Mahasiswa UMS Bawa Safe TKI ke Jepang, Raih Silver Medal di Ajang Inovasi Internasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membawa nama kampus ke ajang inovasi internasional.

Yuanda Eka Saputra, mahasiswa PTI angkatan 2023, bersama timnya meraih Silver Medal dalam Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang.

Kompetisi tersebut berlangsung di Kansai Airport Conference Halls pada 3–4 Juli 2026.

JDIE 2026 Perlihatkan Inovasi dari Berbagai Negara

JDIE menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, inventor, dan inovator dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya mereka.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ajang JDIE 2026 diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA).

Kompetisi tersebut menghadirkan berbagai karya dalam bidang desain, ide, invensi, dan teknologi.

Peserta tidak hanya mengikuti kompetisi. Mereka juga mendapat kesempatan memperkenalkan gagasan kepada masyarakat internasional.

Yuanda Bawa Inovasi Safe TKI

Dalam ajang tersebut, Yuanda dan tim memperkenalkan Safe TKI. Tim mengembangkan platform digital ini dengan memadukan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Blockchain.

Safe TKI berfokus pada kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Platform tersebut membantu pekerja memperoleh informasi dan dukungan selama proses migrasi kerja.

Tim menghadirkan sejumlah fitur dalam Safe TKI, antara lain:

  • verifikasi identitas,
  • informasi pekerjaan terverifikasi,
  • edukasi prakeberangkatan,
  • asisten berbasis AI,
  • serta layanan darurat SAFE SOS.

Rangkaian fitur tersebut membantu menciptakan proses migrasi kerja yang lebih aman dan transparan.

Teknologi AI dan Blockchain Perkuat Safe TKI

Safe TKI lahir dari kebutuhan pekerja migran terhadap informasi yang jelas dan perlindungan selama proses migrasi.

Tim memanfaatkan AI untuk menghadirkan layanan asisten digital. Teknologi tersebut dapat mendukung pengguna ketika membutuhkan informasi terkait proses migrasi kerja.

Sementara itu, Blockchain menjadi bagian dari sistem yang mendukung keterlacakan informasi.

Kombinasi kedua teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan tim dalam membangun platform digital untuk pekerja migran.

Silver Medal Jadi Bukti Inovasi Mahasiswa UMS

Perolehan Silver Medal di JDIE 2026 menjadi capaian internasional bagi Yuanda dan tim.

Mereka berhasil membawa Safe TKI ke panggung inovasi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.

Prestasi tersebut juga memperlihatkan kemampuan mahasiswa PTI FKIP UMS dalam mengembangkan teknologi berdasarkan persoalan nyata di masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi informasi untuk kebutuhan akademik. Mereka juga dapat menggunakannya untuk merancang solusi digital bagi kelompok masyarakat tertentu.

Safe TKI Dorong Teknologi yang Lebih Inklusif

Inovasi Safe TKI menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu menjawab kebutuhan pekerja migran.

Platform tersebut menggabungkan informasi, edukasi, bantuan berbasis AI, dan layanan darurat dalam satu ekosistem digital.

Melalui inovasi seperti Safe TKI, mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada fitur.

Mereka juga dapat merancang solusi dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan Yuanda dan tim di JDIE 2026 pun menjadi bagian dari perkembangan inovasi mahasiswa UMS di tingkat internasional.

Capaian tersebut diharapkan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengembangkan gagasan berbasis teknologi yang aman, inklusif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article