Guru Madrasah Ubah Lagu Viral TikTok Jadi Materi Sejarah Nabi, Views Tembus 2,5 Juta!

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mengajarkan sejarah kepada murid Gen Alpha membutuhkan cara yang dekat dengan keseharian mereka. Karena itu, Hadi Saputra, Guru Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Katingan, Kalimantan Tengah, memilih musik populer sebagai media pembelajaran.

Hadi mengubah sejumlah materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menjadi lirik lagu dengan mengikuti nada yang sedang populer di TikTok. Cara tersebut ia gunakan untuk membantu murid mengingat materi pelajaran dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Berdasarkan keterangan Kemenag, Hadi mulai menggunakan metode tersebut pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.

Guru Amati Kebiasaan Murid Gen Alpha

Ide tersebut berawal dari pengamatan sederhana Hadi terhadap kebiasaan murid di madrasah. Ia melihat banyak murid sering menyanyikan lagu yang sedang populer dan bahkan mampu menghafalkan liriknya dengan cepat.

Hadi kemudian mencoba membawa kebiasaan tersebut ke dalam pembelajaran.

“Kalau mereka bisa dengan cepat menghafal lirik lagu yang mereka dengar berulang kali, mengapa pola yang sama tidak kita manfaatkan untuk membantu mereka mengingat materi pelajaran?” ujar Hadi.

Menurutnya, TikTok menjadi salah satu platform yang cukup dekat dengan keseharian sebagian murid. Lagu-lagu yang sering muncul di platform tersebut pun mudah mereka kenali.

Karena itu, Hadi melihat musik viral sebagai peluang untuk menghadirkan metode belajar yang lebih sesuai dengan karakter murid Gen Alpha.

Hadi Ubah Materi SKI Jadi Lirik Lagu

Hadi tidak sekadar mengganti lirik lagu dengan materi pelajaran. Ia juga menyesuaikan isi materi dengan struktur lagu agar murid dapat menyanyikannya dengan nyaman.

“Pertama, saya menentukan bagian lirik yang ingin saya ubah, bisa dari reff. Setelah itu, saya menyesuaikan jumlah kata pada lirik asli dengan lirik materi yang saya buat,” jelasnya.

Ia memilih sejumlah lagu yang sudah dikenal murid, seperti My Mine Gueh dari Naykilla serta Astaga Bercanda dari Akbar Chalay dan Mingse.

Materi yang ia kemas antara lain kisah Nabi Muhammad SAW, termasuk perjalanan Rasulullah ke Thaif. Dengan cara tersebut, murid dapat mengingat sejumlah poin penting sejarah Islam melalui pola nada yang sudah mereka kenal.

Murid Lebih Antusias Belajar Sejarah

Metode tersebut mendapat respons positif dari para murid. Hadi melihat mereka lebih antusias karena materi yang biasanya mereka temukan dalam buku dan catatan kini hadir melalui lagu.

“Respons mereka sangat antusias. Materi yang biasanya mereka pelajari dari buku tulis kini lebih mudah mereka ingat melalui lagu dengan nada yang sedang viral,” pungkas Hadi.

Pendekatan ini juga membuat kegiatan belajar terasa lebih dekat dengan aktivitas yang murid lakukan sehari-hari.

Alih-alih melarang kebiasaan murid mengikuti tren musik, Hadi justru memanfaatkannya sebagai pintu masuk pembelajaran.

Video Pembelajaran Tembus 2,5 Juta Views

Kreativitas Hadi bersama para siswa kemudian ia bagikan melalui TikTok pada akun Arabiyahtalks.

Dalam sejumlah video, Hadi dan para murid menyanyikan materi pelajaran menggunakan irama lagu populer. Konten tersebut mendapat perhatian luas dan meraih total penayangan hingga sedikitnya 2,5 juta views.

Capaian itu menunjukkan bahwa pembelajaran kreatif tidak hanya dapat menarik perhatian murid di ruang kelas. Konten edukasi juga dapat menjangkau masyarakat lebih luas ketika guru mampu mengemas materi dengan format yang dekat dengan kebiasaan generasi muda.

Lagu Viral Jadi Jembatan Belajar Gen Alpha

Pengalaman Hadi menunjukkan bahwa teknologi dan tren digital dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran. Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan materi, sementara musik dan media sosial menjadi sarana untuk menyampaikannya secara lebih menarik.

Metode tersebut juga memperlihatkan bahwa pembelajaran sejarah Nabi tidak harus selalu berlangsung melalui hafalan konvensional. Dengan kreativitas, materi SKI dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan dunia murid tanpa menghilangkan substansi pembelajarannya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img