EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Jambi (Unja) menghadirkan inovasi teknologi untuk membantu pembudidaya ikan patin di Desa Kota Karang.
Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), UKM Robotika dan Otomasi Unja mengembangkan inovasi bernama Mina Maju Nian.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Jambi (Unja), program tersebut memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu pembudidaya memantau kondisi air.
Tim mahasiswa juga mengembangkan kincir air otomatis. Teknologi ini dapat mendukung aktivitas budi daya ikan patin di Desa Kota Karang.
Mina Maju Nian Bawa Teknologi IoT ke Kolam Ikan
UKM Robotika dan Otomasi merancang Mina Maju Nian sesuai kebutuhan pembudidaya ikan patin.
Teknologi tersebut memiliki dua fungsi utama. Pertama, sistem membantu memantau kualitas air.
Kedua, sistem mengoperasikan kincir air secara otomatis.
Dengan teknologi tersebut, pembudidaya dapat memperoleh informasi mengenai kondisi air dengan lebih mudah.
Kincir otomatis juga dapat membantu pengelolaan kolam sesuai kebutuhan.
Tim mahasiswa mengembangkan teknologi ini dengan mempertimbangkan potensi Desa Kota Karang.
Mereka ingin membawa ilmu dari kampus langsung ke lingkungan masyarakat.
Unja Dorong Mahasiswa Hadirkan Dampak Nyata
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unja, Prof. Dr. Fauzi Syam, menyambut baik program Mina Maju Nian.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori selama mengikuti perkuliahan.
Mahasiswa juga perlu menggunakan ilmu tersebut untuk membantu masyarakat.
“Seorang mahasiswa itu bukan hanya soal belajar bagaimana belajar di kelas atau belajar di kampus, tetapi apa yang dipelajarinya itu bagaimana menimbulkan dampak bagi masyarakat,” tutur Fauzi Syam.
Fauzi berharap program PPK Ormawa dapat memberi manfaat langsung kepada warga.
Ia juga melihat program tersebut sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Unja untuk menjadi kampus yang memberi dampak bagi masyarakat.
Dosen Pendamping Ingin Kolaborasi Terus Berjalan
Dosen pendamping UKM Robotika dan Otomasi Unja, Akhiyar Waladi, berharap program Mina Maju Nian tidak berhenti setelah kegiatan 2026 selesai.
Ia ingin Unja terus membangun kerja sama dengan masyarakat Desa Kota Karang.
“Harapan kami tidak hanya selesai di sini, karena perguruan tinggi pun mengharapkan ada banyak kegiatan-kegiatan lain,” ujar Akhiyar Waladi.
Menurut Akhiyar, program tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan berbagai kegiatan lain.
Kolaborasi lanjutan juga dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk kembali menerapkan teknologi di masyarakat.
Kepala Desa Optimistis Produktivitas Patin Meningkat
Kepala Desa Kota Karang, Suandi, menyambut positif inovasi mahasiswa Unja.
Ia menilai kincir air otomatis dapat membantu pembudidaya ikan patin.
Suandi bahkan optimistis teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas budi daya ikan.
“Yakinlah nanti kegiatan ini, alat kincir air ini memang bisa meningkatkan produktivitas ikan, apalagi signifikan meningkat,” ujar Suandi.
Ia juga mengajak perangkat desa dan masyarakat untuk mendukung program tersebut.
Menurutnya, warga perlu memanfaatkan teknologi yang Unja hadirkan secara maksimal.
Potensi Ikan Patin Jadi Alasan Pilih Kota Karang
Tim PPK Ormawa 2026 UKM Robotika dan Otomasi memilih Desa Kota Karang karena potensi budi daya ikan patin di wilayah tersebut.
Potensi itu menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Tim tidak ingin teknologi hanya berhenti sebagai proyek kampus.
Mereka ingin masyarakat ikut menggunakan dan merasakan manfaatnya.
“PPK Ormawa ini bukan hanya program di mana kami membina teknologi, tetapi bagaimana masyarakat Jambi ini tidak hanya menjadi penonton kemajuan teknologi. Kami ingin masyarakat menjadi pengguna dari teknologi tersebut,” ujar perwakilan mahasiswa PPK Ormawa 2026.
Menurut tim mahasiswa, perkembangan teknologi berlangsung semakin cepat.
Karena itu, masyarakat juga perlu memiliki kesempatan untuk memanfaatkan teknologi tersebut.
Mina Maju Nian hadir sebagai salah satu upaya untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Teknologi IoT Buka Peluang Pengembangan Budi Daya
Mina Maju Nian menunjukkan cara mahasiswa menerapkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
Sistem pemantauan kualitas air dapat membantu pembudidaya memperoleh informasi kondisi kolam.
Sementara itu, kincir air otomatis dapat mendukung pengelolaan kolam ikan patin.
Pengembangan teknologi seperti ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan nyata di lapangan.
Mereka tidak hanya belajar merancang perangkat.
Mereka juga belajar melihat kebutuhan pengguna dan menyesuaikan teknologi dengan kondisi masyarakat.
Unja Harap Mina Maju Nian Berlanjut
Mahasiswa Unja berharap Mina Maju Nian memberi manfaat jangka panjang bagi pembudidaya ikan patin di Desa Kota Karang.
Tim juga ingin membangun kerja sama yang lebih luas dengan masyarakat.
Program tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan inovasi lain sesuai kebutuhan desa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk terus menerapkan ilmu.
Pada akhirnya, Mina Maju Nian menunjukkan peran mahasiswa dalam menghadirkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Unja berharap inovasi tersebut dapat terus berkembang.
Program ini juga diharapkan memperkuat hubungan antara kampus, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Penulis: Putri Faathiman Niara


