School Goes to Library: Begini Cara Kemenag Bikin Anak Betah Belajar di Perpustakaan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Perpustakaan tidak selalu identik dengan rak buku dan aktivitas membaca. Bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ittihad, perpustakaan justru menjadi ruang untuk belajar, bermain, dan mendapatkan pengalaman literasi yang berbeda.

Pengalaman tersebut hadir melalui program School Goes to Library yang digelar Perpustakaan Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026.

Berdasarkan sumber Kementerian Agama, para siswa MI Al-Ittihad mengikuti sejumlah aktivitas selama kunjungan. Mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengenal berbagai ruang perpustakaan, mendengarkan dongeng, serta menyaksikan film edukasi bersama.

Kegiatan tersebut memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang lebih luas. Anak-anak pun dapat menikmati aktivitas literasi dengan suasana yang menyenangkan di luar lingkungan sekolah.

Perpustakaan Kemenag Dekatkan Layanan dengan Anak

Koordinator Perpustakaan Kemenag Luki Budiawan mengatakan program School Goes to Library menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Menurut Luki, perpustakaan perlu menawarkan pengalaman yang beragam agar anak tidak memandang kunjungan sebagai aktivitas membaca semata.

“Kami coba memberikan pengalaman lain saat berkunjung ke perpustakaan. Kalau di perpustakaan mereka mungkin hanya membaca buku, kami ajak adik-adik madrasah ke sini bukan hanya untuk membaca buku, tetapi juga mengikuti kegiatan lain yang ada di Perpustakaan Kemenag,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Karena itu, pengelola menyiapkan berbagai aktivitas yang dapat membuat anak lebih nyaman selama berada di perpustakaan.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi perpustakaan untuk menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bagi masyarakat dari berbagai usia.

Dongeng dan Film Edukasi Sesuaikan Usia Anak

Luki menjelaskan bahwa Perpustakaan Kemenag menyesuaikan kegiatan School Goes to Library dengan karakter peserta.

Anak MI, SD, hingga TK memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, pengelola tidak menggunakan satu metode untuk semua kelompok usia.

“Aktivitas yang kita siapkan di School Goes to Library ini memang disesuaikan dengan segmennya. Jadi kalau yang datang itu MI, sekolah dasar (SD), atau anak taman kanak-kanak (TK), mungkin kita gunakan metode mendongeng. Selain itu, film yang ditampilkan juga disesuaikan dengan usia mereka,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, anak dapat mengenal literasi melalui metode yang lebih dekat dengan dunia mereka.

Selain membaca, mereka dapat menyerap cerita melalui dongeng dan memperoleh pengetahuan melalui tontonan edukatif.

Sekolah Sambut Positif Pengalaman Literasi di Perpustakaan

Program School Goes to Library juga mendapat respons positif dari pihak MI Al-Ittihad.

Kepala MI Al-Ittihad Laily Rohayatin menilai kunjungan ke perpustakaan memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan selama kunjungan.

Menurut Laily, kegiatan literasi di luar sekolah juga dapat membantu membangun kebiasaan membaca dan belajar sejak dini.

“Pengalaman berkunjung ke Perpustakaan Kemenag RI ini harapannya dapat menjadi pembiasaan diri untuk anak-anak dengan kegiatan literasi. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga saat bersama orang tua dan keluarga mereka,” ungkapnya.

Literasi Anak Bisa Dimulai dari Pengalaman Sederhana

Kegiatan School Goes to Library menunjukkan bahwa literasi tidak harus berlangsung melalui kegiatan membaca di ruang kelas.

Anak dapat mengenal literasi melalui cerita, tontonan edukatif, eksplorasi ruang, dan pengalaman langsung. Dengan cara tersebut, perpustakaan dapat hadir sebagai tempat yang lebih dekat dengan keseharian anak.

Selain sekolah, keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan literasi. Orang tua dapat melanjutkan pengalaman tersebut dengan mengajak anak membaca atau mengunjungi perpustakaan bersama.

Pada akhirnya, kunjungan sederhana ke perpustakaan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak. Ketika perpustakaan terasa menyenangkan, aktivitas literasi pun lebih mudah menjadi bagian dari kebiasaan mereka.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article