Mahasiswa UNAIR Raih Podium di Kejuaraan Orienteering Internasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (WANALA) mencetak prestasi di Makopala Universitas Budi Luhur Orienteering Championship (MUBLOC) 2026. Para atlet UNAIR meraih sejumlah posisi podium dalam kategori Sprint Distance dan Middle Distance.

Kejuaraan orienteering internasional tersebut berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Kebun Raya Cibodas dan Universitas Budi Luhur, Jakarta. Atlet dari sejumlah negara, termasuk Hong Kong dan Jepang, ikut bersaing dalam kompetisi ini.

Muhammad Rizqi dari Fakultas Vokasi meraih juara pertama Sprint Distance kelas M21. Sementara itu, dua mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Ahmad Rizqi Ramadhani dan Rayhan Arya Ramadhan, masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat.

Muhammad Rizqi kembali meraih hasil positif pada kategori Middle Distance. Ia menempati posisi kedua kelas M21. Pada kategori yang sama, Rayhan finis di peringkat keenam, sedangkan Ahmad berada di posisi kesembilan.

WANALA UNAIR Hadapi Tantangan Lintasan Sprint dan Middle Distance

MUBLOC menguji kemampuan atlet dalam membaca peta, menentukan arah, dan mengatur kecepatan. Setiap kategori menghadirkan karakter lintasan yang berbeda. Karena itu, peserta perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi medan.

Ahmad Rizqi Ramadhani menjelaskan bahwa Middle Distance menuntut daya tahan lebih besar. Lintasan yang lebih panjang, perubahan elevasi, dan kawasan hutan membuat peserta harus menjaga stamina sekaligus menentukan rute secara cermat.

“Untuk Middle Distance, tantangannya lebih panjang dan memiliki elevasi. Wilayahnya lebih banyak berupa hutan sehingga lebih sulit, sedangkan Sprint Distance berlangsung di area perkotaan,” jelas Ahmad.

Sebaliknya, Sprint Distance mengajak peserta menyusuri area perkotaan dengan cakupan lintasan yang lebih kecil. Kondisi tersebut membantu atlet mengenali lokasi, tetapi mereka tetap harus bergerak cepat untuk menyelesaikan lomba. Kedua kategori pun menuntut ketepatan navigasi dan kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Mahasiswa UNAIR Catatkan Hasil di Berbagai Kelas

Selain Muhammad Rizqi, Ahmad, dan Rayhan, anggota WANALA UNAIR lainnya juga menunjukkan kemampuan mereka di kelas masing-masing.

Maulidha Nur Khasanah dari Fakultas Keperawatan (FKp) menempati peringkat ke-24 Sprint Distance kelas W21. Ia juga meraih posisi ke-25 pada Middle Distance kelas W21E.

Sementara itu, Zalfa Zahira Febriyani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) finis di posisi ke-12 Sprint Distance kelas W20. Ia kemudian menempati peringkat ke-10 pada kategori Middle Distance.

Adapun M Erza Apriansyah dari Fakultas Vokasi meraih posisi ke-10 Middle Distance kelas M20.

Hasil tersebut memperlihatkan kiprah mahasiswa UNAIR dalam sejumlah kategori orienteering. Melalui kompetisi ini, para atlet mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan navigasi, kecepatan, dan daya tahan fisik di tengah persaingan.

WANALA UNAIR Tingkatkan Latihan Jelang Kejuaraan

WANALA UNAIR menyiapkan para atlet melalui pembinaan fisik dan latihan rutin. Tim menjalankan kegiatan olahraga secara terjadwal, lalu meningkatkan intensitas latihan menjelang keberangkatan ke lokasi kompetisi.

Ahmad menjelaskan bahwa tim memperbanyak sesi latihan sekitar satu hingga dua minggu sebelum lomba. Mereka juga menambahkan latihan interval untuk mendukung kebutuhan fisik selama pertandingan.

“Sekitar satu hingga dua minggu sebelum lomba, latihan kami lebih rutin dan ada tambahan latihan interval,” ujar Ahmad.

Persiapan fisik menjadi salah satu aspek penting dalam orienteering. Atlet harus mampu menjaga kecepatan berlari sekaligus membaca peta dengan akurat. Mereka juga perlu menentukan rute dan menemukan titik kontrol sesuai arahan perlombaan.

Karena itu, latihan yang konsisten membantu atlet mempersiapkan diri menghadapi berbagai karakter lintasan. Kemampuan fisik dan ketepatan navigasi perlu berjalan beriringan agar peserta dapat menyelesaikan tantangan secara efektif.

MUBLOC Jadi Tolok Ukur Pengembangan Atlet WANALA UNAIR

Bagi WANALA UNAIR, MUBLOC 2026 memberi kesempatan untuk mengukur kemampuan anggota dalam kompetisi internasional. Pertemuan dengan atlet dari berbagai negara juga memperluas pengalaman bertanding mereka.

Selain mengejar hasil, para atlet dapat mengevaluasi strategi setelah menghadapi lintasan dengan tingkat kesulitan berbeda. Pengalaman tersebut membantu mereka mengenali aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari ketahanan fisik hingga ketepatan membaca peta saat menghadapi tekanan.

Ahmad menegaskan bahwa WANALA UNAIR ingin terus mengikuti kejuaraan dan menjaga konsistensi latihan.

“Target kami adalah terus mengikuti kejuaraan dan berlatih,” tuturnya.

Berdasarkan sumber laman resmi UNAIR, para atlet meraih sejumlah posisi podium pada kategori Sprint Distance dan Middle Distance. Muhammad Rizqi menjadi salah satu penyumbang prestasi melalui gelar juara pertama Sprint Distance kelas M21 dan posisi kedua Middle Distance di kelas yang sama.

Ke depan, WANALA UNAIR ingin terus mengasah kemampuan anggotanya melalui latihan teratur dan partisipasi dalam berbagai kejuaraan. Pengalaman dari MUBLOC 2026 dapat menjadi bekal bagi para atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article