Mahasiswa UMS Juara 1 Kompetisi Internasional, Bawa Gagasan Filter Air dari Daun Bambu

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih juara pertama kategori Design Poster dalam ajang The 2nd International Engineering Competition Mandalika Competition 2026. Mereka memperkenalkan BALFOGER, konsep filter air berbahan daun bambu dengan perekat organik.

Melalui gagasan ini, tim UMS ingin mengeksplorasi bahan alami untuk teknologi penyaringan air. Mereka mengangkat potensi daun bambu sebagai alternatif material yang lebih ramah lingkungan.

Tim tersebut terdiri atas Naura Ayu Rafadani dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, sebagai ketua. Dua anggota lainnya ialah Siska Ristiyana dari Program Studi Teknik Industri dan Satria Gemilang Kusuma Perdana dari Program Studi Teknik Mesin.

BALFOGER Angkat Potensi Daun Bambu

Naura menjelaskan bahwa ide BALFOGER berawal dari perhatian tim terhadap persoalan pencemaran air. Mereka melihat perlunya eksplorasi material penyaring yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Naura, sejumlah filter konvensional berpotensi meninggalkan residu. Bentuknya dapat berupa partikel atau sisa bahan kimia, bergantung pada material dan proses penggunaannya.

Tim kemudian mencari alternatif melalui bahan organik. Mereka memilih daun bambu karena bagian tanaman ini memiliki potensi pemanfaatan yang belum banyak mendapat perhatian.

Selama ini, masyarakat lebih sering memanfaatkan batang bambu untuk berbagai kebutuhan. Contohnya meliputi kerajinan dan produk sehari-hari. Melalui BALFOGER, tim ingin mengeksplorasi fungsi lain dari tanaman tersebut.

“Filter daun bambu ini kami pilih karena selain permasalahan pencemaran air yang kompleks, filter konvensional juga berpotensi mencemari air. Kami kemudian mengembangkan gagasan filter dari daun bambu dengan perekat bio-organik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan,” jelas Naura, Selasa (20/10/2026).

Konsep BALFOGER menggabungkan daun bambu dengan perekat berbasis organik. Tim ingin mengembangkan alternatif penyaringan air yang mengandalkan material alami.

Meski demikian, tim masih perlu menguji kemampuan bahan tersebut. Pengujian akan membantu mereka mengetahui efektivitas penyaringan dan keamanan hasilnya.

Riset Jurnal Internasional Jadi Landasan Pengembangan

Tim UMS menyusun konsep BALFOGER dengan mempelajari sejumlah jurnal internasional. Literatur tersebut membahas potensi daun bambu sebagai material filter air.

Dari kajian itu, tim menelaah penelitian terdahulu. Mereka juga mencari peluang pengembangan, terutama dalam pemilihan bahan tambahan dan perekat.

Proses penyusunan riset hingga menjadi karya ilmiah berlangsung sekitar satu minggu. Selama periode tersebut, ketiga mahasiswa berdiskusi untuk merumuskan konsep dan mengidentifikasi kekurangan inovasi sebelumnya.

Mereka juga mempertimbangkan aspek teknis dalam desain filter. Satria, mahasiswa Teknik Mesin, memberikan masukan mengenai bentuk dan rancangan yang sesuai dengan karakteristik material.

Naura menyebut Siska sebagai penggagas awal pemanfaatan daun bambu. Sebelumnya, Siska telah mempelajari potensi material tersebut sebagai filter.

Selanjutnya, tim mengembangkan gagasan itu dengan menitikberatkan pada penggunaan perekat organik. Mereka ingin mengeksplorasi kemungkinan pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan sumber Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), prestasi ini mencerminkan upaya mahasiswa mengembangkan gagasan berbasis riset untuk menjawab persoalan lingkungan. Kajian ilmiah menjadi langkah awal sebelum tim melanjutkan pengembangan ke tahap berikutnya.

Tim UMS Targetkan Pembuatan Prototipe BALFOGER

Meski meraih juara pertama dalam kompetisi internasional, BALFOGER masih berada pada tahap kajian literatur dan penyusunan karya ilmiah. Tim belum membuat prototipe atau menguji kemampuan filter secara langsung.

Karena itu, tim menargetkan pembuatan prototipe sebagai langkah selanjutnya. Tahap ini akan membantu mereka mengevaluasi kinerja material daun bambu dan perekat organik.

Pengujian juga perlu mengukur efektivitas penyaringan serta keamanan air hasil proses tersebut. Dengan begitu, tim dapat menilai kelayakan konsep sebelum mempertimbangkan penerapan yang lebih luas.

Naura berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu tim melanjutkan pengembangan BALFOGER. Dukungan tersebut, termasuk pendanaan, berpeluang membawa gagasan mereka menuju tahap uji coba.

“Harapannya, inovasi yang awalnya masih berbentuk paper ini bisa mendapat dukungan, termasuk pendanaan, sehingga dapat diwujudkan menjadi prototipe. Kami juga berharap inovasi ini bisa dilirik oleh pemerintah maupun pihak swasta karena berpotensi diterapkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

Tim berharap kolaborasi dengan pemerintah maupun sektor swasta dapat membuka peluang pengembangan lebih lanjut. Namun, BALFOGER tetap membutuhkan pengujian untuk membuktikan kinerja dan manfaatnya.

Ke depan, tim juga ingin membawa inovasi ini ke kompetisi internasional pada tahun berikutnya. Pengembangan prototipe akan menjadi salah satu langkah penting untuk mengevaluasi konsep tersebut.

Pengalaman Kompetisi Tumbuhkan Minat pada Isu Lingkungan

Ketertarikan Naura terhadap inovasi lingkungan tumbuh sejak sekolah menengah pertama. Saat itu, ia mulai mengikuti berbagai kompetisi Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Pengalaman tersebut mendorong Naura untuk terus mempelajari riset dan mengembangkan gagasan. Minatnya semakin kuat ketika memasuki perguruan tinggi.

Naura kemudian mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang memperoleh pendanaan. Program tersebut mengangkat isu lingkungan dan memberinya pengalaman dalam mengembangkan ide ilmiah.

Ia juga pernah mengikuti kompetisi esai di Bali. Dalam ajang itu, Naura mengangkat tema penanggulangan pembalakan liar.

Berbagai pengalaman tersebut memperluas wawasannya tentang persoalan lingkungan. Pengalaman itu juga mendorongnya mencari gagasan yang berpotensi menawarkan solusi.

Bagi Naura, kompetisi akademik bukan sekadar tempat untuk meraih penghargaan. Ajang tersebut juga memberinya kesempatan untuk mengasah kemampuan riset, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran kritis.

Prestasi BALFOGER menambah pengalaman tim UMS dalam mengangkat inovasi berbasis lingkungan. Kini, mereka ingin melanjutkan gagasan tersebut melalui pembuatan prototipe dan pengujian langsung.

Langkah itu penting untuk mengetahui apakah daun bambu dan perekat organik dapat mendukung proses penyaringan air secara efektif. Hasil pengujian nantinya dapat menjadi dasar bagi pengembangan BALFOGER menuju penerapan yang lebih luas.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article