Bikin ReproMove, Mahasiswa FK UNIZAR Sabet Bronze Medal hingga Poster Favorit

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK UNIZAR) mencetak prestasi lewat inovasi edukasi kesehatan reproduksi remaja.

Mereka mengembangkan ReproMove, sebuah konsep edukasi yang memadukan peer educator dengan ruang aman untuk berdiskusi.

Karya berjudul “ReproMove: Inovasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Peer Educator dan Ruang Aman Diskusi Remaja” itu berhasil membawa tiga penghargaan dalam satu kompetisi.

Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Baiq Vellin Aulia Umami, Najwa Rahmadani, dan Luh Made Gayatri Yatita Aurora. Ketiganya merupakan mahasiswa semester 5 FK UNIZAR.

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 19–20 September 2026, tim meraih The Most Favorite Poster NESCO 3, Favorite Poster Subtema Kesehatan, serta Bronze Medal.

Kompetisi tersebut diselenggarakan Pusat Riset Siswa, Mahasiswa dan Akademisi (PRISMA) bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Bali.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Islam Al-Azhar, Kerja Sama dan Alumni (HKA) UNIZAR, prestasi tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa kedokteran dalam upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan.

ReproMove Berawal dari Pertanyaan Remaja

Ide ReproMove berangkat dari persoalan yang sering muncul dalam kehidupan remaja. Banyak anak muda memiliki pertanyaan tentang kesehatan reproduksi, tetapi tidak tahu harus bertanya kepada siapa.

Sebagian remaja juga merasa malu ketika ingin membicarakan persoalan tersebut. Akibatnya, mereka bisa mencari jawaban dari sumber yang belum tentu memberikan informasi yang tepat.

Di sisi lain, teman sebaya sering menjadi tempat pertama bagi remaja untuk berbagi cerita.

“Kami melihat masih banyak remaja yang punya pertanyaan tentang kesehatan reproduksi, tapi bingung mau bertanya ke siapa. Kadang mereka juga lebih nyaman cerita ke teman sebaya,” ungkap ketiga mahasiswa tersebut.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong mereka merancang ReproMove.

Peer Educator Bikin Edukasi Lebih Dekat

ReproMove menggunakan pendekatan peer educator atau edukator sebaya. Konsep ini menempatkan teman sebaya sebagai bagian dari proses penyampaian informasi kesehatan.

Pendekatan tersebut membuat komunikasi terasa lebih dekat dengan kehidupan remaja. Mereka dapat berdiskusi menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami dan sesuai dengan lingkungan pergaulan mereka.

Tim juga memperkenalkan ReproSpace sebagai ruang aman untuk berdiskusi.

Melalui ReproSpace, remaja dapat menyampaikan pertanyaan dan membicarakan persoalan kesehatan reproduksi tanpa takut mendapat penghakiman.

Namun, ReproMove tetap memberikan batas yang jelas. Jika suatu persoalan membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis, remaja diarahkan untuk mencari bantuan dari tenaga profesional.

Dengan begitu, program ini tidak hanya mendorong remaja mencari informasi. ReproMove juga membantu mereka mengenali kapan harus meminta bantuan kepada pihak yang memiliki kompetensi medis.

Tiga Penghargaan Jadi Hasil Riset dan Kerja Tim

Tiga penghargaan yang diraih tim tidak datang secara instan. Ketiganya menjalani proses panjang sebelum mempresentasikan ReproMove dalam kompetisi.

Tim lebih dulu mengidentifikasi persoalan yang mereka temukan di kalangan remaja. Setelah itu, mereka mengumpulkan data dan menyusun konsep program.

Mereka kemudian menuangkan gagasan tersebut ke dalam materi poster. Tim juga melakukan beberapa kali revisi dan latihan presentasi.

Ketiga mahasiswa saling memberikan masukan untuk memperbaiki karya. Proses diskusi tersebut membantu mereka menyempurnakan konsep sebelum mengikuti kompetisi.

Dalam proses pengembangan ReproMove, mereka mendapat bimbingan dari dr. Nisia Putri Rinayu, M.Kes., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Dokter FK UNIZAR.

Mahasiswa Kedokteran Tak Hanya Belajar Pengobatan

Pengalaman tersebut memperluas pandangan ketiga mahasiswa mengenai peran calon dokter di tengah masyarakat.

Menurut mereka, mahasiswa kedokteran tidak hanya mempelajari pengobatan. Mereka juga memiliki peran dalam mendorong pencegahan penyakit dan meningkatkan literasi kesehatan.

“Kami belajar bahwa edukasi kesehatan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan karakter masyarakat yang kita hadapi, terutama remaja,” ujar mereka.

Pemahaman tersebut menjadi salah satu alasan tim ingin membawa ReproMove lebih dekat dengan masyarakat.

Mereka menilai edukasi kesehatan akan lebih mudah diterima jika penyampaiannya menyesuaikan karakter dan kebutuhan sasaran.

ReproMove Ingin Dibawa ke Sekolah

Tim tidak ingin ReproMove berhenti sebagai karya kompetisi. Mereka berencana mengembangkan konsep tersebut agar dapat menjangkau sekolah dan komunitas remaja.

Pengembangan program nantinya dapat mencakup pelatihan peer educator, penggunaan ReproCard, serta penguatan ReproSpace.

Tim juga ingin melibatkan guru, tenaga kesehatan, dan pihak terkait. Kolaborasi tersebut penting agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, mereka berharap remaja di NTB memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang lebih baik.

Dorong Remaja Berani Bertanya dan Lawan Hoaks

ReproMove tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan. Program ini juga ingin membangun keberanian remaja untuk bertanya dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Tim berharap remaja mampu membedakan informasi kesehatan yang benar dari hoaks. Mereka juga perlu memahami batasan diri serta mengetahui tempat yang tepat untuk mendapatkan bantuan.

Kemampuan tersebut penting karena informasi kesehatan reproduksi kini mudah ditemukan melalui berbagai platform digital. Tanpa literasi yang cukup, remaja dapat menerima informasi yang keliru.

Karena itu, pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan remaja menjadi salah satu fokus ReproMove.

Dari Karya Kompetisi Menjadi Edukasi Berkelanjutan

Prestasi tiga mahasiswa FK UNIZAR melalui ReproMove menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat berangkat dari persoalan yang dekat dengan masyarakat.

Ketiga mahasiswa tidak hanya mengembangkan poster untuk kebutuhan kompetisi. Mereka juga merancang konsep yang memiliki peluang untuk diterapkan di lingkungan sekolah dan komunitas.

Jika pengembangan program terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak, ReproMove dapat menjadi ruang edukasi yang membantu remaja memperoleh informasi kesehatan reproduksi secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, perjalanan ReproMove menjadi pengalaman untuk menerapkan ilmu kedokteran dalam upaya promotif dan preventif.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article