EDUCARE.CO.ID – Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 menjadi momentum bagi SMKS Stella Maris Labuan Bajo untuk mengajak peserta didik semakin dekat dengan Kitab Suci.
Sekolah tidak sekadar menggelar kegiatan membaca atau memahami ayat. Para siswa juga mendapat ruang untuk merenungkan dan menyampaikan pesan Kitab Suci melalui berbagai bentuk kreativitas.
Semangat tersebut hadir dalam perlombaan Kitab Suci yang berlangsung di SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah kegiatan turut memeriahkan agenda tersebut. Di antaranya lomba renungan Kitab Suci, lomba mazmur, dan kuis Kitab Suci yang melibatkan peserta didik.
BKSN Jadi Ruang Belajar Iman dan Karakter
Kegiatan BKSN di SMKS Stella Maris tidak hanya mengejar gelar juara. Sekolah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pendidikan karakter dan iman peserta didik.
Plt. Kepala SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Vinsensius Patno, menegaskan hal tersebut saat membuka perlombaan.
Ia mengajak siswa melihat kegiatan Kitab Suci sebagai kesempatan untuk membuka diri terhadap pesan iman.
“Kita tidak sekadar berkumpul untuk mengikuti perlombaan. Kita berkumpul untuk membuka hati terhadap Sabda Tuhan.”
Menurut Vinsensius, pendidikan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memberikan pengetahuan dan keterampilan.
Karena itu, sekolah perlu membantu peserta didik membangun fondasi karakter yang kuat. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilannya secara bertanggung jawab.
Keterampilan Perlu Berjalan Bersama Karakter
Sebagai sekolah vokasi, SMKS Stella Maris Labuan Bajo menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
Namun, sekolah juga melihat kemampuan teknis bukan satu-satunya bekal untuk menghadapi masa depan.
Vinsensius menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan, pengetahuan, iman, dan karakter.
“Keterampilan akan membawa kalian memasuki dunia kerja. Pengetahuan akan membantu kalian menghadapi perubahan zaman. Tetapi iman dan karakter akan menentukan bagaimana kalian menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu dalam kehidupan.”
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika perkembangan teknologi berlangsung cepat.
Dunia kerja terus berubah. Teknologi digital dan kecerdasan buatan juga semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Karena itu, peserta didik membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Mereka juga perlu memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, iman, dan kepedulian terhadap sesama.
Renungan, Mazmur, dan Kuis Jadi Media Ekspresi
Tahun ini, SMKS Stella Maris menghadirkan tiga kegiatan utama dalam perlombaan BKSN.
Pertama, lomba renungan Kitab Suci. Kegiatan ini mendorong peserta didik memahami pesan Sabda Tuhan dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Selanjutnya, lomba mazmur memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan iman melalui seni suara.
Sementara itu, kuis Kitab Suci menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif. Peserta dapat menguji sekaligus memperluas pengetahuan mereka mengenai Kitab Suci.
Dengan format tersebut, kegiatan BKSN menghadirkan proses belajar dalam suasana kompetitif.
Siswa berlatih tampil di depan orang lain. Mereka juga belajar memahami pesan, bekerja keras, menerima hasil, dan menghargai peserta lain.
Vinsensius: Jangan Takut Kalah
Dalam kesempatan yang sama, Vinsensius meminta peserta didik tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
Ia justru mendorong siswa berani tampil dan memberikan kemampuan terbaik.
“Jangan takut kalah dalam perlombaan. Yang perlu kita takutkan adalah ketika kita berhenti belajar dan berhenti bertumbuh.”
Pesan tersebut menempatkan kompetisi sebagai bagian dari proses pendidikan.
Melalui perlombaan, siswa dapat mengenali kemampuan diri. Mereka juga belajar menerima hasil dan menghargai usaha orang lain.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menghasilkan pemenang. Kegiatan tersebut juga dapat membangun keberanian dan kedewasaan peserta didik.
Tema BKSN 2026 Ajak Kenali Yesus sebagai Guru
BKSN 2026 mengangkat tema “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.”
Tema tersebut mengajak umat untuk semakin mengenal Yesus sebagai Guru yang mengajar dengan penuh kuasa. Selain itu, tema tersebut membawa pesan tentang kasih, pengharapan, dan pembaruan hidup.
SMKS Stella Maris menerjemahkan tema tersebut melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan siswa.
Melalui renungan, siswa mengolah pesan Kitab Suci dan menghubungkannya dengan pengalaman mereka.
Kemudian, mazmur memberikan ruang bagi siswa untuk menghayati iman melalui seni. Sementara kuis membantu mereka belajar Kitab Suci dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sabda Tuhan Tidak Berhenti pada Bacaan
Sekolah berharap kegiatan BKSN tidak berakhir setelah perlombaan selesai.
Sebaliknya, nilai yang siswa dapatkan dari Kitab Suci perlu mereka bawa ke dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, siswa dapat menerapkannya ketika berbicara dengan teman, mengikuti pembelajaran, menjalankan tanggung jawab, hingga mengambil keputusan.
Dengan cara tersebut, Kitab Suci tidak berhenti sebagai bahan bacaan atau hafalan. Pesannya dapat hadir dalam sikap dan tindakan peserta didik.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan gerakan kerasulan Kitab Suci di Keuskupan Labuan Bajo yang menyasar komunitas basis dan satuan pendidikan.
Dari Sekolah, BKSN Jadi Gerakan Bersama
Antusiasme peserta didik membuat perlombaan BKSN berlangsung meriah. Para siswa menunjukkan keberanian ketika tampil dan kreativitas saat menyampaikan pesan Kitab Suci.
Di balik setiap penampilan, terdapat proses latihan dan pembelajaran.
Begitu pula dengan kuis. Setiap jawaban menjadi bagian dari proses siswa memperluas pengetahuan tentang Kitab Suci.
Sementara itu, setiap lantunan mazmur menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan penghayatan iman.
Bagi SMKS Stella Maris Labuan Bajo, seluruh rangkaian tersebut memperkuat pendidikan vokasi yang tidak hanya menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja.
Sekolah juga ingin membentuk generasi yang beriman, berkarakter, mampu melayani, dan siap menghadapi perubahan.
BKSN 2026 Perkuat Pendidikan yang Utuh
Pada akhirnya, BKSN 2026 di SMKS Stella Maris Labuan Bajo bukan sekadar agenda perlombaan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan iman, karakter, kreativitas, keberanian, dan kemampuan peserta didik dalam berekspresi.
Melalui kegiatan sederhana seperti renungan, mazmur, dan kuis, siswa mendapat kesempatan untuk memahami kembali makna Sabda Tuhan.
Lebih jauh, pengalaman tersebut mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang seseorang ketahui.
Pendidikan juga membentuk cara seseorang bersikap dan menjalani kehidupan.
Dari ruang kelas hingga panggung perlombaan, SMKS Stella Maris Labuan Bajo terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkuat karakter dan iman.


