Jangan Tertipu Iklan! Ahli Gizi Ungkap Cara Mudah Cek Kandungan Makanan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Memilih makanan dan minuman tidak cukup hanya dengan melihat merek. Iklan yang menarik juga tidak selalu menggambarkan kandungan produk secara lengkap.

Karena itu, masyarakat perlu membaca label sebelum membeli makanan atau minuman. Informasi Nilai Gizi (ING) dan daftar komposisi dapat membantu konsumen mengetahui isi produk.

Ahli Gizi Puskesmas Palengaan, Pamekasan, Tumsyil Adyana, membagikan cara sederhana untuk mengecek kandungan makanan dan minuman.

Menurut Tumsyil, masyarakat perlu melihat tiga bahan yang tercantum paling awal dalam daftar komposisi. Tiga bahan tersebut biasanya menjadi bahan dasar atau kandungan utama produk.

“Karena sekarang banyak yang kemakan iklan di medsos dan juga televisi. Padahal kita harus melihat di ING dan komposisi produk tersebut,” terang Tumsyil.

Jangan Hanya Cari Kata “Gula” pada Label

Saat membaca label, masyarakat biasanya langsung mencari jumlah gula. Padahal, produsen tidak selalu menuliskan kandungan gula dengan istilah tersebut.

Dalam ilmu gizi, gula dapat muncul dengan berbagai nama. Beberapa di antaranya yaitu fruktosa, glukosa, laktosa, dan maltodekstrin.

Karena itu, konsumen perlu mencermati seluruh daftar komposisi. Cara ini membantu masyarakat mengenali pemanis yang terdapat dalam makanan atau minuman.

Susu UHT Bisa Mengandung Beberapa Jenis Gula

Tumsyil memberikan susu UHT sebagai salah satu contoh. Susu secara alami mengandung laktosa.

Namun, beberapa produk susu juga menambahkan pemanis lain. Produsen dapat menggunakan fruktosa atau sukrosa untuk menghasilkan rasa yang lebih manis.

Tumsyil mengingatkan bahwa tambahan gula tersebut dapat memengaruhi kadar gula darah.

“Dan hal itu yang menyebabkan naiknya gula darah secara cepat di dalam tubuh,” ungkap Tumsyil.

Kenali Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Selain membaca komposisi, masyarakat juga perlu mengatur jumlah gula, garam, dan lemak setiap hari.

Tumsyil merujuk pada pedoman G4G1L5. Pedoman tersebut membantu masyarakat mengingat batas konsumsi harian.

G4G1L5 terdiri dari:

  • G4: gula maksimal empat sendok makan per hari.
  • G1: garam maksimal satu sendok teh per hari.
  • L5: lemak maksimal lima sendok makan per hari.

Dengan memahami batas tersebut, masyarakat dapat lebih mudah mengontrol asupan dari berbagai makanan dan minuman.

Micin Boleh, tetapi Natrium Tetap Perlu Dikontrol

Tumsyil juga menjelaskan penggunaan monosodium glutamate (MSG) atau micin dalam makanan sehari-hari.

Menurutnya, kandungan natrium pada MSG dapat lebih rendah daripada garam dapur. Meski begitu, masyarakat tetap perlu menghitung total natrium dari seluruh makanan.

Artinya, penggunaan MSG tidak membuat konsumen bebas mengabaikan asupan natrium. Masyarakat tetap perlu memperhatikan jumlah keseluruhan yang masuk ke tubuh.

Kebutuhan natrium juga berbeda menurut kelompok usia. Untuk orang dewasa, Tumsyil menyebut kebutuhan natrium sekitar 2.100 miligram per hari.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu sendok teh.

“Kalau dewasa itu cukup 2100 mg atau setara dengan satu sendok teh,” ujar Tumsyil.

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Menjaga pola makan juga perlu berjalan bersama pemeriksaan kesehatan. Karena itu, Tumsyil mengimbau masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas terdekat.

Pemeriksaan tersebut membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi ketika menemukan potensi masalah kesehatan.

Tumsyil juga mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat. Ia menyarankan konsumsi makanan bergizi dan lebih banyak memilih makanan yang mendekati bentuk aslinya atau real food.

“Pola hidup sehat, makan dan minuman yang bergizi dan alangkah baiknya mengkonsumsi mamin yang real food saja,” tukas Tumsyil.

Biasakan Baca Label Sebelum Membeli

Membaca label makanan membutuhkan waktu yang singkat. Namun, kebiasaan tersebut dapat membantu masyarakat memilih produk dengan lebih bijak.

Jangan hanya melihat merek atau tergiur iklan. Periksa Informasi Nilai Gizi dan daftar komposisi sebelum memasukkan produk ke keranjang belanja.

Selain itu, kenali berbagai istilah yang berkaitan dengan gula. Masyarakat juga perlu menghitung asupan garam, lemak, dan natrium dari seluruh makanan dalam sehari.

Dengan kebiasaan tersebut, konsumen dapat lebih sadar terhadap makanan dan minuman yang mereka pilih. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk memantau kondisi tubuh secara berkala.

Pada akhirnya, pilihan makanan yang lebih bijak berawal dari kebiasaan sederhana: baca label, kenali kandungan, dan atur porsinya.

 

Penulis: Putri Faathiman Niara

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article