EDUCARE.CO.ID – Inovasi pangan berbasis bahan lokal kembali membawa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke ajang nasional. YOGREEN, yoghurt fungsional berbasis ekstrak daun pakis, lolos seleksi kelompok usaha Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk mengikuti KMI Expo XVII Tahun 2026.
Berdasarkan sumber Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pencapaian ini menjadi kelanjutan perjalanan YOGREEN setelah tim tersebut juga mengikuti KMI Expo XVI pada 2025.
Produk yang dikembangkan mahasiswa FKG UMS tersebut menggabungkan riset pangan, inovasi produk, dan kewirausahaan. Tim juga membawa misi untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan lokal sekaligus membuka peluang keterlibatan petani sebagai pemasok bahan baku.
YOGREEN Kembali Lolos KMI Expo
Ketua Tim YOGREEN, Rizqy Habibi, menyambut kembali kesempatan tampil di KMI Expo.
Menurut Rizqy, kelolosan kedua ini menunjukkan perkembangan produk sejak mengikuti ajang serupa pada tahun sebelumnya.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang lolos kembali, tetapi juga menjadi bukti bahwa YOGREEN terus berkembang dari tahun sebelumnya,” ujar Rizqy, Sabtu (19/9/2026).
Tim YOGREEN sebelumnya berhasil lolos KMI Expo XVI pada 2025. Mereka bahkan melanjutkan perjalanan hingga tahap KMI Award 2025.
Tahun ini, tim kembali mengikuti ajang tersebut melalui pembinaan P2MW tahap bertumbuh.
Berawal dari Riset Daun Pakis
YOGREEN berawal dari penelitian mahasiswa mengenai pemanfaatan daun pakis sebagai bahan pangan fungsional.
Tim melihat potensi senyawa bioaktif pada daun pakis. Mereka kemudian mengembangkan ekstraknya sebagai salah satu bahan dalam produk yoghurt.
Rizqy menjelaskan bahwa tim tidak hanya mengejar inovasi produk. Mereka juga ingin memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin inovasi ini memberikan dampak bagi masyarakat, salah satunya dengan melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan baku sehingga dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian lokal,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat YOGREEN tidak berhenti sebagai produk hasil penelitian. Tim juga mengembangkan konsep bisnis yang melibatkan rantai pasok bahan lokal.
Padukan Ekstrak Pakis, Stevia, dan Probiotik
Dari sisi produk, YOGREEN memadukan ekstrak daun pakis, stevia, dan kultur probiotik.
Tim telah mengembangkan beberapa varian rasa. Pilihannya meliputi original, madu, dan stroberi.
Pengembangan produk juga melewati sejumlah tahapan pengujian dan validasi. Tim melakukan uji organoleptik, kadar gula, fitokimia, PSA, hingga pengembangan informasi nilai gizi.
Langkah tersebut membantu tim mengevaluasi karakteristik produk sebelum memperluas pemasaran.
Libatkan 120 Responden untuk Uji Pasar
Tim YOGREEN kemudian menguji penerimaan produk di pasar. Mereka melibatkan 120 responden dalam proses validasi.
Hasil validasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan produk dan kemasan. Tim juga menggunakannya untuk menyusun strategi pemasaran, legalitas, serta model bisnis.
Rizqy mengatakan tim terus membawa hasil penelitian menuju tahap komersialisasi.
“Prosesnya tidak berhenti pada penelitian, tetapi terus kami kembangkan menjadi produk yang siap dipasarkan,” kata Rizqy.
Pendekatan tersebut membuat tim tidak hanya mengejar aspek inovasi. Mereka juga memperhatikan kebutuhan konsumen dan kesiapan bisnis.
Penjualan YOGREEN Tembus 500 Pcs
Pembinaan P2MW turut mendorong tim memperkuat strategi pemasaran.
YOGREEN mulai mengembangkan pasar business to consumer (B2C). Tim juga menjajaki pasar business to business (B2B) dan membuka peluang kerja sama dengan mitra apotek.
Hingga perkembangan terbaru, tim mencatat penjualan sebanyak 500 pcs.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan YOGREEN sejak mengikuti program pembinaan kewirausahaan mahasiswa.
Pasokan Daun Pakis Jadi Tantangan
Pengembangan YOGREEN tetap menghadapi sejumlah kendala.
Salah satunya berkaitan dengan pasokan daun pakis. Kondisi musim dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku.
Tim kemudian perlu membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan agar produksi tetap berjalan.
Selain urusan bahan baku, anggota tim juga harus membagi waktu antara bisnis dan kegiatan akademik.
“Selain itu, kami juga perlu membagi waktu antara pengembangan usaha dan aktivitas akademik,” ungkap Rizqy.
P2MW Bantu Kembangkan Model Bisnis
Tim YOGREEN mendapat pembinaan dari program P2MW bersama dosen pendamping Dr. drg. Ana Riolina, M.P.H.
Pembinaan mencakup beberapa aspek penting dalam pengembangan usaha. Tim mendapat evaluasi terkait validasi pasar, pemasaran, keuangan, legalitas, hingga model bisnis.
Pendampingan tersebut membantu mahasiswa melihat YOGREEN tidak hanya sebagai proyek penelitian. Mereka juga perlu membangun produk yang mampu bertahan dan berkembang di pasar.
Siap Bawa YOGREEN ke KMI Expo XVII
KMI Expo XVII 2026 akan menjadi ruang bagi tim YOGREEN untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan.
Tim dapat bertemu konsumen, pemangku kepentingan, serta calon mitra. Mereka juga dapat memperoleh masukan untuk pengembangan produk berikutnya.
Rizqy berharap kesempatan tersebut dapat membuka pasar dan kemitraan yang lebih luas.
“Kami ingin datang bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga membawa hasil perkembangan YOGREEN dan memberikan yang terbaik untuk UMS,” tutur Rizqy.
KMI Expo XVII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Tim YOGREEN Bawa Inovasi Pangan Lokal ke Ajang Nasional
YOGREEN diperkuat oleh empat mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi, yakni Rizqy Habibi, Muhammad Luqman Khakim, Faiz Azka, dan Muhammad Yusrifar Buana Fajrin.
Dari Program Studi Bisnis Digital, Nabil Anugrah Pasha turut bergabung dalam tim pengembangan inovasi tersebut.
Sementara itu, Dr. drg. Ana Riolina, M.P.H. mendampingi tim dalam proses pengembangan usaha.
Kehadiran YOGREEN di KMI Expo XVII menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa UMS dalam mengembangkan inovasi berbasis riset. Tim tidak hanya membawa produk yoghurt, tetapi juga menawarkan gagasan tentang pemanfaatan bahan lokal, pemberdayaan petani, dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Jika pengembangan tersebut terus berjalan, YOGREEN memiliki ruang untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat nilai tambah bahan lokal melalui produk pangan inovatif.

