Inovasi Mahasiswa Unram: TuChips dan TEKEMBUNG Bawa Pangan Lombok ke KMI Expo XVII 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) membawa dua inovasi pangan lokal Lombok ke panggung nasional. Mereka mengolah jaje tujak menjadi keripik melalui TuChips dan mengembangkan terasi berbahan ikan kembung melalui TEKEMBUNG.

Kedua produk tersebut tampil dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, pada 29 September–1 Oktober 2026.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Mataram, TuChips dan TEKEMBUNG masuk kategori Makanan dan Minuman Tahapan Bertumbuh.

Keduanya bergabung dengan 395 kelompok usaha mahasiswa dari 219 perguruan tinggi yang lolos dalam ajang nasional tersebut melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

KMI Expo XVII menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan produk, bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem kewirausahaan.

TuChips Ubah Jaje Tujak Jadi Keripik

Tim TuChips melihat peluang dari jaje tujak, salah satu jajanan tradisional khas Lombok.

Jaje tujak memiliki cita rasa khas yang kuat. Namun, teksturnya yang lembap membuat produk ini tidak dapat bertahan terlalu lama.

Kondisi tersebut juga membuat jaje tujak kurang praktis sebagai oleh-oleh. Karena itu, tim TuChips mencoba menghadirkan bentuk baru yang lebih mudah dibawa dan dipasarkan.

Mereka mengolah jaje tujak menjadi keripik dengan tekstur renyah. Proses tersebut juga menghasilkan produk dengan masa simpan yang lebih panjang.

TuChips menawarkan dua varian rasa, yaitu Original dan Ayam Taliwang. Tim juga terus mengeksplorasi varian baru untuk menyesuaikan produk dengan selera konsumen.

Anggota tim terdiri atas Citra Bela Qur’ani dan Indi Abida Firdaus dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Nayla Azzra Syafitri dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA).

Tim tersebut mendapat bimbingan dari Rini Nofrida, S.TP., M.Si.

Lewat TuChips, mahasiswa mencoba mempertahankan identitas jaje tujak sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar modern.

Inovasi itu juga membuka peluang bagi kuliner tradisional Lombok untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

TEKEMBUNG Gabungkan Udang Rebon dan Ikan Kembung

Tim kedua hadir melalui TEKEMBUNG.

Nama tersebut merujuk pada inovasi terasi yang menggunakan udang rebon dan ikan kembung sebagai bahan utama. Tim mengembangkan produk dengan memperhatikan aspek higienitas, kandungan protein, dan penggunaan bahan tanpa pengawet.

Tim TEKEMBUNG terdiri atas Laela Ardo, Fitri Idayanti, Nurfatin Zalila, dan Yatmi Hijayanti dari FATEPA, serta Heni Sepira dari FEB.

Mereka mengembangkan produk tersebut di bawah bimbingan Firman Fajar Perdhana, S.Si., M.Biotech.

Gagasan TEKEMBUNG berangkat dari potensi hasil perikanan Indonesia. Lombok sendiri memiliki berbagai sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Alih-alih menjual bahan dalam kondisi segar, tim mengolahnya menjadi produk yang lebih praktis.

Selain itu, mahasiswa juga memperhatikan cita rasa dan tampilan kemasan. Pendekatan tersebut membantu TEKEMBUNG tampil lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui produk ini, mahasiswa belajar melihat hasil perikanan bukan hanya sebagai bahan pangan. Mereka juga melihatnya sebagai peluang untuk membangun usaha dan menciptakan nilai ekonomi.

KMI Expo Jadi Ajang Uji Produk Mahasiswa

Perjalanan TuChips dan TEKEMBUNG menuju KMI Expo XVII tidak berlangsung secara instan.

Kedua tim mengikuti proses pembinaan melalui P2MW. Para peserta juga melewati tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) sebelum mengikuti seleksi menuju ajang nasional.

KMI Expo kemudian memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kesiapan produk dan konsep usaha mereka.

Tidak hanya pameran, agenda tersebut juga menghadirkan berbagai kegiatan kewirausahaan. Rangkaian KMI Expo XVII mencakup KMI Award, talkshow kewirausahaan, perlombaan, kirab budaya, collaborative matching, serta sarasehan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat bertemu mentor dan pelaku industri. Mereka juga memiliki kesempatan membangun jaringan dengan investor serta pemangku kepentingan lainnya.

Dengan demikian, KMI Expo tidak hanya mempertemukan produk. Ajang ini juga mempertemukan gagasan, pengalaman, dan peluang kerja sama.

Unram Bawa Motivasi dari Capaian Tahun Lalu

Keikutsertaan Unram tahun ini juga membawa semangat dari pencapaian pada penyelenggaraan sebelumnya.

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk kembali tampil di tingkat nasional. Karena itu, TuChips dan TEKEMBUNG tidak sekadar membawa produk untuk dipamerkan.

Kedua tim juga ingin menunjukkan perkembangan usaha sekaligus membuka peluang meraih capaian baru.

KMI Expo XVII 2026 mengangkat tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global.”

Tema tersebut sejalan dengan konsep TuChips dan TEKEMBUNG. Keduanya berangkat dari potensi lokal, lalu mengembangkan produk dengan pendekatan inovatif.

Jejaring Jadi Bagian Penting dalam Kewirausahaan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., menyoroti pentingnya jejaring dalam perjalanan kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, KMI Expo dapat menjadi ruang untuk mempertemukan mahasiswa dengan berbagai pihak. Pertemuan tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan usaha dan memperluas jaringan profesional.

Sementara itu, Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., menekankan pentingnya inovasi yang memanfaatkan sumber daya serta kearifan lokal.

Ia juga menyoroti kebutuhan mahasiswa untuk menguasai kemampuan manajerial, sistem informasi, dan literasi digital.

Keterampilan tersebut semakin penting karena perkembangan dunia usaha terus berubah.

“Insan Indonesia harus tetap berakar lokal budayanya, tetapi kita harus berkiprah global dan berdampak secara global,” ujarnya.

Pangan Lokal Lombok Naik Kelas

TuChips dan TEKEMBUNG menunjukkan dua cara berbeda dalam mengembangkan potensi pangan lokal.

TuChips mengambil inspirasi dari kuliner tradisional. Tim kemudian mengubah bentuk jaje tujak agar lebih praktis sebagai produk oleh-oleh.

Sementara itu, TEKEMBUNG memanfaatkan hasil perikanan. Tim menggabungkan udang rebon dan ikan kembung menjadi produk terasi dengan konsep yang lebih modern.

Keduanya memiliki benang merah yang sama. Mahasiswa melihat potensi di sekitar mereka, kemudian mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran pendidikan tinggi dalam mendorong kewirausahaan berbasis potensi daerah.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis. Mereka juga belajar mengidentifikasi masalah, mengembangkan produk, memikirkan kemasan, serta memahami kebutuhan konsumen.

Bawa Nama Lombok ke Panggung Nasional

Bagi mahasiswa Unram, KMI Expo XVII menjadi lebih dari sekadar agenda pameran.

Ajang ini memberi mereka kesempatan untuk memperkenalkan inovasi pangan Lombok kepada peserta dari berbagai daerah.

TuChips membawa cerita tentang bagaimana jajanan tradisional dapat mengikuti kebutuhan pasar. Di sisi lain, TEKEMBUNG menunjukkan bahwa hasil perikanan lokal juga dapat menjadi bahan inovasi kewirausahaan.

Keduanya membawa pesan yang sama: potensi lokal dapat menjadi modal untuk menciptakan produk baru dan membangun usaha.

Dengan semangat mempertahankan capaian sebelumnya sekaligus mengejar prestasi baru, TuChips dan TEKEMBUNG membawa nama Unram serta potensi Lombok ke panggung kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article