EDUCARE.CO.ID – Air dingin terasa lebih menyegarkan bagi sebagian orang. Namun, ada juga yang lebih nyaman minum air suhu ruang.
Lalu, suhu mana yang lebih baik untuk tubuh?
Berdasarkan laporan Real Simple pada 16 September 2026, ahli gizi dan dokter gastroenterologi menilai air sejuk hingga suhu ruang sebagai pilihan yang nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, suhu bukan faktor utama dalam menjaga hidrasi. Jumlah air yang diminum dan kenyamanan saat minum justru memegang peranan lebih penting.
Air Sejuk Nyaman untuk Minum Sehari-hari
Matthew Landry, PhD, RDN, ahli gizi sekaligus asisten profesor kesehatan global di University of California, Irvine, menyebut kisaran 15–22 derajat Celsius sebagai suhu air yang sejuk dan nyaman.
Menurut Landry, banyak orang lebih mudah menikmati air pada suhu tersebut. Setelah seseorang meminumnya, tubuh segera menyesuaikan suhu air.
Karena itu, suhu air tidak banyak memengaruhi proses pencernaan pada kebanyakan orang.
Landry juga menilai air sejuk dapat menjadi pilihan praktis. Suhu tersebut terasa cukup menyegarkan tanpa memberikan sensasi ekstrem.
Yang Penting Bukan Suhunya, tetapi Cukup Minum
Edmundo Rodriguez-Frias, MD, dokter spesialis gastroenterologi dan kontributor medis Full of Life, memiliki pandangan serupa.
Ia menyarankan masyarakat memilih air sejuk atau suhu ruang untuk kebutuhan harian.
Menurut Rodriguez-Frias, kemampuan tubuh menyerap air tidak menjadi persoalan utama. Yang lebih penting adalah kenyamanan dan jumlah air yang seseorang konsumsi.
Artinya, kamu tidak perlu memaksakan diri minum air suhu ruang jika lebih menyukai air dingin.
Sebaliknya, kamu juga tidak perlu beralih ke air dingin jika air suhu ruang terasa lebih nyaman.
Selama tubuh mendapat cukup cairan, pilihan suhu dapat mengikuti preferensi masing-masing.
Air Dingin Bisa Lebih Menarik Saat Cuaca Panas
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah merasa gerah. Pada kondisi tersebut, air dingin bisa terasa lebih menyegarkan.
Sensasi dingin juga dapat membuat seseorang lebih bersemangat untuk minum. Kebiasaan tersebut membantu menjaga asupan cairan sepanjang hari.
Pedoman American College of Sports Medicine dan National Athletic Trainers’ Association turut menyoroti kenyamanan air sejuk.
Menurut pedoman tersebut, orang cenderung lebih mudah minum air sejuk secara konsisten daripada air hangat atau panas.
Jadi, kamu bisa memilih air dingin saat cuaca panas jika suhu tersebut membuatmu lebih nyaman.
Jangan Pilih Suhu Air yang Terlalu Ekstrem
Kebanyakan orang sehat tidak perlu khawatir dengan pilihan air dingin atau suhu ruang. Namun, suhu yang terlalu ekstrem dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Air es dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang. Suhu yang sangat dingin juga bisa mengganggu orang yang memiliki gigi sensitif.
Sebaliknya, air atau minuman yang sangat panas juga membutuhkan perhatian.
Konsumsi minuman dengan suhu di atas 65 derajat Celsius dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.
Karena itu, kamu bisa memilih air sejuk atau suhu ruang untuk konsumsi sehari-hari.
Pilihan tersebut juga memudahkan tubuh menerima cairan tanpa sensasi suhu yang terlalu ekstrem.
Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan?
Selain suhu air, jumlah cairan yang masuk ke tubuh juga perlu mendapat perhatian.
National Academy of Medicine mencantumkan kebutuhan total asupan cairan sekitar 3,7 liter per hari untuk pria dan 2,7 liter per hari untuk wanita.
Angka tersebut mencakup cairan dari minuman dan makanan. Kebutuhan setiap orang juga dapat berbeda.
Aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan. Cuaca panas juga dapat meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap cairan.
Karena itu, jangan terpaku pada satu angka untuk semua kondisi.
Perhatikan juga rasa haus dan kondisi tubuh, terutama ketika kamu banyak bergerak atau beraktivitas di luar ruangan.
Penderita GERD Perlu Memilih Suhu yang Nyaman
Sebagian orang memiliki kondisi saluran pencernaan yang lebih sensitif.
Penderita GERD, gangguan menelan, atau hipersensitivitas saluran cerna mungkin merasakan perbedaan saat minum air dengan suhu tertentu.
Dalam kondisi tersebut, pilih suhu yang paling nyaman bagi tubuh.
Jika air dingin menimbulkan rasa tidak nyaman, kamu bisa memilih air suhu ruang.
Begitu pula sebaliknya. Jika air suhu ruang terasa kurang nyaman, kamu dapat memilih air yang lebih sejuk.
Jadi, Air Dingin atau Suhu Ruang?
Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, air dingin, air sejuk, dan air suhu ruang sama-sama dapat membantu memenuhi kebutuhan hidrasi.
Tidak ada alasan untuk memaksakan satu suhu tertentu kepada semua orang.
Jika air dingin membuat kamu lebih mudah minum dalam jumlah cukup, pilih air dingin.
Jika air suhu ruang terasa lebih nyaman, lanjutkan pilihan tersebut.
Yang paling penting adalah menjaga kebiasaan minum sepanjang hari. Jangan sampai perdebatan soal suhu air membuat kamu justru kurang minum.
Saat cuaca sangat panas, air dingin juga bisa menjadi pilihan yang lebih menyegarkan. Namun, tetap sesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan tubuh.
Pada akhirnya, cukup minum jauh lebih penting daripada memilih antara air dingin dan suhu ruang.

