikan inovasi Kidora secara langsung di hadapan dewan juri di Pahang. Presentasi tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menjelaskan gagasan, tujuan, dan relevansi aplikasi terhadap persoalan penggunaan teknologi di kalangan anak.

Berdasarkan sumber Universitas Malikussaleh (Unimal), capaian ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam merespons tantangan sosial melalui inovasi teknologi. Kidora tidak hanya mengangkat aspek teknis aplikasi, tetapi juga menyoroti pentingnya pendampingan anak saat menggunakan perangkat digital.

“Aplikasi Kidora bukan hanya sekadar karya inovasi teknologi, tetapi hadir sebagai jawaban konkret atas tantangan pengasuhan anak di era digital,” ujar Prof. Arnawan.

Unimal Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berdampak

Menurut Prof. Arnawan, keberhasilan tim meraih juara pertama di tingkat internasional menunjukkan kemampuan mahasiswa Unimal dalam mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kesempatan untuk bersaing dalam forum global. Melalui riset, kreativitas, dan kepekaan terhadap persoalan sosial, mahasiswa dapat menghadirkan gagasan yang memiliki nilai bagi masyarakat.

“Keberhasilan meraih Juara Pertama di tingkat internasional ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Malikussaleh memiliki kualitas, kepekaan sosial, dan daya saing yang sangat tinggi. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan membawa nama harum almamater serta bangsa,” ungkapnya.

Prestasi Kidora sekaligus menyoroti peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi yang berangkat dari persoalan sehari-hari. Penggunaan gawai pada anak, misalnya, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga melibatkan edukasi dan pendampingan keluarga.

Ke depan, pengembangan aplikasi seperti Kidora dapat membuka ruang untuk memperkuat literasi digital anak dan orang tua. Dengan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan, inovasi ini berpeluang berkontribusi pada terciptanya lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab bagi anak.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article