EDUCARE.CO.ID – Tim Jentayu Copter Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil membawa pulang gelar juara satu nasional pada divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL) dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 21–26 September 2026. Jentayu Copter tampil dengan konsep pengiriman barang melalui udara yang mengutamakan kecepatan, presisi, dan akurasi.
Berdasarkan sumber berita kampus Kemdiktisaintek, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari persiapan panjang tim melalui pengembangan UAV, latihan rutin, serta dukungan berbagai pihak di lingkungan kampus.
94 Tim Bersaing di KRTI 2026
KRTI 2026 menjadi salah satu ajang mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Sebanyak 94 tim dari 34 perguruan tinggi yang lolos seleksi nasional ikut bertanding. Mereka bersaing dalam lima divisi, yaitu Fixed-Wing (FW), Long Endurance Low Altitude (LELA), Racing Plane (RP), Technology Development (TD), dan Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Persaingan pun menuntut setiap tim tidak hanya mengandalkan kemampuan menerbangkan UAV. Mereka juga harus menyiapkan teknologi yang mampu menjalankan misi sesuai ketentuan kompetisi.
UNDIP Turunkan Empat Divisi
UNDIP melalui UNDIP Robotic Development Center (URDC) mengirimkan empat tim dalam KRTI 2026.
Keempatnya terdiri dari Jentayu Aeromapper FW, Jentayu LELA, Jentayu RP, dan Jentayu Copter VTOL.
Tim-tim tersebut berada di bawah koordinasi Fahri Ali Izzudin dari Teknik Elektro dan Muhammad Rafli Aryandi dari Teknik Mesin.
Anggota tim berasal dari sejumlah program studi. Mereka mencakup Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Informatika Fakultas Sains dan Matematika (FSM), serta RPM dan TRO dari Sekolah Vokasi.
Para mahasiswa menyiapkan UAV sekaligus menjalani latihan rutin. Mereka berlatih di lingkungan Stadion UNDIP Tembalang dan sejumlah lokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Proses pembinaan berlangsung di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Munadi, Erwin Andriono, S.T., M.T., dan Rofiq Cahyo Prayogo, S.T., M.T.
Jentayu Copter Andalkan Respons Cepat dan Presisi
Tim Jentayu Copter VTOL dipimpin Naufal Sya’bana. Dalam kompetisi tersebut, tim membawa konsep “fast response, precise, and accurate aerial shipment delivery”.
Konsep itu menempatkan kecepatan respons, ketepatan, dan akurasi sebagai fokus utama dalam misi pengiriman barang melalui udara.
Tim kemudian menguji kemampuan UAV dalam rangkaian pertandingan. Persaingan ketat membuat mahasiswa harus menjaga performa sekaligus memastikan sistem dapat menjalankan misi sesuai target.
Hasilnya terlihat pada fase gugur.
Jentayu Copter berhasil melewati tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tiket final pun mereka amankan.
Kalahkan ITB di Partai Final
Pada partai puncak, Jentayu Copter kembali menunjukkan performa terbaik.
Tim UNDIP berhadapan dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah menyelesaikan pertandingan final, Jentayu Copter keluar sebagai juara satu nasional divisi VTOL KRTI 2026.
Gelar tersebut sekaligus menegaskan hasil kerja keras mahasiswa UNDIP dalam mengembangkan teknologi UAV dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Dukungan Kampus Jadi Bagian Penting
Prestasi Jentayu Copter tidak berdiri sendiri. URDC UNDIP mendapat dukungan dari berbagai unsur kampus selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Rektorat UNDIP, Fakultas Teknik, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni memberikan dukungan dalam pembinaan, penyediaan fasilitas, hingga pendampingan tim.
Dukungan tersebut membantu mahasiswa menjalani proses pengembangan teknologi sekaligus mempersiapkan strategi kompetisi.
Bagi UNDIP, capaian Jentayu Copter juga dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan inovasi di bidang robotika dan teknologi kedirgantaraan.
Jentayu Copter Jadi Bukti Talenta UAV Mahasiswa
Kemenangan Jentayu Copter di KRTI 2026 menunjukkan bahwa pengembangan teknologi UAV membutuhkan kombinasi antara kemampuan teknis, kerja tim, latihan, dan strategi.
Para mahasiswa tidak hanya mengembangkan pesawat tanpa awak. Mereka juga belajar menerapkan ilmu dari berbagai bidang untuk menyelesaikan misi dalam kondisi kompetitif.
Ke depan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi anggota URDC UNDIP untuk mengembangkan teknologi robotika dan kedirgantaraan yang lebih inovatif.
Prestasi di KRTI 2026 pun membuka peluang bagi mahasiswa UNDIP untuk terus membawa karya mereka ke kompetisi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

